Jumat, 02 November 2012 0 komentar

Rest In Peace, Mitch Lucker :(

Sumpah.. aku masih nggak percaya sama berita yang baru aja aku baca di status salah satu temen Facebook-ku. Dia nulis, "emang bener Mitch Lucker meninggal?"
Aku kaget, langsung aja aku cek Google, cari kebenaran berita itu. Ternyata.. inilah salah satu berita yang aku temuin..


Mitch Lucker, singer for the Riverside heavy metal band Suicide Silence, died Thursday morning, Nov. 1, after being in a motorcycle crash Wednesday night. The Orange County coroner’s office said Lucker was pronounced dead at 6:17 a.m. Thursday at UCI Medical Center in Orange County. Coroner’s officials said Lucker was hospitalized after a motorcycle accident shortly before 9 p.m. Wednesday. Huntington Beach police were investigating the crash and expected to release details Thursday morning. Calls and emails to the band’s record label and management were not immediately returned Thursday. The Suicide Silence website has been down all morning. The 28-year-old lived in Huntington Beach but grew up in Riverside, where the band formed a decade ago from friends who knew each other in the local music scene, playing venues such as the now-defunct Showcase Theater in Corona. The band’s debut album, “The Cleansing,” came out in 2007 and was followed by two other albums, including 2011’s “The Black Crown,” which was written in Big Bear. Suicide Silence toured on the Mayhem Festival in 2008 and 2011 and also earned two consecutive Revolver Golden Gods Awards, for most innovative band and best new band. “We wanted to make this aggressive, heavy or fast music. It's fun to play; it's something to do on a summer's night, because there's nothing to do. It's like, 'Yeah, let's have a show.' That means everyone gets together,” Lucker said in a 2011 interview. The band was scheduled to perform at California Metalfest VI in San Bernardino on Saturday, Nov. 24. We will have more updates about this story as it develops.

Intinya dia meninggal karena kecelakaan motor di hari Rabu sekitar jam 9 malem waktu setempat, trus meninggal hari Kamis jam 1 pagi waktu setempat. Sumpah, aku shock banget. Aku hampir nggak percaya salah satu vokalis favoritku meninggal :(

Ini foto terakhir yang dia upload


Menurut temen Facebook-ku yang ngefans sama dia, foto ini di upload satu hari yang lalu. Dia pake jas rapi dengan make up tengkorak. Selain itu dia juga nge-tweet gini, "The Dead Are Living," dan itu merupakan tweet terakhirnya. Mungkinkah ini sebuah firasat?
Tanggal meninggalnya juga unik.. 1 November '12 (1 + 11 = 12)

Berita tentang meninggalnya Mitch Lucker ini bener-bener menggemparkan para Facebookers, khususnya para pecinta musik cadas. Berita ini bahkan jadi trending topic di Twitter.

Haaahh.. nggak kebayang ya. Suicide Silence tentu bakal beda kalo Mitchy nggak ada. No one can replace him. Well.. Rest in peace, Mitchy.. we love you..
Sabtu, 29 September 2012 0 komentar

Pertemuan Awal SICE

Today was amazing day! Hari ini aku mulai gabung di Society of Innovative and Creative English (SICE) di kampus. Perkumpulan ini dimulai jam satu siang setiap hari Sabtu. Awalnya aku deg-degan, coz takut dikelas SICE aku nggak dapet temen yang cocok. Sebelum SICE dimulai, aku duduk dulu dideket balkon kampus sambil OL, sekalian nunggu gitu. Lumayan, ada Hot Spot. Hahaha..

Pas aku lagi OL, Nia salah satu temen kampus yang aku kenal (waktu OSPEK dia satu kelompok sama aku) manggil. Dia ngajak aku masuk ke kelas. Aku suruh aja dia dan temen-temennya masuk duluan, biar aku nyusul aja. Akhirnya dia dan temen-temennya masuk duluan ke kelas. Aku langsung matiin netbook-ku, masukin ke tas, trus aku langsung masuk ke kelas. Ternyataaaa dikelas SICE temen-temen udah pada kumpul. Para kakak senior yang jadi pembimbing juga udah ada disana. Aku telat! Tapi untungnya acaranya masih pembukaan, jadi aku nggak telat-telat banget. Tadinya aku kira, aku nggak dapet tempat duduk, tapi untungnya aku dapet. Aku dapet tempat duduk deket pintu masuk. Teh Yanti yang dulu jadi pembina kelompokku pas OSPEK ternyata masih inget nama aku. Dia jadi pembimbing juga dikelas SICE ini. Dia langsung nyuruh aku buat nulis biodata aku diatas selembar kertas, sama kayak temen-temenku yang lain. Sumpah, gemeteran aku pas nulis. Biasa lah.. baru masuk ke lingkungan baru. Tapi lama kelamaan aku bisa relax juga walau waktu itu belom ada yang bisa aku ajak ngobrol.

Aku liat ada beberapa temen dari kelas Sekretaris yang ikut SICE ini. Ada Fatimah, Erna, Gisna, dan Gia. Ada juga temen-temen dari kelas B1, salah satunya Windy.

Trus aku dan temen-temen dibagi jadi empat kelompok gitu. Cara pembagiannya, kami disuruh maju satu persatu dan ngambil salah satu gulungan kertas yang ada di meja. Gulungan kertas itu harus dibuka setelah diambil, dan tulisan yang didalemnya harus disebutin. Aku dapet giliran pertama untuk milih. Pas aku buka gulungan kertas itu, aku dapet kertas yang didalemnya ada huruf S. Trus setelah itu aku disuruh duduk lagi. Baru deh giliran temen-temen yang lain. Nah, yang dapet huruf S juga, berarti mereka masuk ke kelompokku. Anggota kelompokku ada enam orang, termasuk aku. Selain itu ada Leni, Nia, Ahmad, Santi, dan Fatimah. Kelompok kami dipimpin sama Kak Sudan.

Pertama-tama, kami nentuin nama kelompok dulu. Nama kelompok kami adalah Orchid, yang artinya bunga anggrek. Sebenernya aku kurang setuju sama nama ini, coz jujur aja aku kurang suka sama bunga. Selain itu kasian juga si Ahmad. Dia kan satu-satunya cowok dikelompok ini. Masa nama kelompoknya girly banget.. Haha.. Tapi ya sudahlah..

Setelah menentukan nama kelompok, kami memperkenalkan diri masing-masing. Kak Sudan memperkenalkan diri duluan. Pake bahasa Inggris tentunya. Dia ngomong panjang lebar, coz selain dia nyebutin nama dan tempat tinggal, dia juga nyebutin tempat dan tanggal lahirnya, hobi, makanan favorit, mimpi, dan idola. Bahasa Inggrisnya lumayan fasih. Katanya sih dia pernah dikirim ke Malaysia gitu buat studi banding. Kereeenn.. Mudah-mudahan aja aku bisa ngikutin jejaknya. Aamiiiinn..

Setelah dia memperkenalkan diri, baru deh aku yang dipersilahkan introducing. Aku deg-degan banget, makanya aku persilahkan Leni yang introducing duluan. Tapi Leni nya ga mau. So terpaksa aku introducing duluan. Nervous banget aku. Makanya aku ngomong cepet-cepet. Saking cepetnya, Kak Sudan sampe bilang "sorry?" Minta pengulangan kalimat gitu maksudnya. Haha..
Coz kalo aku ngomong pelan-pelan takutnya ketauan kalo aku nervous :P
Aku nggak sanggup ngomong banyak. Makanya aku cuman sebutin nama, tempat tinggal, dan jurusan doang. Nggak panjang lebar kayak Kak Sudan. Hahaha..

Karena aku cuman ngomong sedikit, Kak Sudan tanya-tanya deh sama aku. Tentang tempat dan tanggal lahir aku, hobi aku, dan cita-cita aku. Sayangnya dia nggak nanyain tentang idola aku. Coba kalo dia nanya, aku pasti bakal menjawab Black Veil Brides dan My Chemical Romance dengan senang hati.
Alhamdulillah selama ditanya ini itu sama Kak Sudan, aku bisa ngejawab dengan baik.

Setelah semuanya memperkenalkan diri masing-masing, tibalah saatnya pemilihan ketua kelompok dan sekretaris. Kak Sudan mengadakan voting buat memilih ketua kelompok dan sekretaris itu. Kandidatnya adalah kami, para member. Yang pertama ditunjuk adalah aku. Waktu itu Kak Sudan nanya ke temen-temen, "Siapa yang setuju kalo Putri jadi ketua?" Eh, para member pada ngacungin tangan semua. Parah.. masa mereka semua setuju kalo aku jadi ketua? Giliran Fatimah, Santi, Ahmad, dan yang lain yang ditunjuk malah nggak ada yang ngacungin tangan. Ya udah deh, positif keputusannya.. aku yang jadi ketua. Sedangkan sekretarisnya adalah Fatimah.

Well, aku seneng sih bisa dipercaya temen-temen buat mimpin kelompok. Tapi jadi ketua kelompok kan nggak gampang. Kudu tegas, sedangkan aku nggak tegas. Aku juga takut ngecewain mereka. Tapi ya udahlah. Biarin aja semuanya mengalir. Mudah-mudahan aja pikiran negatifku itu salah.

Kemudian kami mengadakan game duel antar kelompok. Semuanya ada empat kelompok. Selain kelompok kami, ada kelompok Amazing, kelompok Excellent, dan kelompok Sakura. Jadi game nya gini.. di whiteboard udah dituliskan beberapa kata dalam bahasa Inggris. Nanti kakak senior bakal neriakin salah satu kata yang ada di whiteboard itu dalam bahasa Indo. Nah, nanti secara bergiliran, satu persatu anggota dari masing-masing kelompok harus adu cepet buat nemuin kata dalam bahasa Inggris yang disebutin kakak senior itu. Rival kelompok kami adalah kelompok Excellent. Aku pesimis juga waktu itu, coz salah satu member dari kelompok itu adalah Gia, temen sekelasku. Gimana nggak pesimis? Bahasa Inggris dia lumayan bagus. Dan di mata kuliah English Leveling hari Senin, dia terdaftar sebagai murid dikelas A, kelas terbaik di English Leveling. Sedangkan aku dikelas B1 yang satu tingkat dibawahnya. Deg-degan banget aku pas duel. Akhirnyaaaaa.. kelompokku berhasil mengumpulkan 10 poin. Sedangkan kelompok Gia berhasil mengumpulkan 8 poin. Itu artinya kelompok aku menang ngelawan kelompok Gia.

Tapi duel nya nggak selesai sampe disitu, karena ternyata poin kelompokku seri sama poin yang diperoleh sama kelompok Amazing. Jadi kami harus duel lagi buat nentuin pemenangnya. Tapi kali ini, yang maen adalah perwakilan dari masing-masing kelompok. Aku dipercaya temen-temen kelompok buat ngewakilin. Sedangkan dari kelompok lawan, ada Gisna yang ngewakilin. Gisna ini juga satu kelas sama aku dikelas Sekretaris. Awalnya aku kira game nya sama kayak tadi, tapi ternyata beda. Kali ini game nya gini.. salah satu diantara kami berdua nulis satu kata di whiteboard, trus setelah itu satu orang yang lain bakal nulis kata lainnya yang huruf depannya sama kayak huruf belakang yang ditulis sama orang yang pertama nulis. Misalnya Dol(l), (L)igh(t), (T)ea.. dst gitu.

Yang dapet giliran pertama nulis adalah Gisna. Dia nulis kata Amazing, kemudian aku sambung dengan kata Goal.. dan seterusnya. Sampe akhirnya Gisna salah menuliskan kata Elephant dengan double L, jadi Ellephant. Ini tentu dianggap kesalahan. Jadiiiiii.. kelompok aku yang menang!!
Aww.. thanks God!! Sumpah, aku seneng banget bisa nyenengin kelompokku. Kelompokku dapetin hadiah.. satu bungkus permen!! Haha..
Bukan satu biji loh ya, tapi satu bungkus yang isinya banyak gitu. Aku bagi-bagiin aja ke anggota-anggota kelompokku pas pulang.


Haaah.. seneng banget aku. Pertemuan awal SICE ini bener-bener seru, asik dan menyenangkan banget buat aku. Andai tiap hari kayak gini, aku pasti bakal lebih betah di kampus ya..
Jumat, 28 September 2012 0 komentar

Solid Itu IPS 2 ;)

Haaaahh.. mumet banget aku. Hari ini aku dan temen-temen dikelas Sekretaris ngadepin mata kuliah Akuntansi. Well, nggak cuman hari ini aja aku dibikin pusing sama yang namanya Akuntansi, tapi setiap pelajaran itu ada. Tadi aku dan temen-temen disuruh ngerjain satu soal gitu. Yah, soalnya sih satu, tapi pengerjaannya banyaaaakk banget, dan itu sukses bikin kepalaku nyaris botak!

Aku ngerjain soal itu sendirian, sementara temen-temenku nggak bisa diharapkan. Mereka sibuk sendiri-sendiri. Aku nanya pun percuma, ga bakal diladenin. Saat itu aku berharap banget ada satu orang aja yang nyamperin aku dan bantuin aku. Aku nggak ngarepin dia ngasih tau jawaban dari soal itu, aku cuma pengen diajarin aja biar aku bisa. Tapi sayangnya orang yang aku harapkan itu nggak ada.

So, gara-gara nggak ngerti, aku nggak sampe kelar ngerjain soal itu. Aku cuman ngerjain setengahnya. Itupun aku nggak yakin bahwa jawabanku bener. Ah, parah. Siap-siap aja bakal nerima nilai jeblok..

Aku jadi inget lagi masa-masa waktu aku masih SMA. Aku kangen banget masa-masa belajar bareng temen temen SMA-ku dikelas IPS 2. Aku kangen sama solidaritas mereka. Kami selalu saling bantu. Kalo ada soal yang nggak gampang, kami bakal nyelesain soal itu bareng-bareng. Bahkan lebih enaknya, kita bisa langsung copy paste aja sama yang pinter (ini mah yang males dan nggak mau kerja. hahaha..)

Selalu ada yang bisa aku andalkan di IPS 2. Misalnya kalo pelajaran Akuntansi, biasanya aku mengandalkan Rohayati, temen sebangkuku. Tapi aku nggak asal copy paste dari jawaban dia. Kami biasanya kerja bareng. Dia yang ngerjain, aku yang ngitung. Kalo Matematika, aku mengandalkan Safira dan Luqman. Well, mereka berdua emang bukan cuma andalan buatku, tapi juga buat temen-temen sekelas. Mereka kan anak-anak emasnya guru Matematika disekolah. Sedangkan aku biasanya jadi andalan temen-temen dalam pelajaran Bahasa Inggris. Aku sering ngerjain soal bareng Luqman dan Safira. Yah, meskipun mereka berdua adalah rivalku dikelas, tapi kami sering kerjasama, ga menang sendiri.

Aku kangen banget masa-masa itu. Kapan ya aku bisa kerja bareng lagi sama Rohayati, Luqman, Safira dan temen-temen lainnya? Mereka bener-bener temen-temen paling solid yang pernah aku kenal. Aku yakin aku nggak bakal bisa nemuin temen-temen kayak mereka di kampus. Aaa.. aku kangen merekaaaa..


Rabu, 26 September 2012 0 komentar

Uncomfortable..

Sumpah.. sampe sekarang aku belom ngerasa kerasan kuliah disini. Problemnya masih sama kayak minggu-minggu kemaren. Aku belom dapetin temen yang klop. Setiap hari aku tuh ngerasa kayak jadi korban diskriminasi gimana gitu. Kayaknya sebagian besar dari temen-temen sekelas aku kok kayaknya anti banget deket-deket sama aku. Itulah kenapa aku belom ngerasa betah dan nyaman. Setiap hari bawaannya males kuliah, atau pengen cepet-cepet pulang. Kecuali kalo hari Senin, aku justru paling semangat. Coz mata kuliahnya itu English Conversation, dan aku belajar bareng anak-anak kelas B1. Anak-anak kelas B1 seru-seru. Walau aku nggak kenal deket sama mereka, tapi mereka semua asik ramah-ramah pula, nggak kayak anak-anak kelas Sekretaris yang hampir setiap hari aku temuin. Really.. I don't understand, WTF is wrong with me, sampe-sampe mereka seolah nggak mau bertemen sama aku. Aku kesel banget. Perlukah aku lakuin apa kata My Chemical Romance? "Kill All Your Friends."

Well, belakangan ini aku ngerasa nyesel sama jurusan yang udah aku ambil. Aku nyesel, kenapa yah dulu aku nggak pilih jurusan Informatika aja? Hmm.. sebenernya sejak SMA aku udah tertarik sama jurusan Informatika itu. Tapi pas aku baca buku daftar jurusan yang dikasih sama kampus, aku ngeliat bahwa standar lulusan mahasiswa Informatika itu terlalu rumit, aku pikir. So aku cari deh jurusan lain yang standar lulusannya nggak begitu rumit. Akhirnya aku ngelirik jurusan Sekretaris. Kebetulan aku kan hobi nulis, selain itu juga aku pikir sekretaris itu banyak dibutuhin sama perusahaan-perusahaan. So, akhirnya aku pilih deh jurusan itu.

Eh, nggak taunya sekarang-sekarang aku malah jadi nyesel sama pilihan aku. Jadi mahasiswa jurusan sekretaris ternyata ribet banget. Banyak tuntutannya. Dari semua jurusan yang ada di kampusku, mungkin mahasiswa jurusan Sekretaris lah yang paling ribet. Kami dituntut untuk bener-bener feminim dan berdandan secantik dan serapi mungkin. Ini bertolak belakang sama karakter aku yang tomboy dan cuek. Aku nggak suka pake make up macem-macem. Aku juga nggak suka kalo rambutku diapa-apain. Selain itu, mahasiswa sekretaris juga harus terampil berkomunikasi dan punya rasa percaya diri yang tinggi. Ini juga bertolak belakang sama karakterku yang pendiem dan pemalu. Jadi bener-bener tekanan deh buat aku kalo udah disuruh presentasi atau tampil didepan kelas buat bicara.

Aku iri sama anak-anak informatika yang nggak terlalu banyak tuntutan. Aku nggak mungkin pindah jurusan, coz aku nggak tau itu diperbolehkan atau enggak. Kalaupun diperbolehkan, itu berarti aku harus beradaptasi dari awal lagi, dan itu nggak gampang.

Aduuuuhh.. kalo aja aku nggak inget masa depan.. kalo aja biaya kuliah itu nggak seberapa.. kalo aja aku nggak inget gimana perjuangan ortu aku buat menguliahkan aku.. dan kalo aja aku nggak inget bahwa aku masih beruntung bisa nerusin sekolah dibanding orang-orang yang nggak bisa sekolah diluar sana.. mungkin aku udah males-malesan kuliah disitu.

Well, yang bisa aku lakuin sekarang adalah hanya menikmati masa-masa aku. Tiga tahun bareng anak-anak Sekretaris yang jutek-jutek itu. Semoga aja masa-masa menyebalkan ini nggak berlangsung lama, dan semoga aku bisa bertahan..


Senin, 24 September 2012 0 komentar

Pertama Kali Perform didepan Anak-Anak B1

Haaaahhh.. akhirnya kelar juga tugas hafalan dan retelling narrative text-ku. Seperti yang udah aku katakan di entri aku hari Senin lalu, hari ini giliran aku dan beberapa temen lainnya buat retelling a narrative text. Aku bawain narrative text berjudul Peter Pan. Aku udah ngapalin teks ini sejak dua minggu yang lalu, cuma ditambah sedikit lagi teks nya, coz aku pikir teks yang kemaren aku copas dari Google itu terlalu sedikit.

Lumayan lah, teks yang tadinya cuma satu halaman kurang nambah jadi satu setengah halaman. Aku hafalin teks itu setiap hari, dan hampir setiap waktu. Sampe-sampe meskipun aku nggak ada niat ngapalin juga, tuh teks tetep nempel dikepala aku, dan dengan tanpa aku sadarin aku mengucapkannya dalem hati. Waktu latihan praktek didepan kaca, aku udah mantep banget tuh. Nggak cuma hafal, aku juga bisa melafalkan apa yang aku apalin itu dengan cepet. Dengan begitu, aku berharap banget didepan kelas nanti penampilan aku bakal sempurna.

Pas masuk kelas, aku agak heran gitu, coz dua orang temen aku yang duduk paling depan ngeliatin aku dengan pandangan aneh gitu. Aku pikir, apa ada yang aneh dengan penampilan aku ya? Tapi ya udahlah, mungkin mereka cuma heran doang karena aku udah pake seragam. Padahal minggu kemaren kan aku belom pake seragam gara-gara bahan seragamnya belom dapet, eh sekarang tuh seragam udah bisa aku pake. Yah, mereka nggak tau aja. Tuh seragam kan udah aku pake sejak hari Kamis lalu. Intinya, bahan seragam itu udah dibikin seragam dalam waktu dua hari aja. Ya siapa dulu yang bikin, pamannya ibuku.. :P

Detik-detik sebelum tampil, aku nervous banget. Yah, seperti biasa. Aku komat-kamit baca doa, sambil sesekali kembali ngapalin teks Peter Pan nya.
Dan pas giliran aku maju.. seperti temen-temen yang lain, aku memulai performance-ku dengan mengucapkan salam dan pembukaan, "Assalamuallaikum wr.wb.. well, I would like to retell a fairy tell about Peter Pan.." Setelah aku ngomong gitu, beberapa temen yang duduk paling depan sebelah kiri aku keliatan agak surprise gitu. Aku kira mereka surprised karena mereka aneh ngedenger judul fairy tale aku. Eh, tiba-tiba salah satu dari mereka ngacungin tangan, dan bilang ke Mrs Itat, dosen English Conversation dikelas B1 itu, "Mam, her story is same as mine.."

Aku kaget pas dia bilang gitu. Coz Mrs Itat nggak ngebolehin kami bawain cerita yang sama. Tapi aku kan gak tau kalo dia mau bawain cerita yang sama dengan yang aku ceritain. Azzz.. padahal aku udah pilih cerita yang jarang dibawain sama orang, dan yakin banget nggak bakal ada yang bawain cerita yang sama. Eh, nggak taunya perkiraan aku salah. Aku was-was banget, takut dimarahin, atau dikurangin nilainya gitu. Ternyata dia harusnya tampil minggu kemaren, tapi karena minggu kemaren dia belom hafal, jadi dia baru tampil hari ini. Terus Mrs Itat bilang ke dia, "That's your problem.."
Yah, beliau bener juga sih. Salah dia sendiri, kenapa nggak perform minggu kemaren. Kalo minggu kemaren dia perform duluan kan aku bisa ganti cerita. Tapi karena udah terlanjur gitu, ya mau gimana lagi dong.

Pas mulai cerita, deg-degan dan nervous aku makin parah, tapi untungnya nggak parah-parah banget. Aku masih bisa perform dengan cukup baik walau tadi aku beberapa kali jeda gara-gara lupa teks. Gila, padahal awalnya aku udah lancar banget. Eh, gara-gara nervous, aku jadi lupa gitu. Coba kalo engga nervous, mungkin aku bisa perform dengan jauh lebih baik. Ah, geli sendiri aku kalo inget kebodohan aku tadi. Kenapa sih aku nggak pernah lepas dari yang namanya rasa nervous kalo tampil didepan umum? Azzz.. damn! Tapi yaaahh seenggaknya aku dapet acungan jempol dari beberapa temen atas penampilan aku. Haha..

Tapi ternyata, keharusan aku dan temen-temen untuk tampil didepan kelas nggak cuma sampe disitu aja. Tadi, kami sekelas sempet dihukum gitu. Kami semua disuruh nyanyi berpasangan gara-gara ngomong pake Bahasa Indonesia, kan harusnya pake Bahasa Inggris. Haha..
Aku nyanyi didepan kelas bareng Santi, bawain lagu Someone Like You. Aaarrgghhh.. malu, maluuu..
Dan setelah itu, kami juga ditugasin untuk bikin dialog yang membicarakan tentang masa depan gitu, trus mempraktekannya didepan kelas secara berpasangan. Aku kembali perform bareng Santi, dan alhamdulillah untuk penampilan kali ini, aku nggak begitu nervous, jadi lancar-lancar aja.

Haahh.. pokoknya hari ini  cukup banyak deh tuntutan perform didepan kelas. Dan ini pertama kalinya buat aku tampil didepan anak-anak kelas B1. Senin depan, lagi-lagi kami harus perform didepan kelas. Kami harus bawa foto gitu, trus ngejelasin tentang foto itu. Hmm.. kira-kira foto apa ya yang bakal aku presentasikan?


Yah, siap-siap aja deh..

Total Tayangan Halaman

 
;