Tampilkan postingan dengan label One Ok Rock. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label One Ok Rock. Tampilkan semua postingan
Kamis, 21 Mei 2026 0 komentar

The Party's Over, But The Feelings Aren't

One Ok Rockers, masih PCD alias Post-Concert Depression? Kayaknya pertanyaan itu udah nggak perlu dijawab lagi deh ya. Siapa juga yang bisa langsung move on dari konser se-dar-der-dor itu, yekan?

Well, I didn't make it to the party, but my heart was there. Aku masih jadi penonton feed dan story orang-orang, as always :') I thank you all yang ngepost dokumentasi banyak-banyak. Euforianya benar-benar nembus layar sampai aku yang cuma nonton dari timeline aja malah ikutan PCD. Normal nggak sih? Atau ini efek doom scrolling fancam tiga hari berturut-turut? Wkwkwk. Jujur, meskipun ikut happy, rasa iri dan sedih itu tetap ada. Tapi, konser One Ok Rock kali ini buatku rasa sedihnya double karena bercampur kecewa.

FYI, aslinya aku baru dengar album Detox-nya One Ok Rock ini secara keseluruhan itu di awal April lalu, karena sebelumnya aku masih belum move on dari album Luxury Disease, hingga kemudian kabar itu muncul : CGV dan Cinepolis akan menayangkan Konser One Ok Rock DETOX Japan Tour 2025 At Nissan Stadium.

Pas baca pengumuman itu, aku langsung excited sendiri. Pasti asik banget ya kalo bisa nonton konser OOR di layar lebar dan nyanyi bareng. Fangirling pun bisa lebih diekspresikan, nggak sebatas teriakan tertahan kayak kalo nonton sendirian di Youtube. Dan karena merasa ini masih mungkin dijangkau, tanpa pikir panjang aku langsung memutuskan buat nonton. Toh walaupun nggak bisa menggantikan konser asli, seenggaknya aku bisa ikut merasakan hype-nya dengan harga yang jauh lebih realistis untuk dompet kaum mendang-mending. Wkwk.

Tapi nonton konser nggak afdol kalo nggak hafal atau minimal tau lagunya dong ya? Jadilah aku dengar semua lagu di album itu sambil terus mantengin info tentang penayangannya. Udah pede banget gitu kan bakal nonton. But my hopes ended up torn into tiny pieces. Begitu pengumuman lokasi penayangan keluar, rupanya CGV di kotaku nggak kebagian. Kenapa siiiih? Kenapaaa? Memangnya One Ok Rockers di Cirebon sesedikit itu kah? Begitu batinku.

Lalu tanggal 10 April, seseorang mengirim DM ke akun Instagramku. Isinya ajakan untuk ngevote di polling yang diadakan oleh Kimochi Management, komunitas jejepangan di kotaku. Mereka lagi cek ombak gitu buat ngajuin penayangan konser itu di CGV Cirebon kalo peminatnya tembus 60 orang. Of course, aku langsung ngevote dengan penuh harapan.

Dan yahh... setelah ditunggu berhari-hari, nggak ada kabar lanjutan lagi. Harapanku pupus untuk kedua kalinya. Kecewa. Berat. Banget, karena bahkan dalam hal yang kukira bisa kujangkau pun aku nggak punya kesempatan. 

Selain itu, mungkin salah satu alasan kenapa konser ini terasa begitu emosional buatku adalah, karena aku sadar bahwa ternyata aku udah mengagumi mereka selama kurang lebih 12 tahun. Aku memang bukan fans yang mengikuti mereka sejak awal debut sih, tapi cukup lama untuk melihat bagaimana mereka berkembang.

Aku masih ingat dulu pelafalan English Taka tuh masih "Jepang banget", kayak "from" jadi "flom", "wherever" jadi "whelevel", "everybody" jadi "evelybody".
Tapi sekarang? Kerasa banget kan perkembangan pronunciation dia? Udah jauh lebih natural dan "ngenglish" dibanding dulu. Dan entah kenapa, sebagai fans lama, melihat perkembangan itu tuh rasanya membuatku bangga :')

Bukan cuma soal kemampuan bahasa aja, tapi juga karena setelah semua kritik, perubahan musik, sampai masa-masa berat yang mereka lewati, mereka tetap bertahan dan berkembang. Makanya mungkin rasa sedih karena belum pernah nonton mereka secara langsung itu juga datang dari sana kali yaa.

Tapi hikmah dari semua ini adalah, aku jadi dengerin semua lagu di album Detox, yang ternyata sebagian besar lagu dalam album ini tuh terdengar sangat emosional.


DELUSION:ALL

Aku yakin semua pendengar pasti setuju bahwa lagu ini adalah suara hati rakyat, khususnya mereka yang frustrasi dan kecewa pada sistem dan demokrasi. Dalam lagu ini, One Ok Rock menyuarakan kritik terhadap perpecahan sosial dan politik, dan menekankan pentingnya persatuan dan perlawanan terhadap manipulasi. Dan ketika melihat bagaimana lagu ini menggema di Indonesian Arena di tengah kondisi negara yang rasanya absurd banget belakangan ini, astaga, aku merinding. Sebagai WNI, rasanya lagu ini sangat relate dengan isi hati kita sekarang ya?

PUPPETS CAN'T CONTROL YOU
Masih membawa tema serupa, lewat lagu ini, Taka CS mengkritik para penguasa yang mencoba mengendalikan masyarakat, seperti manipulasi, politisi yang nggak jujur, dan media yang bias. Lagu ini juga mengingatkan kita untuk nggak gampang tertipu oleh kebohongan yang disebarkan kepada publik, apalagi di tengah gempuran teknologi AI, di mana kebenaran dan kebohongan bisa dengan mudah dipelintir, dan... para buzzer di sekitar kita 🙃

NASTY
Ini lagu yang ketika pertama kali dengar, rasanya kayak, "Gila, liar banget". Vibes berontaknya tuh terasa banget. Aku merasa lagu ini seperti ditujukan untuk para pendengar One Ok Rock, khususnya untuk mereka yang belakangan ini ngejudge perubahan musik mereka. Kalian pasti tau kan bahwa setelah album Ambitions, banyak banget yang berpendapat bahwa One Ok Rock tuh kayak kehilangan identitas? Mereka udah nggak se-jepang dulu lagi, akhirnya banyak fans lama yang menuntut mereka untuk kembali seperti dulu. Tapi faktanya, One Ok Rock jadi mendunia karena musik mereka yang sekarang. So, lewat lagu ini tuh, Taka CS seolah mengungkapkan, "Kami udah dengar semua opini kalian. Intinya ini kami yang sekarang. Kalian mau dengar, syukur. Mau nggak dengar pun, terserah. Kami nggak peduli", gitu. Ini menurutku yaa. CMIIW. Oiya, yang "unik", One Ok Rock menyisipkan sound mirip desahan perempuan di beberapa part lagu. Jujur, aku sempat kaget pas pertama dengar (untung pakai earphones).

PARTY'S OVER
Lagu ini seperti ungkapan getir bercampur amarah dan muak atas hubungan yang membuat seseorang akhirnya benar-benar capek secara emosional. Capek ngasih kesempatan terus-menerus ke orang yang sama, capek dibohongi, dimanfaatkan, dan dikhianati berulang kali. 

TINY PIECES
Kadang kita baru bisa merasakan betapa berharganya seseorang setelaeh orang itu pergi meninggalkan kita. Mungkin itu yang diungkapkan dalam lagu ini. Lagu ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang terjebak dalam hubungan toxic (kusebut toxic karena ada part lirik yang menyebutkan bahwa mereka bertengkar untuk masalah yang sama selama dua puluh kali), hingga akhirnya si wanita memutuskan untuk mengakhiri hubungan itu, menyisakan penyesalan yang sangat dalam bagi pasangannya.

BTW aku lihat fan-project One Ok Rockers di konser kemarin. Mereka bersama-sama menyalakan flashlight yang ditempel stiker dengan warna-warna berbeda ketika lagu ini dibawakan. Indaaah banget. Dengar-dengar Taka sempat nangis yah?

DYSTOPIA
Lewat lagu ini, One Ok Rock ingin mengajak pendengar untuk nggak menyerah, tetap semangat, dan terus berpegang teguh pada iman meskipun tengah berada di masa-masa sulit dan titik terendah. 

TROPICAL THERAPY
Lagu ini kayaknya bakal jadi one of my anthems kalo lagi penaaaaat banget sih, kayak, "Ya Allah, pingin healing", karena liriknya sangat relate untuk aku dan mungkin kalian yang jenuh sama rutinitas, para budak korporat yang udah too exhausted sama tekanan pekerjaan, atau ibu-ibu rumah tangga yang overstimulated sama toddlernya yang nempel melulu. Wkwkwk. Part "My spirit is guiding me to a place where demons can't find me. I'm looking for heaven like golden gates surrounded by palm trees" tuh menggambarkan suatu keinginan yang kuat untuk berada di suatu tempat yang tenang dan indaaah banget, saking indahnya rasanya kayak ada di surga, sampai lupa sama semua rasa sakit dan hal-hal yang stressful.

+MATTER
Aku pernah membaca sebuah komik digital (aku lupa siapa pembuatnya) yang dishare di sebuah platform sosial media. Ceritanya tentang seseorang yang merasa dirinya nggak berguna dan nggak berarti bagi siapapun. Dia mengeluhkan hal itu sambil membuang air dari botol minumnya. Air itu tertampung dalam sebuah wadah. Beberapa lama kemudian, datang seekor burung yang sangat kehausan. Ia meminum air dari wadah itu, dan merasa sangat bersyukur.

Sama seperti yang digambarkan di komik itu, lagu ini maknanya dalam dan heartwarming banget. Lewat lagu ini One Ok Rock ingin mengingatkan bahwa meskipun hidup terasa berat, kita nggak pernah sendirian. Setiap individu bernilai. Mungkin banyak dari kita yang merasa nggak berarti bagi siapapun, tapi kita nggak sadar bahwa keberadaan kita berarti untuk individu lain. "Do I matter to you? You matter to me. You matter, and we all matter". 

C.U.R.I.O.S.I.T.Y
Jujur, aku kurang paham sih sama makna lagu ini. Tapi kalo dari part lirik "We can stay walking on the dotted line, or we can make our own", sepertinya lagu ini mengungkapkan ajakan untuk berani menjadi diri sendiri, bahkan jika itu melawan arus. Sesuai dengan makna lagunya, beat dari lagu ini juga membakar semangat banget sih. Apalagi ada part scream dan rap yang bikin lagunya semakin ciamik. Di lagu ini, bagian rap diisi oleh Chico Carlito, tapi di konser kemarin bagian ini diisi oleh Toru. Hayo, siapa yang senyam-senyum dan teriak-teriak lihat Toru ngerap? Aku sih melongo lihat Taka yang muter-muter setelah headbang sambil menghentak-hentakan kaki, lalu berdiri tegak sambil mengulurkan tangan ke depan dengan jari-jari yang membentuk cakram dan berseru, "MY CURIOSITY!"
Haisshhh... sugooooiiii!!

THIS CAN'T BE US
I think... ini lagu paling sedih di album ini. Awalnya vibe lagu ini sedikit terasa kayak Pierce, tapi kemudian ketika masuk ke Verse 2, aku merasa makna lagu ini jauh lebih menyesakkan. Bayangkan, kamu punya seseorang yang kamu anggap "rumah" dan jadi bagian terpenting dalam hidupmu, lalu kamu harus kehilangan orang itu secara tiba-tiba. Part "This can't be us, I don't know how to say goodbye" dan "This can't be us, I think I'm going outta my mind" itu mencerminkan guncangan dan ketidakpercayaan yang mendalam atas kehilangan itu.

Awalnya aku nggak tau lagu ini ditujukan untuk siapa. Hingga suatu hari ketika lagu ini kumainkan di Youtube Music, official lyrics videonya ikut terputar. Bentuknya cuma animasi sederhana, diawali sosok anak kecil yang menangis. Lalu seorang wanita tua dengan senyum lembut menghampiri sambil mengulurkan kedua tangannya. Anak kecil itu pun lantas tersenyum. Lalu mereka berdua berjalan bergandengan tangan, tampak bahagia. Waktu-waktu berlalu, anak kecil itu semakin tumbuh dewasa dan mulai mandiri, nggak lagi dituntun. Ketika anak itu berbalik, perempuan tua itu masih tersenyum hangat. Dari situ, dan dari beberapa komentar di video itu, aku bari tau... bahwa lagu itu, didedikasikan Taka untuk mendiang neneknya yang selalu mendukung dan merawatnya selama masa-masa sulit dalam hidupnya 🥲

THE PILOT <\3
Aah, ini dia. Kemarin-kemarin aku sempat berniat untuk nulis tentang lagu ini di blog terpisah, tapi karena belum sempat, jadi kutulis sekalian di sini aja. Karena itu, tulisan tentang lagu ini bakal agak panjang, dan disisipi curhat pribadi. Hehehe.

The Pilot<\3 adalah salah satu karya Taka yang paling personal, karena menceritakan hubungan antara ia dan ayahnya. As we know, Taka dan adik-adiknya tumbuh dari keluarga broken home. Melihat kedua orangtuanya bertengkar, ditambah keinginan anak-orangtua yang berseberangan, nggak mudah untuk diterima oleh Taka yang saat itu baru beranjak remaja. 

Banyak One Ok Rockers yang menjadikan lagu ini sebagai anthem of the broken home kid. Tapi menurutku, nggak hanya anak-anak yang mengalami broken home, anak yang memiliki orangtua yang utuh tapi nggak dekat secara emosional pun agaknya cukup relate, dan aku adalah salah satunya.

Aku tumbuh di bawah didikan seorang bapak yang cukup keras. Kalo bahasa anak-anak sekarang sih "didikan VOC" ya. Selain itu, beliau juga tipe yang terlalu serius, judgemental, dan otoriter. Bahkan hal kecil yang kulakukan, yang sebenarnya sangat wajar dilakukan oleh anak kecil pun nggak lepas dari pengadilannya. Dampaknya lumayan besar, aku jadi takut salah ngomong dan nggak berani untuk melakukan hal spontan, terlebih di depan beliau. Semua hal yang beliau lontarkan padaku, cuma bisa kutelan mentah-mentah tanpa berani kubantah, meskipun hal itu bertentangan. 

Dan ya, hubungan emosional kami pun jadi nggak dekat. Kami jarang ngobrol, apalagi bercanda. Pernah beliau membuka obrolan, tapi karena canggung, aku cuma bisa merespon pendek dan sekenanya. Sering aku merasa kasihan dengan beliau yang tampak kesepian di hari tuanya. Sehari-hari menghabiskan waktu di teras, sendirian. Tapi ketika beliau mulai menegurku dengan nada tingginya, kali ini aku bisa melawan, meresponnya dengan nada yang juga tinggi, meskipun sejurus itu, di dalam hati aku menyesal. "If I break your heart, forgive my broken heart", this line hits me so hard.

Tapi part yang paling perih menurutku ada di Verse 2:
"I'm going home, wherever home is
I've gotten used to having nobody around
I was asleep behind a bar, but I was dreaming of your arms
Within myself I've come to find my safe and sound"

Part yang sangat relate untuk anak-anak yang kedua orangtuanya udah berpisah. Aku tentunya nggak di level ini, tapi sedikit yang bisa kugambarkan, part ini tuh kayak ungkapan kerinduan seorang anak yang teramat sangat ke orangtuanya. Kayak... kangen pelukan hangat, tapi dia nggak punya "rumah" karena yang dia miliki hanya dirinya sendiri. Akhirnya kerinduan itu cuma bisa dia bawa tidur karena kenyataannya dia nggak bisa dapat pelukan itu lagi. 

Dan kenapa judulnya The Pilot? Aku merasa "pilot" di lagu ini bukan cuma tentang sosok bapak, tapi tentang sosok yang memegang arah dan harusnya membuat kita merasa aman. Dan keluarga itu ibarat pesawat. Maka ketika sosok itu gagal menjalankan perannya, rumah jadi nggak lagi terasa seperti tempat pulang. 

***

Hmm rasanya vibe album ini tuh kayak gloomy gitu yah? Well, Taka dan yang lainnya juga memang mengakui hal itu sih. Hal ini Taka ungkapkan di konser kemarin, bahwa tema di album ini lebih berat ketimbang album-album sebelumnya, karena selain lagu-lagunya yang penuh lirik mendalam tentang hidup, mereka juga mengangkat isu sosial, politik, dan pemerintah yang korup. Taka CS menyadari betapa dunia saat ini begitu chaos, dan sebagai musisi rock, mereka merasa harus bersuara.

Doc : @selvselv on Threads


Dan kalian juga pasti notice kan, selama konser kemarin mereka tuh kayak yang capek banget? Aku lihat nggak sedikit juga yang membandingkan performance mereka kemarin dengan konser tur Luxury Disease tiga tahun silam. Yah, perjalanan mereka selama tur album Detox ini memang nggak mudah sih. Mulai dari Taka yang cedera kaki, kena panic attack, sakit tenggorokan sampai suara serak, ditambah konser mereka di Hongkong dan Shanghai pun terpaksa dicancel karena ketegangan politik antara Cina dan Jepang. Tapi mereka tetap tampil all out untuk konser penutup tur mereka ini.

Taka juga sempat curhat di postingan Instagramnya pasca konser kemarin. Jujur, ih kayak sedih nggak sih baca captionnya? 

"Jujur, aku merasa lelah baik mental maupun fisik. Tapi aku merasa semuanya pantas. Untuk sementara waktu, aku akan fokus bertumbuh sebagai seorang individu sambil menghadapi kesepian yang besar selama melalui album dan tur ini, dan aku akan kembali lebih kuat dari sebelumnya". 

Banyak juga yang mengira Taka CS bakal hiatus selama beberapa lama. Tapi... enggak kan yah? Kurasa dia dan kawan-kawan cuma butuh istirahat sejenak. So, just let them get their tropical therapy lah ya, Guys.

Dan mungkin suatu hari nanti, aku benar-benar bisa nonton mereka secara langsung. Bukan cuma lewat fancam, livestream, atau layar bioskop. Sebenarnya kalo dipikir-pikir, bukan berarti hal itu mustahil banget buatku sih. Aku masih bisa nabung untuk tiket dan transport, meskipun mungkin cuma sanggup ambil kategori paling murah. Wkwk. Tapiiii masalah terbesarnya adalah mental “mendang-mending” yang selalu muncul.
“Mending buat liburan sama anak dan suami.”
“Mending buat upgrade HP.”
“Mending buat invest emas.”
“Mending buat kebutuhan lain.”

Dan ujung-ujungnya, keinginan buat nonton konser selalu kalah prioritas.

Jadi kalo someday akhirnya aku benar-benar bisa hadir di venue mereka sambil nyanyi sekeras mungkin bareng ribuan One Ok Rockers lainnya… semoga saat itu aku udah nggak lagi merasa bersalah untuk memilih sesuatu yang sebenarnya juga aku inginkan ^^


Jumat, 20 Januari 2017 5 komentar

ONE OK ROCK : Ambitions

Well, I know it's quite late buat mengulas album terbaru dari grup band yang super-duper-gile-bener ini. Album bertajuk Ambitions ini resmi rilis pada tanggal 11 Januari 2017 lalu, tapi aku baru sempat mengulasnya sekarang. Aku yakin teman-teman One Ok Rockers semuanya udah memiliki album ini dalam genggaman masing-masing baik dalam bentuk album fisik, MP3 file, ataupun album bajakan *eh* :v

Sebenarnya sih udah cukup lama aku nggak update info tentang One Ok Rock, termasuk perihal rilisnya album Ambitions ini. Bukan karena aku udah resign jadi penggemar mereka, tapi karena nggak sempat. Apalagi belakangan ini aku udah jarang banget buka medsos. Album ini pun mungkin belum sampai ke tanganku sekarang kalo aja Tifanny nggak berbaik hati membaginya padaku hari itu.

Jum'at, 13 Januari 2017, sohibku yang nun jauh di Magelang itu menyapaku via Line. "Vidiaaaa.. sudah dapat belum album barunya OOR?" katanya. Nggak cuma nanya gitu doang, dia juga menyertakan download link. Yah, da kita mah apa atuh, cuma bisa dapetin yang ilegal. We are so sorry, Bang Tak, Bang Tor, Bang Tom, dan Bang Ryota :'v

Singkat cerita, keesokan harinya album Ambitions udah masuk kedalam music playlist di laptopku, baik yang International Version maupun yang Japanese Version. Luar biasa memang band yang satu ini. Bikin dua versi album lho. Jadi inget Nidji pas baru muncul dulu. Album debut mereka yang bertajuk Breakthru' itu kan dibuat dua versi, yakni versi Indonesia dan versi Inggris. Gimana aku nggak jatuh cinta coba?

Oke, lupakan soal Nidji. Aku bukan lagi mau bahas mereka. Hahaha..

Begitu dapat albumnya, aku langsung play lagu-lagu di album itu pakai Winamp. Sementara kupingku menikmati musik mereka, jari-jariku menari di atas keyboard (tugas kantor yang rutin kubawa pulang tiap weekend : membuat pengajuan Tunjangan Operasional Sales). Waktu denger album ini untuk pertama kali, honestly rasanya agak kecewa. Aku merasa mereka agak berbeda, kayak bukan One Ok Rock yang selama ini aku kenal. Gimana enggak? Album ini didominasi sama suara-suara keyboard dan synth, bukan raungan gitar Toru yang biasa kita dengar di album-album One Ok Rock yang sebelumnya. Gebukan drum Tomoya juga terasa kurang bandel di album ini. Rasanya kayak ada yang hilang aja. Apalagi kalo dengar album International Version-nya. Gosh! Sooooo Americanized, karena keseluruhan lagunya berbahasa Inggris. Tapi lama kelamaan, kupingku bisa beradaptasi juga. I swear it, kalo lagu-lagu dalam album ini adalah obat-obatan, aku pasti udah over dosis.

Now, let's talk about the album. Baik album International Version maupun Japanese Version memiliki empat belas track. Yang berbeda adalah list lagu dan tentu aja perbedaan bahasa di beberapa bagian lirik.

Song List album Ambitions versi Internasional

Song List album Ambitions versi Jepang

Awalnya aku sempat heran, kenapa sih cover albumnya warna kuning? Kenapa nggak warna gelap? Ternyata eh ternyata, pemilihan warna ini nggak sembarangan, Guys. Dalam interview bersama majalah Kerrang edisi 10 Desember 2016, Taka menjelaskan bahwa kuning adalah warna untuk 'harapan'. Yup, album ini memang memiliki tiga tema, yakni harapan, ambisi, dan bernyanyi bersama. "Kami ingin membuat album dimana kita semua bisa bernyanyi bersama-sama. Dengan bernyanyi secara serempak. kami berharap timbul niat di hati masing-masing untuk tidak menyerah," katanya. Keren yaa..

Sekarang kita bahas satu persatu lagu-lagunya.
  1. Ambitions (Introduction)
    Ini cuma musik pembuka, so jangan harap bisa dengar suara Taka disini. Jangankan suara dia nyanyi, suara napas dia aja nggak ada.
  2. Bombs Away
    Lagu yang ngajak jingkrak-jingkrak ini bukan menceritakan tentang perang atau teroris lho ya (mentang-mentang ada embel-embel 'bom'-nya gitu), melainkan tentang perlawanan pada diri sendiri.
  3. Taking Off
    Ah, kalo lagu ini sih pasti udah akrab banget di kuping teman-teman One Ok Rockers mengingat lagu ini udah rilis sejak bulan September lalu dan bahkan menjadi theme song film Jepang berjudul Museum. Nggak cuma lagunya aja yang keren, music video-nya juga asli, keren banget! Lagu ini mengajarkan bahwa untuk mencapai sebuah ambisi besar itu nggak mudah. Pasti ada yang namanya jatuh bangun dalam prosesnya.
  4. We Are
    Ini yang aku suka dari One Ok Rock. Mereka nggak pernah absen menyisipkan lagu-lagu yang memotivasi dan membangkitkan semangat di album-album mereka. Salah satunya lagu ini. Dengar aja liriknya..
    "Never tell yourself you should be someone else
    Stand up tall and say I'm not afraid, I'm not afraid.."
    Dan part ini nih yang aku suka banget..
    "When you're standing on the edge
    So young and hopeless
    Got demons in your head
    WE ARE.. WE ARE..
    No ground beneath your feet
    Now here to hold you
    CAUSE WE ARE.. WE ARE..
    THE COLORS IN THE DARK.."
    Mendengarkan lagu ini saat lagi down rasanya kayak jatuh, namun kemudian akhirnya bangkit dan kembali berdiri tegak. Teriakan lantang si Taka itu lho.. Duh! Bikin merinding.
    Intinya, dalam lagu ini Taka dkk berpesan pada kita untuk menjadi diri kita sendiri dan nggak mendengar kata-kata orang lain yang bersifat menjatuhkan dan menyurutkan semangat kita. Spirit booster banget lah! Dari keseluruhan lagu di album ini, menurutku lagu ini sih yang paling One Ok Rock banget.
  5. Jaded
    Sama seperti lagu We Are, lagu yang dibawakan bersama Alex Gaskarth ALL TIME LOW ini juga bersifat memotivasi. Pesan yang tersirat dalam lagu ini adalah, bahwa semua orang punya mimpi, dan kita nggak bisa cuma MENUNGGU mimpi itu menjadi nyata, melainkan BERJUANG untuk mewujudkannya. Liriknya bagus banget sih, tapi musik di akhir lagunya itu lho.. Wakakak.. Mengingatkan aku sama musik Harlem Shake yang dulu pernah viral :v
  6. 20/20
    Nah, kalo lagu ini menceritakan tentang perselingkuhan. Hahaha..
    "Now I can see that you were never honest with me
    I will never let you back into my life.."
  7. Hard to Love
    It's really a beautiful song, didedikasikan Taka untuk ayahnya, one of my favorites. Aku selalu terharu setiap mendengar lagu yang secara keseluruhan dibawakan dengan iringan gitar akustik ini. Bikin pengen meluk bapak :')
  8. Always Coming Back
    Sama seperti lagu Hard to Love, lagu Always Coming Back ini juga merupakan lagu yang didedikasikan Taka untuk ayahnya. Jujur, meskipun lagu ini udah cukup lama ada di playlist-ku, tapi aku baru tau tentang hal ini. Kukira lagu cinta :v
  9. Bedroom Warfare
    Lupakan makna vulgar dalam lagu ini. Pokoknya ini lagu sumpah-asik-banget. Siapa yang nggak goyang-goyang kepala dengar lagu ini?
  10. American Girls
    Sebuah lagu yang membuatku curiga kalo Taka atau salah satu (atau bahkan beberapa?) member One Ok Rock lainnya kepincut sama cewek Amrik. Whatever. Intinya lagu ini juga asik banget. MV-nya juga keren. Taka keliatan cute banget disitu :3
  11. Lost in Tonight
    Kalo yang satu ini menceritakan tentang pesta. It sounds like, "Lupakan semua beban. Malam ini milik kita, bersenang-senanglah!"
  12. I Was King
    Banyak yang bilang lagu ini sangat bukan One Ok Rock. Tapi aku pribadi enjoy-enjoy aja sih dengernya. Sering di-repeat malah. Menurutku musiknya lumayan keren dan agak unik juga sih, karena sepertinya baru kali ini One Ok Rock bikin musik dengan iringan cello.
  13. Listen
    Nah ini nih, lagu yang bikin aku jatuh cinta sama album ini untuk pertama kalinya, sekaligus juga lagu yang paling bikin penasaran. Gimana enggak? Di lagu ini (tepatnya di album Ambitions Japanese Edition, One Ok Rock menggandeng Avril Lavigne untuk ikut sumbang suara. Rasanya seneng banget bisa denger dua musisi favoritku berkolaborasi. Oh ya, lagu ini juga punya makna yang bagus banget. Didedikasikan untuk orang-orang yang mengalami depresi dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, One Ok Rock ingin membuka mata mereka agar nggak menyerah dalam menjalani hidup.
  14. One Way Ticket
    Sebuah lagu yang menceritakan tentang kerinduan seseorang kepada kekasihnya. Lagu ini benar-benar ngajakin galau. Ngaku deh, kalian yang menjalani LDR alias long distance relationship alias hubungan jarak jauh, pasti baper kan pas dengar lagu ini? :3 BTW, lagu ini mengingatkanku sama lagu jadul milik Britney Spears yang berjudul Everytime, karena nada di bagian reff-nya yang agak mirip.
  15. Bon Voyage
  16. Start Again
  17. Take What You Want

Oh ya, bukan hanya warna musik mereka aja yang berubah, aku perhatikan English pronunciation Taka juga udah makin mantap sekarang. Dia udah nggak cadel lagi dalam pengucapan huruf 'r' di tengah kata. Damn! Kemajuan mereka benar-benar mengagumkan!

Kalo ditanya pilih mana antara album Ambitions edisi International atau Japanese, jujur aku lebih prefer yang Japanese Version. Entahlah. Lebih One Ok Rock aja gitu. Aku berharap besar bahwa One Ok Rock nggak akan menghilangkan bahasa Jepang di karya-karya mereka selanjutnya. Rasanya nggak rela aja kalo One Ok Rock sampai kehilangan identitas. Geezz.. sekarang-sekarang aja udah banyak media yang mengatakan demikian kan? Belum lagi para penggemar yang kecewa karena perubahan ini. But however, meskipun nggak sedikit yang merasa kurang sreg sama album ini, Ambitions tetap berhasil lho menduduki posisi satu di Jepang dengan penjualan album sebanyak 232 ribu kopi di minggu pertama album ini dirilis. Salut!
Senin, 21 Desember 2015 46 komentar

Tato One Ok Rock

Setelah beberapa bulan belakangan ini aku menulis tentang One Ok Rock di blog ini, tampaknya ada beberapa penggemar mereka yang penasaran dengan arti tato di tubuh para personil One Ok Rock. Alhasil aku jadi termotivasi untuk mengorek informasi, daaaaann.. inilah yang aku peroleh..


TATO TAKA


1.       Lengan atas sebelah kanan


·         Yang paling atas itu, adalah tato berbentuk matahari dengan dua garis-garis sinarnya menunjuk ke angka 12 dan angka 1 yang berarti jam 1 tepat (one o’clock)
·         Di bawah gambar matahari itu, terdapat tato bertuliskan ‘CHAOSMYTH’. Seperti yang kita ketahui, CHAOSMYTH merupakan salah satu judul lagu One Ok Rock yang didedikasikan untuk teman-temannya

2.       Lengan bawah sebelah kanan


·         Bertuliskan :
Watch your thoughts they become words
Watch your words because they will become actions
Watch your actions for they become habits
Watch your habits they become your character
And finally watch your character because it will ultimately become your destiny

.. yang artinya ‘Perhatikan pikiranmu, ia akan menjadi kata-katamu. Perhatikan kata-katamu, ia akan menjadi tindakanmu. Perhatikan tindakanmu, ia akan menjadi kebiasaanmu. Perhatikan kebiasaanmu, mereka akan menjadi karaktermu. Dan perhatikan karaktermu, karena akhirnya ia akan menentukan takdirmu’.

Kalo diperhatikan dari jauh, tato ini berbentuk seperti sebuah tanda panah.

3.       Lengan atas sebelah kiri


Banyak tato yang tergambar disini, diantaranya adalah 4 simbol, yakni simbol hati, otak, tanda tanya dengan huruf ‘y’ didalamnya—yang berarti ‘why?’, dan sebuah segitiga dengan satu mata yang disebut-sebut sebagai simbol all seing eye. Nah, simbol-simbol inilah yang paling bikin para fans penasaran, dan beberapa ada yang salah paham dengan beberapa simbol yang tergambar disitu.  Padahal, dari letak simbol-simbol itu, keempat simbol itu merupakan satu kesatuan yang mewakili ‘pandangan, perasaan, dan pemikiran’.
·         Simbol otak, digambarkan memiliki dua sisi, yakni sisi kiri dan sisi kanan, yang berarti otak kiri dan otak kanan, dan terletak dibagian tengah atas.
·         Simbol hati, terletak di bagian bawah dari simbol otak sebelah kanan, karena seperti yang kita ketahui bahwa otak kanan bertugas mengontrol emosi atau perasaan
·         Simbol ‘?’ dengan huruf ‘y’ didalamnya—yang berarti ‘why?’ terletak di bagian bawah dari simbol otak sebelah kiri untuk mewakili pikiran atau logika
·         Sedangkan simbol all seeing eye yang digambarkan dengan simbol segitiga dan mata satu adalah simbol yang mewakili ketiga simbol di atas tadi
·         Ada juga gambar sepasang telapak tangan. Gambar telapak tangan sebelah kanan bertuliskan ‘LOVE’—cinta, sedangkan gambar telapak tangan sebelah kiri bertuliskan ‘HATE’—benci. Tangan menggambarkan keputusan seseorang. Dengan kata lain, masing-masing orang berhak memutuskan untuk ‘mencintai’ ataupun ‘membenci’
·         Taka juga memiliki tato bergambar tiga simbol petir, dan tato bertuliskan ‘TTR’ yang berarti ‘Toru, Tomoya, Ryota’
·         Ada juga sebaris tato dengan simbol-simbol berukuran kecil : gigi geraham, bintang, salib-salib, obat nyamuk bakar (?) dan apalah itu.. nggak keliatan. Nggak tau tuh artinya apaan..

4.       Lengan bawah sebelah kiri


·         Bertuliskan ‘xx.xv’ yang merupakan angka romawi dari ‘35’. Taka percaya bahwa ‘35’ adalah angka keberuntungannya.
·         Bertuliskan sebuah kutipan dari Elmer G. Letterman, “A man may fall many times, but he won’t be a failure until he says that someone pushed him”
5.       Pergelangan tangan sebelah kiri
·         Bergambar seekor kelelawar


TATO TOMOYA

1.       Lengan sebelah kanan
·         Bertuliskan sebuah kutipan, “If not us, who? If not now, when?”

2.       Lengan sebelah kiri
·         Bertuliskan “TTR” yang berarti ‘Taka, Toru, Ryota’
3.       Area dada



·         Bergambar mirip pagar gitu deh. Tomoya dapetin tato ini saat ia dan One Ok Rock tour ke Thailand. Tomoya percaya bahwa tato itu merupakan jimat yang bisa melindungi dirinya.
4.       Punggung



·         Bergambar sepasang Ganesha—salah satu dewa terkenal dalam agama Hindu yang digambarkan berkepala gajah dan berperut buncit
5.       Kaki


·         Tato yang melingkar di betis sebelah kiri, dan tato yang memanjang di sekitar punggung kaki kanan itu.. entahlah artinya apaan (=__=)


TATO RYOTA

1.       Bintang-bintang di area dada


2.       Tato berbentuk mirip segitiga-segitiga di area tulang rusuknya


3.       Tato bintang bertuliskan TTT—yang berarti Taka, Toru, Tomoya—didalamnya yang terletak di salah satu lengannya
4.       Tato bertuliskan ‘STAY COOL’ di lengan sebelah kiri, dan ‘STAY FOOL’ di lengan sebelah kanan


5.       Tiga simbol petir di lengan sebelah kanan

6.       Ada tulisan ‘Kiss my bass’, dan tato bergambar buku di lengan sebelah kiri. Well, seperti yang kita ketahui, Ryota suka baca buku ^^


TATO TORU

Hah? Emang Toru punya tato?
Jawabannya adalah 'enggak', Pembaca. Coz seperti yang kita ketahui, Toru takut alias fobia sama jarum, maka nggak ada satupun tato di tubuhnya, kecuali kalo dia nge-doodle tubuhnya sendiri pake marker :v



Yup, mungkin cuma segitu yang bisa aku tuliskan. Well, sebenernya aku bukan tipe cewek yang suka sama cowok bertato. Tapi dalam hal ini beda lho ya. Mereka adalah para musisi yang aku kagumi karyanya. Jadi mau bertato ataupun enggak ya nggak masalah. That's all, One Ok Rockers. Semoga informasinya bermanfaat. Maaf kalo ada yang kurang ^^


Sumber : Pera Pera Sakura, ONE OK ROCK Wiki, dan sumber lainnya

Sabtu, 17 Oktober 2015 12 komentar

First Story About Aku dan ONE OK ROCK

Ini pertama kalinya aku ngerasa jatuh cinta yang bener-bener dalem sama grup band Jepang. Well, emang sih jauh sebelum detik ini, aku pernah suka sama L’arc~en~Ciel yang aku kenal berkat sering dengerin acara Moshi-Moshi—acara belajar bahasa Jepang—di radio PRO-2 FM. Aku juga pernah suka sama The Gazette gara-gara baca postingan yang di-tag temen Facebook-ku tentang kisah tragis seorang gadis Jepang bernama Junko Furuta yang kisah tragisnya itu menjadi inspirasi pembuatan lagu Taion. Tapi sesuka-sukanya aku sama mereka, nggak ada satupun dari mereka yang bikin aku ngerasa 'ugh!', kayak ABG yang jatuh cinta tiap denger atau liat permainan musik mereka. Berbeda dengan rasa sukaku dengan band Jepang yang namanya udah berkibar selama sepuluh tahun ini.

ONE OK ROCK.


***


SEJARAH TERBENTUKNYA ONE OK ROCK

Empat sekawan—Toru, Ryota, Alex, dan Tomo atau Yuu—adalah teman satu sekolah di Horikoshi High School (Toru, Ryota, dan Yuu sekelas, sedangkan Alex adalah kakak kelas mereka). Setelah mereka memutuskan untuk membentuk One Ok Rock, pada bulan Mei 2005 Toru mengajak Taka untuk bergabung menjadi vokalis. Saat itu sebenernya Taka masih merupakan anggota dari band lain dan memiliki pekerjaan paruh waktu (Taka udah mulai bekerja sejak SMA). Toru datang ke live performance band Taka dan melihat Taka sebagai sosok yang paling memungkinkan untuk dijadikan vokalis dalam band-nya.

Suatu hari, Toru datang ke tempat kerja Taka dan mengajaknya untuk datang ke rehearsal (latihan) band-nya. Tapi karena Toru masih asing bagi Taka, Taka jadi ragu buat nerima ajakan Toru. Mendengar Taka menolak ajakannya, Toru bilang bahwa dia nggak akan pergi sebelum Taka janji buat datang ke rehearsal itu (wih, Toru maksa banget yak). Akhirnya karena Toru terus memaksanya (apalagi pake sok-sokan jadi konsumen dari tempat Taka bekerja), Taka datang juga ke studio. Ketika pertama kali bertemu Ryota, Alex, dan Yuu buat pertama kalinya, mereka sempat memandang Taka dengan aneh. Ryota bahkan sempet nggak mau ngobrol sama Taka karena takut (Taka terkenal badung dan emosian saat itu). Bwahaha..




Singkat cerita, akhirnya Taka menjadi vokalis tetap di One Ok Rock. Pada bulan Juli 2005, mereka tampil untuk pertama kalinya di NEW POWER GENERATION Vol. 3. Sayangnya, pada tahun 2006, Yuu—sang drummer—mengundurkan diri dari band karena orangtuanya nggak menyetujui hingga akhirnya ia memilih untuk menjadi aktor.
Untuk mengganti posisi drummer yang kosong, Tomoya bergabung menjadi supporting member. Di tahun yang sama pada tanggal 26 Juli, mereka merilis mini indie album pertama bertajuk ‘One Ok Rock’ yang akhirnya mengantarkan mereka untuk tampil di Mujintou Festival 2006. Tomoya secara resmi bergabung dengan One Ok Rock pada bulan April 2007, kemudian mereka merilis single pertama, ‘Naihi Shinsho’ sebagai major debut. Debut One Ok Rock dibawah naungan major label membuat mereka dapat tampil di berbagai festival musik rock. Bahkan dalam tour independent mereka, seperti di Zepp Tokyo Live House de el el, tiket mereka terjual habis dan berhasil membawa mereka ke acara-acara bergengsi lainnya.

Namun pada tanggal 5 April 2009, Alex—sang gitaris—ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual di kereta Kanagawa. Insiden diselesaikan secara damai dan nggak sampe mengantarkan Alex ke pengadilan, namun akibat peristiwa itu, jadwal rilis single terbaru mereka, ‘Around the World Shonen’ dibatalkan, dan tour nasional yang udah dijadwalkan juga batal. Tanggal 13 Mei, Alex mengundurkan diri dari One Ok Rock dan hal ini memaksa empat member yang tersisa vakum selama enam bulan sampe akhirnya mereka melanjutkan kariernya di bulan September 2009 dengan formasi empat orang sampe sekarang.

Sebagai penanda kembalinya mereka ke dunia musik dan perbaikan image mereka, single ‘Kanzen Kankaku Dreamer’ dirilis pada tanggal 3 Februari 2010. Di bulan Agustus pada tahun yang sama, mereka kembali tampil di festival musik musim panas secara berturut-turut seperti Rock in Japan Festival, Summer Sonic, dan Monster baSH.

Oh ya, nama One Ok Rock berasal dari kata ‘one o’clock’ yaitu waktu dimulainya latihan band mereka (jam satu tepat) setiap akhir Minggu. Karena pengucapan ‘r’ dan ‘l’ bagi lidah orang Jepang itu hampir sama, mereka mengubah ‘o’clock’ menjadi ‘o’crock’ yang kemudian menjadi ‘ok rock’.

[Sumber : Kaskus, www.oneokrock-indonesia.blogspot.com *dengan perubahan seperlunya]


***

Mungkin aku nggak akan kenal One Ok Rock dan musik mereka kalo aja aku nggak kenal Rico—biasa aku panggil 'Kak Rico', yang waktu itu kukenal lewat Facebook—dan kalo aja dia nggak menyapaku hari itu..

Hari itu, Jum'at, 22 November 2013, Kak Rico mengirimiku sebuah private message di Facebook. Awalnya sedikit basa-basi gitu deh. Dia tanya apa aku inget dia atau enggak. Maklumlah, kami emang udah lumayan lama nggak berkomunikasi, apalagi dia ganti akun gitu deh gara-gara akun Facebook lamanya diblokir pihak Facebook atas tuduhan nama palsu bin alay. Bwahaha.. Tapi of course, aku masih inget dia. Yups, gimana aku bisa lupa sama orang yang sekitar tahun 2011 (atau 2012?) lalu pernah memperkenalkan aku sama beberapa lagu-lagunya Captain Jack, yang lagu Postcard Untuk Tuhan-nya masih ngena di hati sampe sekarang.

Dia bilang kalo saat itu dia lagi dalam perjalanan ke Jakarta buat nonton konser. Konser One Ok Rock, katanya. Yup, Minggu, tanggal 24 November 2013 itu adalah hari dimana One Ok Rock menggelar konsernya di Lapangan Parkir Kolam Renang Senayan. Aku yang waktu itu baru denger nama 'One Ok Rock', cuek bebek aja denger mereka mau konser. Waktu itu aku malah bilang ke Kak Rico, "Ya ampun.. Jauh-jauh cuman buat nonton konser doang?"
Beda kalo dengernya sekarang-sekarang.. Ada info One Ok Rock mau konser dan temenku mau nonton, aku pasti langsung excited disusul galau berkepanjangan karena nggak punya kesempatan buat nonton :'v

Sejak hari itu, selama beberapa hari kami saling kirim private message Facebook, sampe pada akhirnya tanggal 27-nya Kak Rico ngasih aku rekomen beberapa lagu One Ok Rock. Ada sembilan lagu yang direkomendasikan, yakni Kanzen Kankaku Dreamer, C.H.A.O.S.M.Y.T.H, No Scared, The Beginning, All Mine, Wherever You Are, Notes and Words, Clock Strikes, dan Pierce. Tapi aku baru sempet download dan denger lagu-lagu itu dua hari kemudian. You know what? Aku langsung sukaaaaa... Beberapa lagu aku puter berulang-ulang, khususnya Wherever You Are dan Notes And Words.

Kesan pertama yang aku dapet dari band ini adalah, mereka keren. Nggak cuma keren dari segi musiknya, tapi juga dari pengucapan lafal bahasa Inggris sang vokalis yang cukup baik. Itu pertama kalinya aku denger orang Jepang punya lafal bahasa Inggris sejelas itu. Ditambah lagi lirik-lirik lagunya yang mostly berbahasa Inggris. Aku yakin orang yang baru pertama kali denger lagu mereka yang full berbahasa Inggris, pasti nggak mengira bahwa mereka band Jepang, kecuali kalo si Taka ngucapin kata dalam bahasa Inggris yang didalamnya terdapat huruf konsonan yang bertemu huruf 'r' (misalnya 'cry', 'bright', 'from', 'dream', de el el), mungkin bakal kecium bau Jepangnya karena pengucapannya yang kedengeran cadel.

Kesan kedua, aku pikir mereka sedikit ter-influence sama band-band rock Amrik kayak You Me At Six, Good Charlotte, dan The Used deh. Coz pas pertama kali denger Kanzen Kankaku Dreamer, aku rada surprised pas denger ada part lagu yang mirip intro lagu If I Were In Your Shoes-nya You Me At Six. Lalu ada lagu No Scared yang mengingatkan aku sama lagu The River-nya Good Charlotte featuring M Shadows dan Synyster Gates. Beda lagi sama lagu Lost and Found. Lagu ini mengingatkan aku sama lagu Pretty Handsome Awkward-nya The Used.

Kesan ketiga, vokalisnya surprising. Kenapa surprising?
Well, mungkin setiap orang yang denger lagu tanpa mengetahui wajah penyanyinya bakal menciptakan sosok si penyanyi tersebut didalem pikirannya, didalem imajinasinya, mencoba menerka-nerka gimana tampang si penyanyi. Begitu juga aku. Aku nggak inget sih dulu imajinasiku tentang sosok si Taka itu kayak gimana, yang pasti aku nggak kebayang bahwa si penyanyi lagu Wherever You Are itu kayak gini..




Eh salah :v
Nih, aku kasih yang gantengan..


Oh, look at that beard! :3

Karena aku pikir seorang Takahiro Morita adalah sosok cowok yang nge-rock tapi manis :v
Lebih silly lagi pas aku pertama kali browsing di Google dengan keyword 'One Ok Rock', salah satu foto One Ok Rock yang muncul dan menarik perhatianku adalah foto ini..




Waktu itu aku pikir, deeeeyymm.. kok vokalisnya mirip Ian Kasela xD
Eh, pas browsing pake keyword 'Taka ONE OK ROCK', baru deh aku nyadar, ternyata beda jauh banget sama Ian Kasela. Nggak ada mirip-miripnya malah. Haha.. foto memang bisa menipu :v

Kesan keempat, band ini punya nama yang aneh. ONE OK ROCK, sebuah nama yang terdiri dari beberapa kata. Tapi nama ini susah banget diartikan. Beda sama band-band lain dengan nama serupa (terdiri dari beberapa kata) kayak Black Veil Brides yang berarti Kerudung Hitam Pengantin, Avenged Sevenfold yang berarti Balas Dendam Tujuh Kali Lipat, Simple Plan yang berarti Rencana Sederhana, de el el. Kalo aja nama ONE OK ROCK nggak ada sejarahnya, aku yakin kita bakal selalu dibingungkan dengan nama ini.

Dua tahun berlalu sejak hari itu, lagu-lagu One Ok Rock yang Kak Rico rekomendasikan masih sering aku play. Khususnya lagu Wherever You Are yang sejak pertama kali denger sampe sekarang masih suka bikin baper dan menempati posisi teratas di Most Played pemutar musik di hapeku. Gimana enggak? Lagu itu di-play hampir tiap hari lhoooo.. Hampir tiap hari, dan pake di-repeat juga. Jelas aja tuh lagu ada di posisi teratas. 

Beberapa lagunya udah aku hafal liriknya (hafal dengan sendirinya lho, bukan sengaja ngafalin), saking seringnya dengerin sambil nyanyi-nyanyi sendiri di kamar. Aku nggak pernah download lagu-lagu OOR yang lain selain lagu-lagu OOR yang direkomendasiin Kak Rico. Sekalinya nambah playlist lagu-lagu OOR, aku nyolong dari laptop pacarnya temen kampusku. Hahaha..

Lucunya, adikku ikut-ikutan suka sama One Ok Rock juga. Entah ngefans atau cuma menikmati musiknya aja, yang pasti aku seneng pas tau adikku ketularan suka, coz tadinya adikku suka protes kalo aku nge-play lagu mereka. Bilang lagunya berisik lah, lagunya aneh lah.. Eh, ternyata diem-diem dia nyolong MP3-MP3 One Ok Rock dari netbook-ku :v

Baru deh, sekitar sebulan yang lalu, aku mulai download lagu-lagu OOR lagi. Aku nemu banyak rekomen dari anak-anak Kaskus yang lagi bahas tentang lagu-lagu OOR di salah satu trit. Ada juga yang dapet dari salah satu temen BBM. Nah, salah satu lagu yang aku dapet dari hasil nge-stalk trit Kaskus itu adalah Be The Light. Baru aja download, lagu itu langsung nge-klop di kuping dan nyantol di hati. Pasalnya lagu itu masuk ke playlist-ku tepat ketika aku lagi down waktu itu. Liriknya ngena banget, serasa Taka ada disebelahku dan nyanyiin lagu itu khusus buat memotivasiku, walaupun sebenernya lagu itu ditujukan untuk para korban Tsunami yang melanda Jepang tahun 2011 lalu. [Hal ini udah aku ceritakan di blog tanggal 24 September, Be the Light, by One Ok Rock]

Sejak saat itulah aku jatuh cinta lagi sama band ini. Tapi kali ini jatuhnya lebih dalem. Ibaratnya sih kayak rasa sayang yang berkembang jadi cinta (halaahh..).
Aku jadi sering dengerin musik mereka. Tiap hari! Yak, tiap hari mereka jadi moodbooster-ku. Apalagi kalo udah denger lagu-lagu kayak Clock Strikes, Smells Like Ten Spirits, dan Crazy Botch, udah deh, pengennya jejingkrakan aja :'3

Lebih dahsyat lagi kalo dengerin lagunya sambil nonton video klip mereka. Haisshh.. I dunno, aku ngerasa mereka punya power yang bisa bikin suasana hati membaik dan semangat menggebu dua kali lipat. Ngeliat aksi Taka didepan kamera sometimes ngingetin aku sama Gerard Way. Nggak tau kenapa, aku ngerasa mereka punya bahasa tubuh dan mimik muka yang sama saat nyanyi.. sama-sama energetic, sama-sama petakilan, sama-sama ekspresif.. Hahaha.. iya nggak sih?
Bukan gara-gara mereka sama-sama lahir di bulan April kan? :p *apa hubungannya?* :v


Makanya belakangan ini suasana hatiku baik terus, kayak orang lagi kasmaran plus kebanyakan makan cokelat. Damn! Their musics give me too much endorphins, and I'm addicted!

Kadang juga mereka bikin aku ngakak-ngakak sendiri di kamar gara-gara nonton kompilasi video random mereka. Ada video pas Taka makan sambil ngomel-ngomel dalam kondisi mulut penuh makanan..





Aku nggak ngerti dengan apa yang diucapin Taka di video itu selain kata 'nande? (kenapa?)'. Aku pikir sih kayaknya dia ngomel-ngomel karena dia direkam diem-diem sama rekan satu band-nya, coz ekspresinya kayak yang kaget gitu pas liat kamera :v


Ada video pas Taka lagi ngelakuin Ice Bucket Challenge. Ekspresi kaget dan kedinginannya lucu banget di video itu :v






Ada juga juga video pas mereka konser sambil pake celana dalem doang (Ya ampun, Bang. Aurat! >_<). Well, untuk yang satu ini kayaknya nggak perlu aku kasih liat gambarnya mengingat ini salah satu bentuk pornografi :v Cukup bayangin aja Taka dan yang lainnya lari-lari dan ajrut-ajrutan sambil pake celana dalem di atas panggung, atau cari dan liat videonya sendiri di Youtube. Dosa tanggung sendiri yak.. :p

Untung aja ngeliat videonya pas aku udah browsing-browsing foto mereka (yang memperlihatkan pose-pose gila mereka). Coba kalo aku nonton video gila mereka setelah denger lagu Wherever You Are buat pertama kalinya, pasti rasanya bakal rada kaget karena seperti yang udah aku bilang sebelumnya bahwa saat itu aku berpikir bahwa Taka pastilah seorang sosok cowok yang nge-rock tapi manis, bukan sosok cowok segila itu :v

Oh ya, aku juga sempet nonton video mereka pas konser di Indonesia tahun 2013 lalu. Para penggemar One Ok Rock pasti tau deh kalo mereka sempet berkomunikasi sama penonton pake bahasa Indonesia. Nah, aku nonton part itu juga. Lucu aja gitu denger para personil One Ok Rock ngomong pake bahasa Indonesia. Seperti orang asing pada umumnya, mereka ngomong dengan intonasi dan pelafalan yang bikin senyum-senyum. Saking seringnya nonton, aku jadi hafal sama kata-kata apa yang mereka ucapin.

Ryota : "Apa kabar?! Gokil. Nama saya Ryota. Terima kasih sudah datang. Jakarta mantap!" *dehem-dehem sebentar, trus nyanyi sebaris lagu* "Indonesia.. tanah airku.. tanah tumpah darahku.."
Tomoya : "Selamat malam! Saya Tomoya. Saya suka bakmi. Saya cinta Indonesia. SAYA CINTA INDONESIA! Mudah-mudahan kami akan datang kembali. Terima kasih."
Toru : "Apa kabar?! Saya Toru. Akhirnya kami datang. Terimakasih sudah datang. Mari bersenang-senang. MARI BERSENANG-SENANG! Mari jadi gila. One more try. Mari jadi gila."
Taka : "Nama saya Taka. Saya senang datang ke Jakarta. Saya suka sekali nasi goreng. Saya cinta kalian. SAYA CINTA KALIAAAAN!!"

Lucu banget denger Ryota nyanyi lagu Indonesia Raya (walau cuma sebaris doang). Dan suara yang dia ambil rendah banget, jadi suaranya keteken gimana gitu. Hahaha..
Lucu juga pas Toru bilang, 'mari jadi gila!'. Ekspresi mukanya kayak yang bingung gitu. Sebenernya dia ngerti nggak dia ngomong apa? xD
Menurutku, diantara keempat personil One Ok Rock, Tomoya yang paling jelas pelafalan bahasa Indonesianya ^^
Sedangkan Taka yang paling lucu. Dia ngomong kalimat yang diatas tadi, tapi kedengerannya kayak ngomong gini, "Nama saya Taka. Saya senang KUTANG KU Jakarta. Saya suka sekali nasi goreng. Saya CINCANG kalian. Saya cinta KALITAAAAN!!" Wakakak.. xD Dear, Fans and Readers. Don't take it serious, please. I'm joking, OK? :p


Ngomong-ngomong tentang Taka, rasanya sulit buat percaya kalo dulunya dia adalah seorang anggota boyband. Hahaha..
Waktu pertama tau hal ini, rasanya geli banget ngebayangin Taka yang petakilan bersikap manis layaknya cowok boyband pada umumnya. Dan aku bener-bener bersyukur dia pernah kesandung skandal. Haha.. Kedengerannya kejem banget gitu yak, ada orang kesandung skandal, aku malah seneng. Iyalah, kalo dia nggak pernah kepergok merokok bareng cewek di atas ranjang waktu itu, Taka nggak bakal ada di One Ok Rock. Dia mungkin masih jadi 'Sekuntum Bunga', ngebawain lagu-lagu dengan melodi lembut dengan lirik yang manis, bukan 'Hot Rockstar' kayak sekarang. Sayang banget kan kalo Taka cuma ngeluarin suara merdunya tanpa ngeluarin teriakan garangnya seperti yang kita denger sekarang ^^

Selain ituu.. aku nggak pernah mengira bahwa dibalik tingkahnya yang gokil-gokil idiot dan lagu-lagu ciptaannya yang inspiratif, dia menyimpan masa lalu yang cukup kelam. Taka dan kedua adiknya (cowok semua) lahir di tengah-tengah keluarga yang kaya raya (karena kedua orangtuanya adalah penyanyi terkenal di Jepang). Namun kekayaan itu nggak lantas bikin dia bahagia. Keadaan keluarganya yang kurang harmonis (ayahnya keras dan otoriter), membuatnya nggak betah ada di rumah. Dia mengaku sering iri ngeliat keluarga temen-temennya yang hangat dan rukun. Hmm.. ngebayanginnya aja udah sedih ya. Dan kesedihan itu bisa aku rasain ketika aku nonton video konser mereka di Yokohama dimana waktu itu mereka bawain lagu Nobody's Home. Taka keliatan emosional banget waktu bawain lagu ini sehingga dia nggak bisa menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca. Damn! It was so heartbreaking. Gimana enggak? Lagu ini emang ditulis sama Taka sendiri untuk menggambarkan keadaan keluarganya pada masa itu. 

Sama seperti kekagumanku sama Andy Biersack, vokalis Black Veil Brides, aku juga kagum dengan cara Taka bangkit dari keterpurukan dan menciptakan lagu-lagu dengan lirik yang sarat motivasi buat para penikmat musik mereka. Tapi kekagumanku sama Taka sebenernya udah dimulai jauh sebelum aku tau mengenai masa lalu Taka. Kekaguman itu dimulai ketika suatu hari aku nonton video live concert One Ok Rock di Youtube. Waktu itu aku nonton video mereka pas bawain lagu A Thousand Miles dan Wherever You Are di Stadium Yokohama, dimana si Taka keliatan sangat ganteng dan lebih rapi. Tapi bukan kegantengannya itu yang bikin aku kagum. Lantas apa?
Suaranya.

Itu pertama kalinya aku nonton video One Ok Rock. Video live performance pula. Dan baru kali itu aku denger vokalis band yang suaranya stabil diatas panggung. Dan suaranya tuh sama sekali nggak beda dengan rekaman album yang selama ini cuma aku denger di MP3 (begitu juga di video live performance pas mereka bawain lagu Nobody's Home yang aku ceritain diatas, suara Taka tetep stabil meskipun saat itu dia bener-bener emosional). Dari situ aku menarik kesimpulan bahwa Taka sangat layak diperhitungkan sebagai salah satu penyanyi terbaik. Ah, Toru.. Nggak salah kalo dia nunjuk Taka jadi vokalis. That's the best decision he has ever made! Mungkin itu juga yang menjadi alasan kenapa Taka sering diajak kolaborasi bareng musisi lain kayak Simple Plan di lagu Summer Paradise, Against The Current di lagu Dreaming Alone, Grown Kids di lagu Bottle Rocket, P.T.P di lagu Voice, dan bahkan Kellin Quinn (one of my favorite vocalists!) di lagu Paper Planes. Satu yang aku herankan, kenapa dia nggak terpikir buat berkolaborasi bareng adiknya ya?

Anyway, gara-gara aku interested sama all about Taka, aku jadi curious juga sama adiknya, Hiroki, yang merupakan vokalis di band My First Story. Sama kayak gimana aku tau nama Taka dan One Ok Rock, nama Hiro dan My First Story juga aku dapet dari rekomendasi Kak Rico di bulan yang sama, November 2013. Saat pertama kali aku liat foto-fotonya di Google, aku pikir dia dan Taka itu sodara kembar mengingat wajah mereka yang mirip banget dan suara mereka yang juga rada mirip (bedanya, suara Taka lebih lepas dan stabil). Dari segi penampilan, perbedaan mereka terletak pada style rambut. Saat itu Taka berambut shaggy, agak keriting, dan warnanya item, sementara Hiro berambut lurus dan putih (CAUTION! Bukan uban). Mereka jadi kayak yin-yang, item putih :v Selain itu, muka Hiro lebih cute, sedangkan Taka agak garang dan mesum. Mwehehe.. ^^v
Eh ternyata, mereka nggak kembar, melainkan cuma kakak-adik. Umur mereka juga selisihnya jauh. Taka lahir tahun 1988, sedangkan Hiro lahir tahun 1994 (widiih.. seumuran aku, haha..). Yah, kayaknya aku mulai jatuh cinta sama dua kakak beradik ini :3 So, aku pikir rasanya sayang banget kalo dua bersaudara yang sama-sama awesome ini nggak berkolaborasi. Sempet terpikir kalo mereka saling membenci satu sama lain (mengingat sangat jarang banget foto mereka berdua), tapi ketika melihat foto ini, pikiran bahwa mereka saling membenci hilang sudah..





Aku berharap suatu saat mereka bakal duet dan berada di atas panggung yang sama. Oh, it'd be a perfect duet, I guess :)









Well, lewat postingan ini, aku mau ngucapin.. THANKS TO KAK RICO FOR INTRODUCING ONE OK ROCK TO ME. ARIGATOU GOZAIMASHITAAAAA.. ^^
*Entah dia baca ini atau enggak* :


***


MY FAVORITE ONE OK ROCK'S SONGS

Dibawah ini adalah daftar lagu-lagu One Ok Rock terfavoritku yang ada di-playlist (karena masih ada lagu-lagu yang belum sempet didownload) dan ditulis NGGAK berdasarkan urutan :
  1. Wherever You Are
    Lagu One Ok Rock yang pertama kalinya mencuri hatiku, pertama kali aku hafal liriknya dan sampe sekarang masih ada di daftar most played di playlist. Haha.. Lagu ini pula yang pernah membuat aku terkesan dan berpikir, kok bisa ya band rock bikin lagu seromantis ini?
    Liriknya manis banget, karena memang lagu ini diciptain Taka buat temennya yang mau nikah. Lagu ini seperti ungkapan tulus seorang laki-laki kepada perempuan yang dicintainya. Manis emang, manis banget.. Tapi buat orang yang nggak punya pasangan, lagu ini bikin baper :')
  2. Notes and Words
    Lagu yang ngingetin aku sama musim hujan tahun 2014. Nggak tau kenapa. Hahaha.. Mungkin karena lagu ini pernah sering aku dengerin di musim hujan tahun lalu :3 Sebenernya aku masih bingung sih sama makna lagu ini. Analisaku pribadi sih, lagu ini menggambarkan kebimbangan seseorang buat menyatakan bahwa dirinya udah nggak nyaman lagi dengan pasangannya. But I dunno.. Ada yang punya interpretasi lain?
  3. All Mine
    Sama kayak lagu Notes and Words, lagu yang menggambarkan seseorang yang nggak bisa jauh dari orang yang disayangnya ini juga ngingetin aku sama musim hujan tahun lalu.
  4. The Beginning
    Demen banget sama Tomoya di lagu ini. Gebukan drumnya kurang ajar.
  5. Clock Strikes
    Awal dengerin lagu ini kesannya biasa aja. Pas aku resapi liriknya, aku mulai jatuh cinta. Dan pas nonton music video-nya, aku jatuh cinta lebih dalem. Bisa dibilang, MV Clock Strikes adalah MV One Ok Rock yang paling aku suka. MV-nya sederhana, tapi setiap member keliatan sangat berkarisma.
  6. Liar
    Lagunya, liriknya, musiknya, cara Taka membawakannya.. aku suka semuanya. Aku paling suka denger lagu ini pake earphone atau headset, karena dengan begitu disamping pembawaan Taka yang emosional, bakal kedengeran jelas gebukan drum Tomoya dan permainan gitar Toru yang bikin kesan 'marah' di lagu ini makin menonjol. Anyway, apa cuma aku yang berpendapat kalo di-part "Hey, liar.. Hey, liar.." suara Taka mirip suara Chester Bennington LINKIN PARK?
  7. Smells Like Teen Spirit
    Penggemar musik rock pasti nggak asing deh dengan lagu ini. Yups, lagu yang mendapat predikat sebagai 'the most iconic song ever' milik Nirvana ini di-cover sama One Ok Rock dan nggak kalah enak buat didengerin. Kalo di lagu Liar aku suka sama gebukan drum Tomoya dan permainan gitar Toru, di lagu ini aku suka sama betotan bass Ryota yang mantap. Biasanya aku dengerin lagu ini pagi-pagi buat ngebangkitin semangat. And one more thing, suara Taka seksi banget di lagu ini :3
  8. My Sweet Baby
    Lagu dengan lirik termanis setelah Wherever You Are nih. Mana ada suara bisik-bisik si Taka lagi :3 Biasanya lagu ini aku jadiin musik alarm buat bangunin tidur sih :3
  9. C.H.A.O.S.M.Y.T.H
    Apa cuma aku yang terharu setiap kali denger lagu ini sambil meres sapi? Eh, meresapi liriknya maksudnya. Ini lagu dengan lirik yang kereeeeeennn banget menurutku (dan mungkin para penikmat lagu ini juga setuju akan hal ini). Liriknya inspiratif dan mengantarkan kita pada kenangan masa muda. Aku pribadi selalu terkenang masa-masa pas jaman sekolah dulu, dimana aku masih sering kumpul sama temen-temen deket, ngobrol bareng, becanda bareng. Tapi seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, kami jadi disibukkan sama urusan dan usaha menggapai mimpi masing-masing. Kami jadi jarang banget kumpul kayak dulu. Pokoknya buat yang kangen sama masa-masa jayanya bareng sohib-sohib lama, ini lagu yang cocok banget buat nostalgia. Dan hey, ada sebuah kutipan yang bagus banget di lagu ini : DREAM AS IF YOU WILL LIVE FOREVER, AND LIVE AS IF YOU'LL DIE TODAY.
  10. Be the Light
    Satu lagi lagu yang sangat inspiratif dari OOR, Be the Light. Lagu yang didedikasikan buat para korban Tsunami Jepang tahun 2011 lalu ini sebenernya punya target penyampaian pesan yang luas, nggak cuma sebatas pada para korban Tsunami Jepang aja, tapi untuk kita pun bisa. Lewat lagu ini, One Ok Rock berpesan kepada kita untuk tetap tegar atas segala masalah yang Tuhan berikan, terus semangat menjalani hidup, dan menjadikan hari esok lebih baik dari sebelumnya.
  11. Re:Make
    Agak kurang ngerti sih makna lagu ini apa. Tentang perjuangan seseorang yang nggak pernah dihargai sama pasangannya? Entahlah, intinya aku suka banget sama lagu ini. Am I the only one who thinks that Taka's voice sounds sexy for this song? Ditambah aksi energetic-nya di video klipnya.. nendang mic stand, muter-muter microphone, nyanyi sambil merentangkan tangan dengan lampu yang gemerlapan dibelakangnya.. Ugh!
  12. Deeper DeeperLagu yang pernah jadi theme song iklan Suzuki Swift Sport di Jepang ini bisa banget jadi spirit booster, karena beat lagunya yang ngajak pendengar jejingkrakan. 
  13. Pierce
    Sebuah lagu yang sangat menusuk. Iya, 'menusuk', sama kayak judulnya. Menceritakan tentang sepasang kekasih yang masih saling mencintai tapi nggak bisa bersatu. Tuh kan, nusuk banget..
  14. Crazy Botch
    Sama kayak Deeper Deeper, lagu ini juga bisa banget jadi mood booster
  15. Heartache
    Sebuah lagu yang bikin aku mendung sekaligus jatuh cinta. Baru denger beberapa hari yang lalu sih. Waktu itu aku nonton video live performance mereka ketika bawain lagu ini di Yokohama Arena. Rasanya kayak dicurhatin Taka yang baru aja disakitin sama orang lain, dan aku bisa ngerasain sakitnya. Ini lagu bisa bikin galau berat kalo lagi sakit hati :')
  16. Rose Blood
    Gombal banget nih lagu. Hahaha.. Baru dengerin lagu ini kemaren, dan aku langsung ngeh, suara Taka di lagu ini agak mirip ex-vokalis Asking Alexandria, si Danny Worsnop pas bawain lagu 18 And Life. Serak-seraknya itu lho..
  17. Answer is Near dan Answer is Clear
    Sebenernya dua lagu ini adalah lagu yang sama, hanya aja dibuat dalam dua versi. Answer is Clear itu versi akustik dari Answer is Near.
  18. Et Cetera
  19. Nothing Helps
  20. Hitsuzen Maker
  21. Ring Wandering
  22. Rock Scissor and Paper
  23. Cry Out
  24. Onion!
  25. Riot
  26. Yume Yume
  27. Living Dolls
  28. Smiling Down
  29. Yokubou Ni Michita Seinendan
  30. And I Know
  31. Decision

Deeeeyyymmm.. banyak amat yak yang aku sebutin. Bingung sih milih yang mana buat dikategorikan sebagai lagu-lagu terfavorit, karena sebagian besar lagu mereka emang bagus dan enak didenger semua :'))

Sekian dulu postingan nggak jelas tentang ketertarikanku sama band Jepang keren yang satu ini, karena postingan ini juga udah terlalu panjang. Nanti kapan-kapan aku sambung lagi :p


***


BTW, sedikit out of topic, gara-gara One Ok Rock dan My First Story ini, aku juga jadi mengenal nama Nano, atau Nanoir. Berawal dari lagu Start Over yang direkomen sama Dimas (temen Facebook-ku yang juga waktu itu deket di BBM) tahun 2014 lalu dan akhirnya sering kuputer lagunya berulang-ulang sampe jadi salah satu most played song di music player-ku. Di lagu itu, dia duet bareng si Hiro.

Setiap kali lagu itu di-play di music player, secara otomatis layar bakal menunjukkan gambar ini..



Hiro dan Nano

Melihat sosok Nano yang tertutup hoodie, aku jadi penasaran, siapa sih si Nano ini?
Aku yang waktu itu mengira bahwa Nano adalah sebuah nama band Jepang pun mencoba buat browsing di Google dengan keyword 'Nano band Jepang' (browsingnya sih baru menjelang akhir September lalu). Eh, pas hasil pencarian muncul, aku malah nemuin sebuah artikel berjudul 'Band/Penyanyi Jepang yang Tidak Pernah Menunjukkan Wajahnya', dan ternyata Nano termasuk didalamnya. Aku baca deh.. sampe akhirnya aku menemukan fakta mengejutkan bahwa DIA ADALAH SEORANG WANITA.

Damn! It was really shocking me! Setiap kali denger lagu Start Over, aku selalu ngebayangin Hiro berkolaborasi dengan seorang vokalis cowok cool nan misterius dibalik hoodie-nya. Tapi ternyata.. ternyata.. orang yang bikin aku penasaran itu adalah seorang cewek Jepang yang memang tomboy. Awalnya sangat sulit dipercaya mengingat suara Nano yang bener-bener maskulin. Tapi kemudian aku inget Zee Keenan, si cewek tomboy Thailand berdarah Indonesia yang juga punya suara maskulin, jadi rasanya bukan nggak mungkin kalo seorang cewek punya suara kayak cowok.

Anyway, selain Start Over, lagu Our Story juga bagus banget (Nano nyanyi sendirian di lagu ini). Tapi yang lagi galau, dianjurkan nggak dengerin lagu ini karena dijamin galaunya bakal makin parah :v

Total Tayangan Halaman

 
;