Sabtu, 17 Januari 2026 0 komentar

STRANGER THINGS S5 : Akhir yang Bittersweet Dari Petualangan Hawkins

Setelah sekian lama menunggu kelanjutan petualangan Eleven, Mike, dan kawan-kawan, akhirnya Stranger Things Season 5 rilis juga. Aku sempat menuliskannya dalam satu tulisan yang lumayan panjang di Ngobrolin Stranger Things. Dan untuk Season 5 ini juga aku juga bakal menuliskan sinopsis yang panjang juga nih, dan yah bakal spoiler berat!. Well, Season 5 ini bukan cuma penutup series, tapi juga perpisahan emosional yang bikin perasaan campur aduk.

Lebih dari satu tahun berlalu setelah gerbang raksasa menuju Upside Down terbuka, kawasan itu menjadi area terbatas dan dijaga sangat ketat oleh pasukan militer yang mereka sebut Military Access Control Zone atau MAC-Z. Robin menjadi penyiar radio dengan Steve sebagai technical support-nya, Dustin masih setia dengan Hellfire Club dan sering berziarah ke makam Eddie, Lucas masih setia mendampingi Max yang masih terbaring koma dan nggak berhenti berharap, Eleven berlatih bersama Hopper untuk persiapan mengalahkan Vecna di tengah ancaman pasukan militer yang memburunya.

Well, biar nggak terlalu panjang, kita sebut The Party untuk tim Mike, Will, Lucas, Dustin, Eleven, dan Max; Steve CS untuk tim Steve, Robin, Jonathan, dan Nancy; dan Hopper CS untuk tim Hopper, Joyce, dan Murray ya.

Malam itu, The Party (minus Max), Steve CS, dan Hopper CS merencanakan penyusupan ke Upside Down melalui gerbang utama MAC-Z yang dijaga militer. Penyusupan itu dilakukan oleh Hopper dan El, dan disupport oleh yang lainnya. Tujuan mereka nggak lain dan nggak bukan adalah memburu Vecna dan membunuhnya. Namun tanpa diduga, ancaman justru hadir di dunia nyata: Holly Wheeler diculik Demogorgon, menyisakan Mr dan Mrs Wheeler yang terluka parah akibat serangan monster itu, dan rumah keluarga mereka yang porak-poranda.

The Party menduga, tragedi hilangnya Will Byers beberapa tahun silam akan terulang. Dugaan mereka diperkuat dengan kemampuan Will yang mampu "melihat" melalui mata Demogorgon dan Vecna. Will melihat Holly yang disekap di dalam dinding mirip daging dengan semacam selang di mulutnya, sama seperti dirinya dulu. Dengan kemampuan ini, Will jadi mampu membaca rencana Vecna selanjutnya. Ia yakin bahwa setelah Holly, Vecna masih akan memburu beberapa anak lainnya, hingga mencapai 12 anak. Mereka pun segera menyusun rencana pencarian Holly, dan pencegahan penculikan anak-anak lainnya terjadi. Tentunya hal itu dibantu juga oleh Steve CS dan Hopper CS.

Sementara itu, Henry a.k.a. Vecna memanipulasi pikiran Holly, seakan-akan gadis kecil itu berada di rumah Henry yang nyaman, dan segala kebutuhannya terpenuhi. Henry berpesan bahwa Holly boleh melakukan apapun di rumah itu, kecuali pergi ke hutan yang berada nggak jauh dari rumah. Henry memperkenalkan dirinya sebagai Mr Whatsit, orang yang mencoba melindunginya dari monster jahat. Namun tanpa Henry ketahui, seseorang berhasil memancing Holly masuk ke dalam hutan.

Seseorang itu adalah Max Mayfield. Iya, Holly pun tentunya heran kenapa Max ada di sana, padahal jelas-jelas Max masih terbaring koma di rumah sakit. Max menjelaskan bahwa saat ini mereka berada dalam "penjara Henry", sebuah alam yang dibangun dari sekumpulan ingatan. Selama ini Max mencoba keluar dari penjara itu, namun selalu gagal. Satu-satunya tempat aman di penjara itu hanyalah sebuah gua yang entah kenapa Henry takuti.

Long story short, penglihatan Will berkembang pesat. Ia akhirnya menyadari bahwa dirinya, Vecna, dan makhluk-makhluk dari Upside Down lainnya merupakan satu kesatuan yang selain bisa saling melihat, juga bisa saling merasakan. Bahkan lebih hebatnya lagi, Will mampu mengendalikan serangan Demogorgon. Sumpah, di bagian ini rasanya aku mau teriak banget, karena Will, sosok yang selama ini terlihat paling rapuh, jadi badass banget woi! Bahkan Joyce, sang ibu yang selama ini begitu protektif terhadapnya, mendorong Will agar memanfaatkan kemampuannya itu untuk melawan Vecna.

Selain itu, Max akhirnya berhasil "pulang" dan bangun dari komanya. Meski begitu, ia nggak bisa membawa serta Holly, dan misi penyelamatan yang dilakukan oleh The Party, Steve CS, dan Hopper CS gagal karena Vecna akhirnya berhasil menculik 12 anak ke dalam sarangnya.

Yang mereka rasa, berada di sebuah rumah yang nyaman,
padahal aslinya ada di sarang Vecna.

Dari penelusuran Dustin, Steve, Nancy, dan Jonathan di Hawkins Lab di Upside Down, Dustin akhirnya menyadari bahwa apa yang mereka pelajari tentang Upside Down ternyata selama ini salah besar. Upside Down bukanlah dunia buatan Vecna ataupun Mind Flayer, melainkan sains. Mind Flayer berasal dari sebuah dimensi yang Dustin sebut "Abyss". Sedangkan Upside Down adalah "lubang cacing/wormhole" atau jembatan yang distabilkan oleh sesuatu yang disebut materi eksotis sehingga dapat menghubungkan dunia nyata dan Abyss. Mind Flayer memanfaatkan tubuh Henry sebagai wadah, menjadikannya sosok Vecna. Dengan kekuatan yang dimilikinya, Vecna ingin menggabungkan dua dunia menjadi satu: dunia nyata dan Abyss. Dan untuk menggabungkan dua dunia secara permanen ini tentunya membutuhkan kekuatan yang sangat besar. Itulah kenapa Vecna membutuhkan 12 orang anak buat mentransfer energi ke dia.

Oh ya, aku belum cerita ya tentang Kali? Masih ingat kan, Kali Prasad a.k.a Eight yang muncul di Season 2? Seperti dugaanku (dan mungkin dugaan kalian juga), Kali akhirnya muncul kembali di season ini. Meski sempat lolos berkali-kali dari kejaran polisi, ia akhirnya ditangkap, dan ditahan oleh pemerintah Hawkins untuk menjadi subjek eksperimen Dr. Kay, ilmuwan yang meneruskan eksperimen Dr. Brenner. Dalam satu kesempatan menyusup ke dalam MAC-Z, El dan Hopper menyelamatkannya. Kali pun bergabung dengan tim dalam misi penyelamatan anak-anak sekaligus perburuan Vecna.

The Party, Steve CS, dan Hopper CS pun kembali menyusun strategi untuk menggagalkan rencana Vecna. Dan dalam menjalankan strategi itu, mereka terbagi dalam beberapa tim. Well, as always.

Mike CS (Mike, Will, Lucas, Dustin), Steve CS (Steve, Robin, Jonathan, Nancy), dan Joyce memanjat tower radio dengan baju taktikal dan senjata. Rencana mereka adalah, saat Abyss mulai turun dan puncak tower menembusnya, mereka akan masuk ke Abyss untuk menghadapi Vecna secara fisik. Sementara El, Kali, dan Max menyusup ke alam pikiran Vecna untuk menyelamatkan Holly serta 11 anak lainnya dari ritual yang dilakukan Henry.

Dengan bantuan Mr. Clarke (guru sains Mike CS) yang mengakali gerbang utama MAC-Z biar bisa diakses, dan Erica Sinclair (adik Lucas) yang memantau dari menara gereja, seluruh tim (minus Max) plus Kali berhasil masuk Upside Down naik truk yang dikendarai Murray. Dr. Kay dan pasukan militer yang mengetahui penyusupan itu pun nggak tinggal diam mengejar mereka.


Hopper, El, dan Kali sempat tertangkap oleh pasukan militer. Saat pasukan militer memblock kekuatan El dan Kali melalui helikopter, Murray melemparkan granat ke arah helikopter itu hingga meledak dan terbakar hebat. Hopper dan El pun selamat, namun sayangnya Kali tertembak oleh salah seorang anggota militer dan tewas di pelukan El. Such a heartbreaking moment, padahal momen El & Kali VS Vecna ditunggu banget! Huhu.

Di Abyss, Mike CS, Steve CS, dan Joyce berhadapan dengan Mind Flayer dalam bentuk fisik monster laba-laba raksasa. Mereka pun dengan cepat mengatur strategi untuk berpencar dan menyerang dari segala sisi. Nancy tanpa ragu maju menjadi umpan dan memancing Mind Flayer mendekat ke celah tebing yang sempit, lalu menghujaninya dengan peluru. Jonathan, Robin, Lucas, dan Mike menyerang monster itu dari atas. Jonathan menyerang dengan flamethrower, Robin menghujani dengan molotov, Lucas melepaskan balon berisi bahan bakar, dan Mike menembakkan flare gun. Api berkobar di sekujur tubuh monster, yang bisa dirasakan juga oleh Vecna, membuatnya semakin lemah. Steve dan Dustin menyerang dari bawah perutnya. Mereka menusuk benda-benda mirip telur di perut monster itu hingga pecah. Mereka berteriak, "This is for Eddie!" sambil menghantamkan ujung tombak mereka.




Sementara itu, El yang berhasil masuk ke dalam tubuh monster, menyerang Vecna dari sana. Vecna hampir aja menyerang El dengan tentacle-nya, tapi Will dengan kemampuannya, menghentikan serangan itu. Ia bahkan mematahkan satu lengan Vecna sambil berkata, "We're not afraid of you anymore!" Sumpah, scene ini tuh... super duper epic!! Melihat Will yang melawan Vecna, yang selama ini menganggapnya rapuh dan lemah, membuatku merinding sebadan-badan :')



Lalu di satu kesempatan itu, El langsung mengerahkan kekuatan kinetiknya untuk memberikan serangan terakhir bagi Vecna. Dalam satu kali hentakan, ia mendorong tubuh Vecna ke sebuah duri raksasa.

Mind Flayer terbakar hebat seiring dengan jantungnya yang menyusut. Anak-anak pun selamat. Mereka memuntahkan partikel Mind Flayer dari tubuh mereka. Apakah Vecna mati? Belum. Dia masih sakaratul maut di duri itu. Tubuhnya tertancap kuat, mulutnya mengeluarkan darah hitam. Joyce maju menghampirinya, dengan sebilah kapak di tangan. "You fucked with the wrong family", ucapnya. Lalu ia mengayunkan kapaknya kuat-kuat ke leher Vecna, disaksikan oleh Will, El, Mike, Dustin, Lucas, Jonathan, dan Nancy. Segala ingatan tentang rasa sakit dan trauma yang selama ini mereka lalui (nyawa-nyawa yang hilang, rasa takut, dan kebahagiaan yang terenggut) berkelebat di kepala mereka, seiring dengan ayunan kapak Joyce yang menghantam leher Vecna berkali-kali. Pada hentakan yang kesekian kalinya, ayunan kapak Joyce memutus kepala Vecna dari tubuhnya, membuatnya mati.


Sebelum seluruh tim dan anak-anak yang mereka selamatkan meninggalkan Upside Down, Hopper dan Murray mengatur timer bom di dekat material eksotis yang menyangga wormhole. Bom itu menghancurkan wormhole Upside Down secara permanen, membuat semua portal tertutup.

Seluruh member tim dan anak-anak selamat. Ya, kecuali Kali. Sedikit mengecewakan bagi aku dan penonton yang mengharapkan kolaborasi El dan Kali sampai akhir. Namun meski nggak bertarung sampai akhir, tanpa Kali, mungkin El dan Max nggak akan berhasil membongkar kebohongan Henry di depan anak-anak dan membawa mereka keluar dari rumah Henry. Dan El, pada akhirnya memutuskan untuk mengorbankan dirinya. Saat seluruh member keluar dari Upside Down, dia tampak berdiri di gerbang Upside Down, say goodbye sama Mike, dan membiarkan dirinya musnah bersama Upside Down agar eksperimen Dr. Kay tidak terus berlanjut.

Entah harus senang atau kecewa dengan ending-nya yang bisa dibilang terlalu sempurna. Rasanya lega memang karena hampir seluruh member tim selamat, tapi ya gitu deh. It's too unreal nggak sih? Aku heran, kenapa yah Demogorgon terkesan pilih-pilih kalo mau nyerang? Mereka bisa menyerang para anggota militer bersenjata lengkap, bisa menyerang Mr & Mrs Wheeler hingga luka berat, tapi ditendang Lucas aja mental, bahkan mundur ketika diancam Joyce pakai kapak. Aku juga sebenarnya bertanya-tanya mengenai koneksi pikiran antara Will, Vecna dan Mind Flayer. Ada adegan di mana Will bisa merasakan ketakutan dan rasa sakit yang Vecna rasakan. Tapi di final battle, kenapa Will nggak bereaksi apapun saat Mind Flayer terbakar, Vecna sekarat, dan kepalanya dipenggal? Selain itu, sebagian besar tokoh utama dalam series ini kan nggak punya superpower, tapi mereka bisa mengalahkan monster berkali-kali tanpa luka sedikitpun. Bahkan saat dikejar monster laba-laba raksasa. Harusnya yah, minimal ada satu orang yang keinjak, atau ketiban batu gitu 😅 Sedangkan di sini, yang kena imbas pertarungan melawan monster laba-laba raksasa itu cuma Dustin dan Steve: badannya bau telor, entah bau tahi. Wkwkwk. Yah, kolaborasi Dustin-Steve memang selalu hilarious ya? Jujur, duet mereka berdua adalah yang paling sering kutunggu.

Daaaan, biasanya dalam film itu ada tokoh yang jadi beban, sering membuat keputusan bodoh, dan cenderung tidak menguntungkan, tapi di Stranger Things enggak. Seluruh member tim memegang peran krusial masing-masing. Mike sebagai penyusun strategi, El dan Hopper sebagai eksekutor, Dustin sebagai pemecah teori (well, semua member juga sering kasih teori dan gagasan sih, tapi Dustin lebih dominan di sini), Steve dan Murray sebagai pengemudi handal, Will sebagai penahan serangan Vecna, Robin dan Joyce sebagai moral support untuk Will, serta Jonathan, Nancy, dan Lucas sebagai fighter yang tangguh.

Mungkin memang ada scene yang membuatku (dan mungkin penonton lainnya) geregetan karena hal yang entah bisa dibilang ceroboh atau enggak. Misalnya keputusan keliru Nancy yang menembak material eksotis karena dikira lapisan pelindung yang menghalangi akses ke Vecna, sehingga membuat Upside Down sempat gonjang-ganjing dan dirinya hampir mati bareng Jonathan. Atau Lucas yang tetap memutar lagu untuk Max meskipun nyawa mereka tengah di ujung tanduk, dikejar Demogorgon bareng Robin dan pasangan lesbinya. Tapi dua hal itu nggak lantas membuatku sebal sama mereka karena "kontribusi" mereka lebih banyak ketimbang nyusahinnya. Wkwk.

Material eksotis yang "marah" pasca ditembak Nancy

Lucas tetap memutar Running Up That Hill
untuk Max meskipun dikejar Demogorgon

Well, kembali ke cerita. 18 bulan setelah peristiwa itu, Hawkins mulai pulih, Steve CS menjalani kehidupan barunya masing-masing, dan The Party merayakan kelulusan mereka. Dustin menjadi siswa terbaik di sekolahnya dan memberikan pidato yang berkesan. Di sini ada scene yang awkward sekaligus gemes banget. Ingat kan, di Season 2 Dustin mendapat banyak penolakan dari cewek-cewek yang ia ajak berdansa di Snowball Party? Nggak ada satupun yang mau menghabiskan waktu bersamanya di acara itu, sampai akhirnya Nancy mengulurkan tangan, mengajak Dustin berdansa sama dia. Ketika itu Nancy bilang bahwa suatu saat nanti, Dustin akan membuat cewek-cewek tergila-gila. Dan kini, kata-kata Nancy itu agaknya terbukti.

Setelah memberikan pidato dan turun dari podium, Dustin dihampiri oleh Stacy, cewek yang menolaknya dulu. Stacy memuji pidato Dustin yang keren. Kalo pujian semacam itu dilemparkan ke Dustin beberapa tahun lalu, mungkin Dustin bakal semaput mendengarnya. Tapi kali ini, wajah cantik aja nggak cukup buat seorang Dustin Henderson. Sumpah, dia savage banget waktu bilang, "Aku meniru sedikit gaya Belushi, tapi ala film-film John Hughes. Entahlah kau paham tidak?"

Dan ekspresi Stacy kayak yang bingung gitu, tapi maksa bilang, "Paham kok". But poor Stacy, Dustin is not into her anymore. Wkwkwk.

Malam itu, Mike, Will, Dustin, Lucas, dan Max menghabiskan waktu bersama, bermain D&D di basement rumah Mike. Menjelang akhir permainan, Mike yang berperan sebagai Dungeon Master menuturkan kisah akhir Penyihir dalam tokoh permainannya (dalam hal ini, Eleven) yang sebenarnya belum mati. Ia hanya menghilang dengan kemampuan ilusi yang Kali ciptakan sesaat sebelum ia meninggal untuk memalsukan kematiannya agar dapat pergi jauh ke tempat yang nggak diketahui siapapun, memulai kehidupannya yang baru.

Dengan kata lain, ending Eleven ini kayak dibuat ambigu gitu. Kita diajak untuk memilih, percaya yang mana : El masih hidup, atau musnah bersama Upside Down. Meski hanya teori, tapi Mike, Will, Dustin, Lucas, dan Max memutuskan untuk percaya. Aku pribadi sih memilih untuk meyakini bahwa El udah musnah bersama Upside Down yaa, karena aku nggak yakin kekuatan ilusi milik Kali akan bertahan sedemikian lamanya, bahkan setelah si pemilik kekuatan meninggal. 

Mereka mengakhiri permainan dengan penuh haru, dan satu persatu meninggalkan basement. Holly dan empat kawannya bergegas mengambil alih tempat itu untuk bermain D&D. Sebelum meninggalkan basement, Mike menatap kelima anak itu. Well, melihat mereka mungkin Mike seperti melihat dirinya dan teman-temannya beberapa tahun lalu.

So, this is the end. 


Sumpah, nggak pernah rasanya aku sesedih ini menamatkan series. Mengikuti mereka sejak masih uwu-uwu sampai dewasa kayak gini rasanya kayak melihat mereka bertumbuh. Kayaknya aku bakal susah move on deh, apalagi banyak momen emosional di season ini.

Perselisihan Dustin dan Steve.

Saat menyusup ke Hawkins Lab di Upside Down, Dustin dan Steve sempat berselisih hingga keduanya terlibat perkelahian fisik. Lalu ada satu momen di mana Steve ceroboh meletakkan tangga besi di dinding yang nggak stabil dan berpotensi runtuh, namun Steve bersikeras ingin memanjatnya meskipun Dustin udah memperingatkan. Dustin langsung menarik Steve dan memeluknya erat. Sambil menangis, Dustin bilang bahwa dirinya nggak mau kehilangan Steve seperti saat ia kehilangan Eddie. Tepat beberapa saat setelah Dustin mengucapkannya, dinding itu runtuh, menyisakan Dustin dan Steve yang tertegun.

Pengakuan Nancy dan Jonathan.

Sesaat setelah Nancy menembak material eksotis di atas Hawkins Lab di Upside Down dan membuat Upside Down hampir musnah, ia dan Jonathan sempat terjebak di dalam sebuah ruangan yang meleleh dan dibanjiri cairan berwarna abu-abu mirip semen dari lelehan itu. Mengira nyawa keduanya akan berakhir di sana, mereka pun saling jujur tentang hubungan mereka yang udah nggak baik-baik aja sejak di Season 4. Jonathan mengungkap bahwa selama ini dirinya nggak pernah daftar kuliah di Emerson, dia juga malas baca artikel Nancy, Nancy bilang bahwa sebenarnya dia benci The Clash (band favorit Jonathan), dia juga benci kebiasaan Jonathan yang sering telat meskipun dia nggak pernah berkomentar soal itu, dan kejujuran-kejujuran lainnya. Setelah mengungkapkan semua itu, Jonathan mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya, dan bilang, "Nancy Wheeler, would you not marry me?" yang disambut Nancy dengan anggukan. Mereka pun saling berpelukan dan mengucap "I love you". Jonathan melempar cincin itu, dan entah bagaimana ruangan itu berhenti meleleh. Mereka pun selamat. Aku sempat berpikir hubungan mereka bakal naik ke jenjang yang lebih serius, tapi rupanya justru sebaliknya, they officially break up, karena mereka sadar bahwa melanjutkan hubungan justru akan membuat segalanya lebih buruk.

Pengakuan Will.

Beberapa waktu sebelum berangkat ke "medan pertempuran", Will mengumpulkan seluruh tim untuk mendengar pengakuannya. Dengan gugup, ia mengungkapkan jati dirinya, tentang orientasi seksualnya yang berbeda dengan kawan-kawannya. Ketika mengungkapkan itu, ia sempat berhenti sejenak (entah menunggu reaksi pendengar, atau menyusun kata-kata selanjutnya). Ketika itu, ekspresi ibu dan kawan-kawannya tampak heran, namun Jonathan dan Robin tersenyum penuh arti, karena cuma mereka berdua yang notice soal itu. Will bilang bahwa Vecna menunjukkan padanya bahwa suatu saat ia akan ditinggalkan oleh semua orang karena orientasinya itu, dan ia takut. Mendengar itu, Joyce langsung meyakinkan Will bahwa putranya itu nggak akan kehilangannya. Lalu Jonathan, sang abang menyusul berkata, "Kau takkan kehilangan aku", lantas berdiri dan memeluknya, disusul Lucas, Dustin, Mike, dan El.

Masa Lalu Henry.

Max yang mengetahui bahwa Henry takut masuk ke dalam gua, memandu Holly dan 11 anak lainnya masuk ke dalam gua itu. Namun menyadari ritualnya yang tinggal sedikit lagi, Henry memutuskan untuk melawan rasa takutnya. Perlahan-lahan, ia masuk ke dalam gua itu, meski bayangan masa lalu berkelebat di pikirannya. Ia melihat Henry kecil yang menemukan seorang ilmuwan yang terluka di dalam gua. Henry kecil ingin menolongnya, namun ilmuwan itu tampak panik. Ia memeluk erat sebuah koper sambil mengacungkan pistol pada Henry kecil, lalu melepaskan tembakan hingga melukai tangannya. Henry kecil yang merasa dirinya diserang pun menghantamkan batu berkali-kali ke kepala ilmuwan itu. Setelah ilmuwan itu nggak berdaya, Henry kecil membuka isi koper itu. Di dalamnya terdapat batu hitam dengan garis-garis yang menyala merah. Henry kecil menggenggamnya di tangan. Yang nggak ia ketahui, batu itu berasal dari Abyss dan berisi partikel Mind Flayer. Mind Flayer pun "menginfeksi" Henry kecil melalui luka tembak di tangannya, dan mengunci kekuatan jahatnya di dalam tubuh Henry.


Will yang juga melihat dan merasakan masa lalu Henry, berbisik padanya agar melawan. "Itu bukan kau. Sama sekali bukan kau. Kau masih kecil, sepertiku. Ia memanfaatkanmu untuk membawanya ke sini. Kau sama sepertiku, Henry. Sebuah wadah. Tapi kau bisa melawannya. Bantu kami. Jangan biarkan ia menang".

Henry menangis mengingat semua itu. Scene ini menunjukkan bahwa Henry sebenarnya masih memiliki sisi manusia dalam dirinya dan punya pilihan untuk melawan Mind Flayer, sama seperti Will. Bedanya, Will punya keluarga dan para sahabat yang menjadi support system-nya, sedangkan Henry tidak. Ia memilih untuk tetap bergabung dengan Mind Flayer.

Per hari ini udah lima hari berlalu pasca nonton, dan aku belum tertarik nonton film atau series lain, malah rewatch Stranger Things season-season sebelumnya. Dan menulis ini sambil mendengarkan Running Up That Hill - Epic Version milik Samuel Kim membuatku merinding sekaligus hampa, menyadari petualangan ini udah berakhir. Series ini bukan cuma tentang monster dan supernatural, melainkan tentang pertemanan, keluarga, tumbuh dewasa, dan menghadapi trauma bersama.

Total Tayangan Halaman

 
;