Kamis, 16 Agustus 2012 0 komentar

Berawal Dari Sebuah Obsesi

Berawal dari kekagumanku sama tokoh L dalam film Death Note, aku jadi tertarik sama hal-hal yang berbau misteri, dan terobsesi untuk jadi seorang detektif. Ini bukan omong kosong. Aku bersungguh-sungguh sama keinginanku ini.

Baru aja kemaren aku memecahkan sebuah kasus penipuan di Facebook. Well, kayanya terlalu lebay juga sih kalo kita sebut 'kasus penipuan'. Haha.. Terserahlah mau sebut apa.
Jadi ceritanya di Facebook aku punya empat orang temen yang bisa dibilang cukup deket. Ada T, ada M, dan ada F (maap, cuma inisial doang yang aku sebutin). Awalnya hubungan pertemanan kami baik-baik aja, sampe akhirnya salah satu dari temenku, yang bernama T menanyakan sesuatu ke aku, "Kamu pernah curiga nggak sih kalo F itu sebenernya adalah akun palsu?"
Aku heran sama pertanyaan dia. Selama ini aku nggak pernah mencurigai siapapun diantara temen-temenku itu, termasuk F, kecuali foto-foto yang ada di album F, yang selama ini diakui sebagai foto miliknya. Fotonya cantiiiiikk banget. Dengan penampilan kayak gitu, dia cocok jadi model. Banyak yang naksir sama dia karena kecantikannya. Dan aku mencurigai bahwa foto itu palsu. Tapi aku nggak punya prasangka apa-apa waktu T melemparkan pertanyaan itu ke aku. Aku coba meyakinkan dia bahwa dugaannya pasti salah.

Beberapa waktu setelah T melemparkan pertanyaan itu, aku kepikiran terus. Aku terdorong buat melakukan penyelidikan. Emang mencurigakan sih. Coz selama ini aku nggak pernah ngeliat foto dia bareng temen-temennya. Selain itu foto-foto yang di-tag temen-temen Facebook-nya juga ditutup. Karena fotonya yang aku curigain, akhirnya aku jadiin foto dia sebagai target utama penyelidikan.

Awalnya aku selidikin akunnya. Aku buka album-album fotonya. Ternyata nggak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Aku ngincer foto-foto yang di-tag temen-temennya, tapi seperti apa yang aku bilang tadi,  albumnya ditutup. Begitu juga dengan album yang menyimpan foto-foto yang dia akuin sebagai foto-foto miliknya. Padahal aku juga butuh foto-foto (yang diduga palsu) itu buat dilacak.
Aku hampir putus asa. Aku nggak begitu yakin penyelidikan ini bakal membuahkan hasil. Tiba-tiba terlintas dipikiran aku buat melacak foto profilnya. Kebetulan dia pake salah satu foto yang diduga palsu itu sebagai foto profilnya. Akhirnya aku download tuh foto, dengan harapan foto itu bener-bener bisa dilacak walaupun ukurannya kecil.

Setelah foto itu didownload, aku mulai melakukan penyelidikan, sesuai dengan cara penyelidikan yang udah aku pelajari sebelumnya. Aku buka situs Google pencarian gambar. Trus aku klik gambar kamera yang ada disisi kanan kolom pencarian. Setelah itu aku diperintahkan untuk mengupload foto yang mau dilacak. Aku upload deh tuh foto. Setelah terupload, mesin pencari Google mulai melacak foto itu.

Dan.. GOTCHA!! Finally I got the answer!
Seperti yang udah aku duga, foto-foto F bukan foto asli.
Mesin pencari Google menemukan beberapa halaman yang memuat foto-foto yang mirip dengan foto-foto yang aku upload. Tapi halaman-halaman itu menggunakan bahasa yang aku sendiri ngga tau itu bahasa apaan. Bahasa Vietnam mungkin. Aku buka halaman itu satu persatu, dan memang aku temuin foto-foto lain yang pernah aku liat di akun F. Damn! Kami bener-bener ketipu. Cewek cantik yang ada di foto itu ternyata bukan F.

Di salah satu halaman, aku menemukan sebuah nama yang aku duga sebagai nama dari pemilik asli foto-foto itu. Aku masukin nama itu ke Google buat ngebuktiin dugaan aku. Dan dugaan aku emang bener. Foto-foto dari orang yang aku maksud itu keluar semua, beserta keterangan siapa cewek itu sebenernya. Namanya Hoang Thuy Linh, penyanyi asal Vietnam.

Setelah menemukan jawaban, aku langsung mengabarkan hal itu ke T. Sebagai salah satu temen FB yang paling deket sama aku dan juga F, dia harus tau. Aku ceritain ke dia tentang kepalsuan foto-foto F, juga tentang siapa pemilik asli foto-foto itu. Dia kaget, of course. Dia juga bilang ke aku untuk ngga ceritain hal ini ke siapapun. Katanya, cukup kami berdua aja yang tau.

Dia juga heran, gimana caranya aku ngebongkar itu semua. Awalnya aku nggak mau cerita. Tapi akhirnya aku kasih tau juga. Yah, itung-itung bantu temen sendiri, biar dia nggak jadi korban penipuan foto-foto Facebook buat kedua kalinya. Ngedenger penjelasan aku, dia muji aku berlebihan. Dia bilang bahwa aku bisa jadi penerus L dan anggota FBI. Sumpah, ini pujian yang lebay banget karena pada kenyataannya otak aku lemot dan nggak secerdas itu, apalagi untuk bisa seluarbiasa L dan para anggota FBI yang aku kagumin selama ini dan jadi inspirasi aku.

Awalnya cuma foto dia doang yang aku kira palsu. Tapi setelah aku iseng telusurin kronologinya, aku menemukan beberapa keanehan, terutama isi statusnya.
Bahkan Facebook mantannya yang bernama D nggak luput dari sasaran penyelidikan aku. Dan disana aku juga menemukan beberapa keanehan yang menurut aku nggak masuk akal.

Aku melakukan penyelidikan itu selama beberapa hari. Dan dari penyelidikan itu, muncullah dua dugaan.
DUGAAN PERTAMA : akun F awalnya dimilikin sama seorang cewek bernama FS, yang kemudian diambil alih kepemilikannya tanpa mengubah nama dan profilnya,
DUGAAN KEDUA : akun F emang palsu dari awal.
Yang jelas, aku dan T yakin banget kalo akun F ini dikelola sama seorang cowok, bukan cewek seperti yang selama ini aku dan temen-temen Facebook nya kenal. Aku dan T bahkan mencurigai D. Kami yakin bahwa dialah yang mengelola akun itu.

Sampe akhirnya, kemaren aku temukan jawabannya. Ternyata lagi-lagi dugaan kami bener. F adalah D, orang yang selama ini mengaku sebagai mantannya.

Aku nggak ngasih tau hal ini ke siapa-siapa. Cuma T dan M doang yang tau, karena aku pikir mereka temen Facebook yang deket sama aku dan juga F. Sumpah, kami ngerasa dibodohi selama ini. Untungnya aku nggak terlalu terbuka dan curhat ini itu sama dia. Tapi jujur, sayang banget rasanya. Pertemanan kami udah cukup deket. Kami sering ngobrol bareng, seru-seruan bareng, bercanda bareng.. bahkan pertemanan kami sampe diabadikan dalam gambar animasi. Nggak disangka bahwa salah satu diantara kami adalah palsu.

Walaupun kami udah tau siapa pelakunya, tapi apakah akun F itu akun palsu dari awal atau akun yang diambil alih, itu masih jadi pertanyaan. Yang jelas, sampai dengan ini aja pun aku udah ngerasa cukup puas.

Sekarang aku tinggal mikir, apa tindakan aku selanjutnya. Apakah diem? Atau serang dia?


Minggu, 29 Juli 2012 1 komentar

Fakta Andy Biersack

WARNING!
Kalo mau copy-paste, tolong cantumin link sumber atau nama blog ini ya.
Thank you :)


Nama asli Andy Biersack (dulu biasa dikenal dengan nama Andy Six) adalah Andrew Dennis Biersack

Andy lahir di Winconsin, Milwaukee, AS pada tanggal 26 Desember 1990.
Namun ia pindah ke Cincinnati, Ohio ketika ia masih kelas 6 SD

Andy adalah anak tunggal dari pasangan bernama Amy dan Chris ‘Brock’ Biersack

Andy terlahir sebagai seorang umat kristiani. Ia dibesarkan di sebuah rumah Katholik Roma. Tapi setelah dewasa, ia memutuskan untuk menjadi seorang Atheis

Pada umur 14 tahun, Andy memiliki sebuah band yang diberi nama Biersack. Band ini banyak men-cover lagu-lagu milik Alkaline Trio dan The Misfits

Dulunya Andy Biersack adalah seorang model. Pada tahun 2005, ia pindah ke Burbank, California untuk memulai akting. Ia telah membintangi beberapa buah iklan, diantaranya adalah AT&T dan Montana Meth

Tahun 2006, ia kembali ke Cincinnati untuk memulai Black Veil Brides

Andy mendirikan Black Veil Brides pada tahun 2006. Band ini mengeluarkan debut albumnya pada tahun 2010

Black Veil Brides telah beberapa kali kehilangan personil dan berubah formasi. Andy adalah satu-satunya personil asli BVB yang masih bertahan

Selain menyanyi, Andy juga dapat bermain bass dan berakting. Ia juga ahli bermain hockey

6 adalah angka keberuntungan Andy Biersack. Itulah kenapa dia menyelipkan kata ‘Six’ dibelakang nama panggilannya. Banyak orang yang salah dalam mengeja namanya dengan double X. Maka sekarang ia memutuskan untuk menggunakan nama aslinya

Dennis Westower is Andy Biersack's pornstar name. Well, dia emang bukan bintang porno. Tapi dalam sebuah wawancara, dia mengatakan bahwa seandainya dia adalah seorang bintang porno, maka dia akan menggunakan nama itu

Warna mata Andy adalah biru

Warna favorit Andy Biersack adalah hitam dan merah

Andy Biersack sebenarnya berambut pirang

Rambut Andy sebenarnya agak ikal

Andy sering menulis puisi

Andy menderita ADD (Attention Deficiency Disorder)

Andy memiliki tinggi badan 6 kaki 2 inchi (sekitar 188 cm)

Ketika kecil, Andy mengalami kelebihan berat badan. Hal ini membuat ia dianggap aneh oleh teman-temannya. Pada umur 13 tahun, Andy memutuskan untuk mengurangi berat badannya

Ketika kecil, Andy juga sering dijuluki ‘emo’ dan ‘fag’ oleh teman-temannya

Video klip Knives And Pens adalah video klip yang memiliki arti penting. Video ini menggambarkan masa lalu Andy Biersack. Poster ‘fag’ dan ‘emo’ yang ditempel di loker sekolah dalam video klip itu benar-benar terjadi pada Andy di masa lalunya

Kebanyakan lagu yang dia ciptakan terinspirasi dari pengalamannya di-bully ketika dia masih kecil

Andy mengecat salah satu kuku di jari tangan kanannya dengan warna merah untuk memberinya kekuatan dan kepercayaan diri

Matt Good adalah teman baik Andy

Batman adalah tokoh favorit Andy

Andy mengidolakan Alkaline Trio

Andy memiliki tato Azrial Batman di lengan kanannya, sementara di lengan kirinya ia memiliki tato hati Alkaline Trio beserta inisial nama mantan pacarnya (Scout Taylor Compton), bunga prosesi pemakaman, dan tengkorak Misfits

Andy mendapatkan tato pertamanya diusia 15 tahun

Andy Biersack pernah menjalin asmara selama kurang lebih enam tahun dengan Scout Taylor Compton yang merupakan seorang aktris. Tahun 2010, Andy berkenalan dengan seorang model bernama Hanna Beth. Sejak itu, hubungan mereka semakin dekat.
Sebenarnya, sebelum Hanna berkenalan dengan Andy, ia telah memiliki pacar bernama Trace Cyrus. Kedekatan Hanna dan Andy diketahui oleh pacar Hanna. Hal ini membuat Hanna putus dengan pacarnya. Kedekatan Hanna dan Andy juga diketahui oleh Scout, dan akhirnya pada tahun 2010, Andy dan Scout mengakhiri hubungan mereka.
Hubungan Andy dan Hanna juga nggak berjalan lama. Mereka hanya menjalin hubungan selama tiga minggu.
Dan sekarang Andy Biersack berpacaran dengan Juliet Simms, vokalis Automatic Loveletter

Andy adalah penyayang binatang

Andy adalah seorang pecandu rokok, namun ia bukan pecandu narkoba.
Tapi dia (dan juga tiga personil BVB yang lain) nggak berani merokok didepan Ashley, karena Ashley akan menceramahi mereka habis-habisan

Kebiasaan aneh Andy yaitu menatap matanya sendiri didepan cermin dan mencoba menghipnotis dirinya sendiri (aku pernah ngelakuin ini beberapa kali, tapi nggak jadi kebiasaan juga kali.. haha.. koplak juga nih orang..)

Kalo soal makanan dan minuman, Andy suka strawberry milk, keju, egg nog, dan spicy pumpkin

Like this Facebook fanpage if you don't mind www.facebook.com/AndyBiersackAndJamesCheal. Thank you :)

*Dari berbagai sumber*
Kamis, 19 Juli 2012 0 komentar

Acara Pembinaan Kader Remaja Oleh Dinas Kesehatan

Aku nggak percaya, aku bisa ikut dalam acara Pembinaan Kader Remaja yang dilaksanain sama Dinas Kesehatan di kotaku. Sebenernya aku nggak mau ikut acara beginian, mengingat aku susah banget buat bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan baru. Tapi ibuku yang merupakan salah satu kader di RW aku, maksa aku buat ikut. Begitu juga dengan bapakku. Katanya aku harus latihan bersosialisasi dan beradaptasi di masyarakat dan lingkungan baru. Akhirnya dengan terpaksa aku ikut, mewakili RW 09 di kelurahanku. Jadi selama tanggal 16 sampe tanggal 18 kemaren, tepatnya hari Senin sampe Rabu, aku ikut acara itu bareng Mbak Tiyas, yang juga mewakili RW 09.

Acara itu dilaksanain di hotel baru. Namanya Hotel Bagus Inn. Aku kira cuma remaja doang yang ikut acara ini, tapi ternyata ada ibu-ibu juga. Selama ikut acara itu, para peserta pembinaan dibina untuk menjadi kader yang baik. Kami juga dikasih penjelasan mengenai berbagai macam masalah kesehatan, seperti bahaya merokok dan narkoba, masalah gizi, masalah kesehatan reproduksi.. macem-macem deh. Ada tiga buah materi yang disampaikan tiap harinya. Selama ngikutin acara itu, aku berasa kayak orang penting yang ngadain meeting-meeting gitu. Hahaha..

Di hari pertama, aku ngerasa enjoy aja, walaupun aku cuma duduk dan ngedengerin orang-orang dari Dinas Kesehatan itu ngomong sambil sesekali mencatat hal-hal penting aja. Tapi di hari kedua, munculah masalah itu. Disalah satu materi, para peserta diharuskan berdiskusi. Tapi sebelum itu, kami diharuskan membentuk kelompok yang terdiri dari sepuluh orang per kelompoknya.
Pembentukan kelompok itu dilakukan dengan cara menghitung. Kebetulan hitungan sepuluh jatuh di Mbak Tiyas. Otomatis aku harus terpisah dari dia. Damn! Padahal satu-satunya orang yang aku kenal disana cuma dia. Dan kelompok aku waktu itu isinya ibu-ibu dan anak-anak cowok. Parah! Parah banget!

Aku nggak ngerti kenapa itu terjadi sama aku. Kenapa ini kayak udah diatur? Kenapa harus aku yang dipisah sama orang yang aku kenal? Mood aku langsung berantakan seketika itu juga. Aku ngerasa Tuhan sengaja bikin aku bad mood. Dia tau aku nggak bisa bersosialisasi, Dia tau bahwa aku paling payah dalam kerja kelompok, makanya Dia pisahin aku dari Mbak Tiyas dan masukin aku ke kelompok yang semuanya ibu-ibu dan anak-anak cowok. Aku jadi inget waktu aku jadi peserta English Debate Competition dua tahun lalu.

Waktu temen-temen satu tim aku nyampein argumen, nggak ada yang menginterupsi atau mengajukan pertanyaan. Giliran aku yang nyampein argumen, aku malah dilempar pertanyaan. Aku yang gampang nervous nggak bisa menangkap apa yang ditanyakan, dan akhirnya aku nggak bisa jawab. Itu parah banget!

Kenapa itu semua bisa kebetulan terjadi pada aku? Udah kayak adegan di film-film aja.
Itulah kenapa, aku bilang bahwa Tuhan sengaja bikin aku bad mood.

Selama acara diskusi, aku cuma duduk manis di kursiku. Aku nggak tau gimana harus berkomunikasi sama anggota-anggota kelompok aku yang usianya jauh lebih tua dari aku itu. Aku cuma terkagum-kagum aja sama para peserta lain yang bicara didepan buat menyampaikan argumen kelompoknya.
Malu banget aku. Aku ngerasa nggak berguna. Tapi gimana dong. Nggak mudah bagi aku buat beradaptasi, apalagi aku baru berkunjung ke tempat itu dua kali. Nggak bisa aku beradaptasi dalam waktu sesingkat itu.

Ah.. bener-bener nggak bisa diungkapin dengan kata-kata perasaan aku waktu itu. Aku udah kayak anak ilang aja. Rasanya aku pengen ngikutin kata-katanya Bang Raditya Dika, "PURA-PURA MATI!" -__-

Di hari ketiga, baru deh aku enjoy lagi. Malah di hari ketiga ini aku lebih ngerasa seneng dibanding hari-hari sebelumnya. Apalagi materi terakhir disampein sama seorang psikolog. Dari dulu, aku kagum banget sama yang namanya psikolog. So, walaupun dia ngobrol panjang lebar selama kurang lebih dua jam, aku nggak bosen atau ngantuk dengernya.

Sebelum pulang, di hari terakhir itu aku dan para peserta pembinaan berfoto bareng. Kami juga dikasih uang saku. Nggak lebih dari 50 ribu sih, tapi lumayanlah. Selama tiga hari itu kami dapet makan siang, dapet snack, dapet tas, dapet block note, dapet pensil, dapet pulpen, dapet duit, dapet pengalaman, dan yang paling penting dapet ilmunya. Hehe..


Kamis, 12 Juli 2012 0 komentar

Addicted to Death Note


Mungkin aku telat nonton film yang satu ini, Death Note. Film Jepang yang muncul sekitar tahun 2006 ini baru aku tonton baru-baru ini.
Sebenernya aku tertarik sama film ini sejak tahun 2009. Waktu itu sodaraku ngirimin aku tema bergambar Death Note buat diaplikasikan ke HP Nokia-ku waktu itu. Begitu liat gambarnya, aku langsung suka. Tapi karena waktu itu aku belom punya notebook, aku belom bisa download filmnya.

Sekitar bulan Maret 2012, ortu-ku baru beliin notebook buat aku dan sekitar bulan Mei aku baru unduh tuh film dari Youtube. Awalnya aku ngerasa biasa aja, sampe akhirnya aku dibuat tertarik sama salah satu tokoh dalam film itu, Ryuzaki atau L (diperankan oleh Matsuyama Kenichi).

Kesan yang pertama aku tangkap dari sosok L adalah aneh dan misterius.
Tubuhnya kurus tinggi dibalut kaos putih polos panjang dan celana jeans. Dia selalu pake pakaian yang sama setiap harinya. Well, mungkin dia nggak pernah mandi. Hahaha..
Kulitnya putih pucat, dengan lingkaran hitam di bawah mata. Sikapnya aneh. Dia selalu duduk dengan posisi jongkok dan tangan megang lutut. Kadang meletakkan telunjuk atau ibu jarinya di bibir. Dia juga biasa megang sesuatu dengan ujung telunjuk dan ibu jarinya. Kalo berdiri, punggungnya bungkuk dan tangannya dimasukin ke kedua saku celananya. Kadang sikapnya kayak anak kecil. Selain itu dia selalu makan makanan manis. Tapi selebihnya, dia adalah seorang cowok cute dan seksi dimataku.

Siapa sangka, dibalik penampilan dan sikapnya yang aneh dan kayak orang abnormal, tapi dia punya otak yang luar biasa cerdas. Walau mukanya kayak orang bego *oh I'm so sorry for saying it* tapi dia adalah seorang detektif muda kelas dunia. Dialah orang yang mengungkapkan siapa ‘Kira’ sebenarnya dan memecahkan misteri Death Note.

Dari informasi yang aku peroleh, dia duduk dengan posisi jongkok karena dengan posisi seperti itu, dia bisa lebih berkonsentrasi. Kalo dia duduk normal, tingkat konsentrasinya berkurang sekitar 40%. Dan makanan manis yang dia konsumsi bisa memperkuat daya ingatnya. Itulah kenapa aku tertarik sama tokoh yang satu ini. Entah kenapa aku selalu tertarik dan penasaran sama cowok smart, cool, dan misterius. Ketiga karakter itu ada di sosok L. Selain itu karena dia cakep. Hahaha..
Sekilas aku liat dia mirip Kevin Aprilio. Tapi L lebih keren, of course :D




Sebenernya Light atau Kira (diperankan oleh Tatsuya Fujiwara), tokoh utama yang lainnya juga nggak kalah awesome sih. Dia juga keren. Kecerdasannya pun setara sama L. Hanya aja dia normal, nggak aneh dan kekanak-kanakan kayak L. Tapi entah kenapa aku lebih interest sama L. Kemisteriusannya selalu bikin aku penasaran dan mendorongku buat mencari tau lebih banyak hal tentang dia.

Sampe saat ini, aku udah nonton Death Note (movie), Death Note 2 : The Last Name (movie), Death Note (anime), dan Death Note 3 : L Change the World.
Aku sempet merinding liat ending cerita Death Note 2. Tragis banget, coz kedua tokoh favoritku mati di akhir cerita. Sedangkan di Death note 3, aku dibuat terkagum-kagum sama aksi L menyelamatkan kedua anak kecil bernama Boy dan Maki. Jealous juga aku waktu liat adegan Maki nyenderin kepalanya di bahu L. Ada juga adegan di pesawat pas L meluk kepala Maki. Gila, kok rasanya nyesek ya. Emangnya dia siapa aku coba? Mhuahahaha..

Walau agak kurang ngerti apa hubungan Death Note dan Death Note 2 dengan Death Note 3, tapi aku acungin empat jempolku buat film-film ini. Sumpah, aku speechless nonton keseluruhan filmnya. Selain karena ceritanya yang seru, aku juga kagum sama tokoh-tokohnya. Aku kagum setengah mati sama kecerdasan Light dan L yang luar biasa. Pengen banget aku punya otak seencer mereka. Aku juga kagum sama ayah Light yang seorang kepala polisi itu. Sebagai seorang kepala polisi, dia bijaksana dan tegas banget. Walau anaknya sendiri adalah seorang pembunuh, tapi dia tetep tegas dan nggak pandang bulu dalam menegakkan hukum dan keadilan. Andai polisi di Indonesia kayak gitu ya.. Haha.. :P

Ah, yang jelas akhir-akhir ini aku lagi terobsesi sama tokoh L.
Aku pengen banget jadi detektif sehebat dia. Kayaknya seru aja kalo memecahkan misteri kayak gitu. Tapi apakah bisa orang kayak aku ini jadi detektif? Kayaknya nggak mungkin banget deh ya.. xP

Aahh.. L.. I can't stop to shout 'omaigaaawwdd' when I see you.. ^^



Minggu, 17 Juni 2012 0 komentar

About My Dream and Failure

Well, ternyata bukan cuma melamar pekerjaan yang menuntut banyak syarat, tapi juga mendaftar ke Perguruan Tinggi. Hal ini aku alamin tiga hari yang lalu.

Kamis, 14 Juni aku mendaftarkan diri ke salah satu Perguruan Tinggi Kesehatan di kota aku. Ada tiga pilihan  jurusan di Perguruan Tinggi itu, ada Kebidanan, ada Keperawatan, dan ada Gizi. Aku ambil jurusan Gizi. Sebenernya aku agak pesimis sih. Untuk masuk ke Perguruan Tinggi itu, tentu aja kita aku harus menghadapi tes tertulis dulu. Dan pelajaran yang di-tes-kan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA Terpadu. Well, kalo mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris mah aku optimis bisa menghadapinya. Tapi yang jadi masalah aku adalah, aku lemah dalam pelajaran Matematika dan IPA. Apalagi aku bukan berasal dari kelas IPA, tapi aku dari kelas IPS.

Tapi meskipun rasa pesimis itu ada, aku nggak mau nyerah gitu aja. Aku janji aku bakal belajar sebagai persiapan buat menghadapi tes itu. Lagian aku juga nggak bego-bego amat tuh. Haha..

Kamis siang, aku dan ibu mendatangi Perguruan Tinggi itu. Kami tiba disana sekitar jam setengah satu siang. Tapi ternyata kami nggak bisa langsung mendaftar. Siang itu para panitia pendaftaran lagi istirahat. So, kami nunggu dulu bareng para pendaftar lainnya.

Sekitar jam satu lebih, pendaftaran kembali dibuka. Kami pun menghadap panitia pendaftaran.
Ketika giliran aku, Bapak Panitia itu mempersilahkan aku untuk diukur tinggi badannya. Deg-degan banget aku waktu itu. Aku takut tinggi badan aku nggak memenuhi syarat. Dan ternyata apa yang aku khawatirkan itu bener juga. Bapak Panitia itu nyamperin ibu, trus ngomongin sesuatu yang nggak bisa aku denger. Bukan karena aku budeg, tapi karena tuh bapak suaranya kecil banget waktu ngomong sama ibu aku, seolah nggak mau didenger sama orang-orang disekitarnya. Tapi feeling aku udah mengatakan bahwa ada yang nggak beres.
Aku langsung samperin ibu aku, trus nanya, "Nggak bisa masuk ya?"
Kemudian Bapak Panitia itu bilang, "Maaf ya, De.."

JLEB! Cuma tiga kata, "Maaf ya, De.." tapi tuh kata serasa nusuk banget sampe ke ulu hati. Jleb banget sumpeh ditolak kayak gitu. Konyol banget kan, alasan aku ditolak di Perguruan Tinggi itu hanya karena aku kurang tinggi! Daaamn.. ternyata aku lebih pendek dari yang aku duga. Aku kira tinggi badan aku nyampe 148-150 cm, tapi ternyata kurang dari itu! Konyol! Konyol banget!
Perasaan aku campur aduk. Rasanya aku pengen nangis dan teriak sambil ketawa. Batin aku teriak, "Ya Allah.. perlukah saya makan tiang biar badan saya tinggi..?!!"

Bukan cuma alasan ditolak doang yang bikin aku nyesek, tapi juga aku nggak suka sama tatapan orang-orang yang waktu itu ada disana. Kok kayaknya mereka ngeliat aku dengan tatapan mengejek gitu. Gimana aku nggak makin down? Bener deh ya. Andai aku adalah seorang psikopat yang nggak peduli sama hukum, mungkin aku udah gorok mereka semua, atau aku bom sekalian tempat itu. Hahahaha.. *evil laugh*

Bener deh, aku nggak habis pikir. Kenapa ya sekarang-sekarang ini nggak kerja, nggak kuliah.. semuanya menuntut tinggi badan. Selalu tinggi badan yang diutamakan. Kenapa bukan skill?
Sumpah, ini nggak adil buat orang pendek kayak aku. Tapi ya sudahlah. Mungkin ini emang yang terbaik buat aku. Nggak ada gunanya aku nyalah-nyalahin diri sendiri yang emang udah pendek dari sananya. Lagian aku juga harusnya bersyukur sih dikasih tinggi badan yang normal meskipun nggak tinggi-tinggi banget. Masih banyak orang yang jauh lebih pendek dari aku.

Well, sebenernya sekolah di Perguruan Tinggi Kesehatan itu juga bukan keinginan aku sendiri sih, tapi keinginan ortu aku. Sebenernya aku pengen banget masuk jurusan Psikologi, secara dari dulu aku tertarik banget sama ilmu kejiwaan. Tapi ortu aku nggak setuju. Makanya aku mutusin buat belajar sendiri dengan baca-baca berbagai macam artikel. Untuk saat ini aku lagi tertarik banget mencari tau informasi tentang masalah Kepribadian Ganda dan Psikopat.

Aku pengen banget tuh punya novel Sybil yang best seller itu. Udah lama aku cari tuh novel, tapi di toko buku yang biasa aku kunjungin ngga ada. Padahal aku penasaran banget tuh sama kisah nyata tentang seorang cewek yang punya 16 kepribadian berbeda itu.

Aku pengen banget ya, suatu saat nanti aku bisa jadi seorang ahli Psikologi. Yah, mudah-mudahan Allah ngasih aku kemudahan buat mencapai mimpi aku itu. Semoga..


Total Tayangan Halaman

 
;