Senin, 03 Juni 2013 0 komentar

Menuju Program LP3I Sit in Malaysia : Seleksi Hari Pertama

Hari ini aku menghadiri tes seleksi studi banding ke Malaysia hari pertama. Sebelum ke kampus, tegang banget rasanya. Saking tegangnya, aku sampe telat dateng kesana. Entah telat berapa menit, yang pasti pas dateng kesana tes nya udah mulai. Mwahahaha..

Untung aja yang dimulai baru writing test doang. Coba kalo yang mulainya TOEIC test duluan.. hadeeehh.. bisa gawat kalo ketinggalan. Ternyataaaa.. pesertanya banyak bangeeeeett..
Ada 28 orang peserta. Sayangnya Sherly nggak hadir hari ini.

Aku duduk paling depan. Begitu dateng, Mr Rudi langsung nyodorin kertas pertanyaan dan kertas jawaban ke aku. Langsung deh aku kerjain. Aku kira itu soal apaan. Nggak taunya, ternyata itu pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan dalam interview. Sumpah, aku nggak nyangka kalo bakal ada interview tertulis kayak gitu. Tapi untungnya aku bisa jawab hampir semua pertanyaan. Pertanyaannya itu nggak cuma menanyakan tentang diri para peserta aja, tapi juga menanyakan tentang ambisi kita, tentang motivasi kita ikut program ini, wawasan kita mengenai Indonesia dan Malaysia, wawasan kita mengenai LP3I.. banyak deh. Dari lima belas pertanyaan, aku bisa jawab empat belas. Yang satu soal lagi aku belum sempet jawab, coz waktunya keburu abis. Haaahh.. padahal kalo waktunya lebih lama lagi, aku yakin aku bisa nulis lebih banyak.. (=__=)

Setelah writing test, kami pindah ke ruang satu untuk menghadapi TOEIC test. Aku duduk diantara Eni dan Elsa di kursi paling depan. Awalnya, aku bisa ngerjain soal-soal dengan lancar. Tapi makin lama, aku ngerasa soalnya makin susah. Yang paling susah menurut aku adalah soal Listening Comprehension yang bagian Short Talks dan Reading Section. Apalagi Reading Section tuh. Soalnya panjang-panjang banget kayak koran, sementara waktunya tinggal dikit lagi. Dan karena hal itu, lebih dari sepuluh soal terakhir belum aku jawab!!

Awwwwrrrr.. gemes banget aku waktu itu. Padahal bisa aja tadi aku jawab asal-asalan beberapa soal terakhir yang belum keisi itu. Siapa tau kan hasilnya bener. Tapi sayangnya, kertas pertanyaan dan jawaban aku diambil duluan sama Mr Rudi. haaahh.. sayang sekali..

Sampe pulang aku kepikiran terus tuh sama tes TOEIC itu. Aku udah pasrah banget. Rasanya aku nggak berani berharap apa-apa lagi. Sebelum menghadapi tes, aku sempet pasang target untuk bisa ada di posisi lima besar. Tapi setelah tes, aku jadi pesimis. Jangankan mencapai target lima besar, berharap ada di posisi sepuluh besar aja aku nggak berani.

Sampe pada akhirnya, jam empat sore lebih dua puluh tujuh menit tujuh belas detik, aku nerima SMS dari Mr Rudy :
"CONGRATULATION! You past the 1st round selection test of LP3I SIT IN MALAYSIA 2013. Please come tomorrow at 8.30 to get the 2nd round test : General Interview and presentation about culture knowledge of Indonesia and Malaysia"

Gilaaa.. aku bener-bener hampir nggak percaya sama apa yang baru aja aku terima. Aku udah pesimis setengah mati, dan sekarang aku setengah mati surprised! Alhamdulillah..

Aku penasaran berapa skor TOEIC aku, dan ada diposisi berapa aku. Aku udah tanya ke Mr Rudy, tapi beliau memintaku untuk bersabar sampe besok. Okay deh.. Yang penting sekarang saatnya aku prepare buat presentasi dan wawancara besok.. :D
Sabtu, 01 Juni 2013 0 komentar

Menuju Program LP3I Sit in Malaysia : Berbincang-Bincang Dengan Senior Via Telepon

Seperti yang udah aku rencanakan kemaren, siang ini aku nelpon Kak Sudan buat ngobrol-ngobrol sedikit tentang pengalaman dia studi banding ke Malaysia, dan meminta sedikit masukan dari dia. Kebetulan Kak Sudan lagi nggak sibuk siang ini.

Banyak juga sih yang aku tanyain ke dia. Tentang seleksinya apa aja, tentang proses seleksinya, tentang pertanyaan-pertanyaan di interview, tentang kegiatan yang dilakuin selama di Malaysia...

Dia juga ngasih aku sugesti untuk banyak-banyak baca artikel tentang kebudayaan Indonesia dan Malaysia, banyak-banyak berdoa dan tawakal.. Selain itu juga dia menyarankan aku untuk nggak terlalu banyak berharap dulu. Coz yang dilihat bukan cuma dari segi nilai-nilai Bahasa Inggris, tapi juga dari attitude, kepercayaan diri, kepribadian, kemampuan berkomunikasi dan wawasan. Sedangkan aku sendiri belum cukup memiliki rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi. Dan jujur aja, wawasan aku juga nggak begitu luas. Haha..

Sementara, mahasiswa yang lulus seleksi dan berkesempatan pergi kesana, berarti dia memikul tanggung jawab untuk membawa nama LP3I dan juga nama Indonesia.

Well, Kak Sudan ngedukung aku, dan ngedoain aku biar aku lolos seleksi. Tapi setelah berbincang-bincang sama Kak Sudan tadi, aku jadi berpikir, kira-kira aku ini pantes nggak sih untuk ngedapetin kesempatan studi banding itu?

Aku jadi pesimis. Gimana enggak? Dengan kepribadianku yang terlalu introvert, pendiem, dan kurang percaya diri ini, apa mungkin aku bisa lolos seleksi dan terpilih pergi kesana? Sementara kalo sampe aku lolos seleksi pun, tanggung jawabku besar banget, bawa nama kampus dan nama negara. Aku ngerasa nggak mampu.

Anyway, sekarang sih aku pasrah aja deh. Aku tetep belajar, aku tetep berusaha, aku tetep prepare untuk ngadepin seleksi hari Senin dan Selasa nanti, tapi aku nggak terlalu berharap. Lagipula aku udah punya prediksi kok, siapa yang bakal lolos seleksi dan berkesempatan pergi kesana. Aku rasa para penghuni kampus juga berpikiran sama kayak aku. Yaaahh.. liat aja nanti..

Aku nggak jadi nelpon Kak Oman, coz aku pikir nelpon Kak Sudan aja udah cukup kok, walaupun kata dia tadi seleksi yang dihadapin tiap orang beda-beda. Lagian tarif telponnya mahal banget. Aku nelpon dia nggak nyampe setengah jam, tapi kok abisnya sampe lebih dari sepuluh ribu, padahal sesama operator.. (=__=)

***

Oh ya, dua hari yang lalu, aku download film Legion Of The Black nya Black Veil Brides. Gilaaa.. sekian lama aku nahan rasa kebelet buat nonton film ini, baru sekarang aku dapet yang full movie nya. Haha.. :D
Buat yang penasaran sama filmnya, bisa didownload disini nih, FREE DOWNLOAD LEGION OF THE BLACK FULL MOVIE
Jumat, 31 Mei 2013 0 komentar

Studi Banding ke Malaysia? Will I?

Aku hampir nggak bisa percaya dengan apa yang baru aja aku denger sekitar dua jam yang lalu. Aku kepilih jadi kandidat mahasiswa studi banding ke Malaysia!

Tadi sekitar jam setengah empat sore, pas lagi nunggu jam kuliah selanjutnya, aku dipanggil Mr Rudy ke ruang enam. Aku nggak sendiri. Dari jurusan Junior Secretary, ada Sherly, Elsa, dan Eni yang juga dipanggil menghadap beliau di ruang itu. Aku deg-degan waktu itu. Tapi feeling-ku mengatakan bahwa aku akan mendengar sebuah kabar baik. Pas masuk ke ruang enam, ternyata disana udah menunggu beberapa mahasiswa dari jurusan lainnya. Aku liat sih kalo nggak salah ada tujuh orang lagi.

Aku duduk diantara Sherly dan Elsa. Tanpa banyak basa-basi, Mr Rudy langsung menyampaikan tujuannya memanggil kami untuk menghadap beliau.. ya itu tadi.. mengabarkan bahwa kami terpilih sebagai kandidat mahasiswa studi banding ke Malaysia. Kami terpilih menjadi kandidat mahasiswa studi banding ini karena para dosen melihat nilai mata kuliah Bahasa Inggris kami yang diatas rata-rata.

Sumpah, surprised banget aku! Mendapatkan peluang studi banding ke luar negeri adalah mimpiku sejak aku mengikuti UKM SICE tahun lalu. Meskipun nggak jauh, cuma ke Malaysia, tapi mengikuti studi banding ke luar negeri adalah suatu kebanggaan tersendiri. Dan sekarang peluang itu ada dihadapanku. Tapiii.. untuk mendapatkannya, tentu aja aku dan para kandidat lainnya harus mengikuti beberapa seleksi. Seleksi dimulai hari Senin, tanggal 3 Juni. Itu artinya tiga hari lagi. Seleksi itu berupa tes TOEIC, 200 soal. Omaigaaawwdd.. Aku nggak begitu yakin bisa memperoleh skor tinggi. Apalagi hasil tes TOEIC aku pas Ujian Tengah Semester Genap kemaren jelek banget. Sangat berbanding terbalik dengan hasil tes TOEIC pas Ujian Tengah Semester Ganjil yang bisa mencapai skor 700 lebih. Andai di tes TOEIC yang bakal diadain hari Senin nanti skor aku bisa mencapai 700 lebih kayak pas Ujian Tengah Semester Ganjil, aku yakin peluang besar untuk terpilih ada di tanganku. Selain itu, hari Senin itu juga akan diadakan interview.

Seleksi selanjutnya diadakan hari Selasa, yaitu berupa tes wawasan. Para kandidat di-tes, sejauh mana kami mengenal budaya Indonesia dan Malaysia. Itu artinya aku harus banyak-banyak browsing dan baca artikel tentang kebudayaan Indonesia dan Malaysia nih.

Oh ya, tadinya aku kira kandidatnya itu cuman aku, Sherly, Elsa, Eni, dan tujuh mahasiswa lainnya itu aja. Tapi ternyata masih ada beberapa orang lagi. Coz, tiap jurusan ada empat kandidat. Itu artinya aku punya banyak rival. Huahh.. pantesan aja aku nggak ngeliat si Imam dan Teh Tessy. Mereka kan juga skill Bahasa Inggrisnya lumayan. Apalagi dalam hal berkomunikasi, dibanding sama mereka, aku nggak ada apa-apanya.

Ah.. kayaknya aku perlu nodong Kak Sudan dan Kak Oman nih. Todong mereka dengan banyak pertanyaan. Mereka kan udah lebih dulu berpengalaman studi banding ke Malaysia tuh. Emang sih mereka pernah nge-share pengalaman studi banding mereka pas pertemuan SICE dulu, tapi aku pengen nanya lagi, biar lebih jelas. Yaahh.. mudah-mudahan aja mereka ada waktu deh ya.. :D

Well, sekarang mah yang penting kerja keras aja dulu, siapin diri buat ngadepin seleksi. Peluang udah ada didepan mata, tinggal mewujudkannya.
Selasa, 14 Mei 2013 0 komentar

Berbaur Dengan Para Pecinta Hewan

Dari jaman SMA, aku tuh pengen banget punya rekan cewek di sekolah yang bisa diajak sharing musik rock. Tapi susah banget, coz di SMA, nggak ada satupun temen cewek aku yang tertarik sama musik rock. Kebanyakan dari mereka pada suka dangdut, pop, pop melayu, house music, RnB.. dan yang pasti K-Pop dan Boyband-Girlband.. (=__=) Kalaupun suka musik rock, ya palingan musik-musik rock Indo macam Kotak dan Superman is Dead. Di SMA, aku biasanya cuman sharing musik sama Harry dan Sandi. Itu juga nggak sering sih..

Dan sekarang, I found them! Akhirnya aku temuin juga rekan cewek yang bisa diajak sharing. Dan mereka adalah rekanku satu kampus dan satu jurusan, Ayu dan Sherly. Belakangan ini aku emang lagi lumayan deket sama mereka, coz kami biasa online bareng di kampus selama berjam-jam setelah kuliah. Nggak nyangka, ternyata si Ayu suka sama Sleeping With Sirens, band yang belakangan ini lagi aku dan temen-temen Facebook aku gandrungin. Jadi tadi siang aku minta beberapa video SWS ke dia :D

Oh ya, tadi sore juga aku diajak main ke kampus Unswagati sama salah satu temen deketku, Yuda. Ada pertemuan komunitas pecinta hewan gitu deh. Tadinya aku nggak begitu berminat dateng kesana, coz nggak enak kalo disana nggak ada yang kenal. Waktu itu, seperti biasa aku lagi online di kampus bareng Sherly, Ayu, dan Maella. Tiba-tiba Maella dapet SMS. Dia diajak sama temennya juga buat dateng ke Unswagati. Maella dan Ayu tertarik buat dateng, coz ada acara musik gitu. Mereka juga sempet ngajak aku. Jadi karena Maella dan Ayu mau dateng, akhirnya aku terima juga ajakannya si Yuda.

Aku ketemuan sama Yuda di daerah Krucuk. Waktu itu jam tiga sore. Aku nyampe duluan disana, sementara dia masih dalam perjalanan. Dia bilang masih di daerah Klayan. Aku nunggu didepan TK Pertiwi. Aku lagi menghadap ke Timur Laut waktu itu. Pas berbalik... tadaaaa.. aku hampir aja loncat. Orang yang ditunggu udah ada dibelakang aku! Astaghfirullah.. tuh orang mau bikin aku jantungan apa yak. Entah gimana caranya dia bisa ada di belakang aku secara tiba-tiba. Aku bahkan nggak liat dia nyebrang jalan! Aku curiga, jangan-jangan dia adalah seorang Invisible Man! Atau jangan-jangan diem-diem dia punya ilmu Halimunan. Entahlah.. Yang pasti tuh orang ngakak puas banget kayaknya pas liat aku shocked.. (=__=)

Pas mobil jemputan kami dateng (baca : angkot), kami naik dan menuju ke tempat yang dituju. Di angkot, kami ngobrol-ngobrol. Ternyata Yuda bawa sugar glider peliharaannya didalem tas kecil yang dia bawa. Dia sempet memperlihatkannya ke aku. Ini pertama kalinya aku liat sugar glider secara langsung. Ternyata lucu banget.. ( •͡ з •͡)
Selama ini aku cuma liat hewan ini di TV. Awalnya aku kira, hewan ini sejenis tupai yang bisa terbang. Tapi ternyata beda.
Belum tau sugar glider? Sugar glider adalah hewan marsupial yang berasal dari Indonesia dan Australia. Ini dia..





It's so cute, isn't it? Sayang, harganya mahal banget, coz hewan ini terbilang cukup langka. Dua orang bapak yang ada di angkot itu tertarik buat ngeliat sugar glider milik Yuda, dan mereka bilang sugar glidernya lucu. Hmm.. kayaknya hewan yang satu ini gampang banget yak bikin orang jatuh hati. Muehehehe..

Sampe disana, kami langsung gabung sama para member komunitas Animal Lover itu. Ada komunitas pecinta kucing dan komunitas pecinta reptil. Disana ada kucing, ular, dan iguana. Tapi kebanyakan ular sih. Aku kira bakal ada buaya rawa juga, seperti yang Yuda bilang. Tapi ternyata nggak ada. Aku sempet ngambil beberapa gambar..







Yang bawa sugar glider ternyata bukan Yuda sendiri, tapi juga temennya. Daaaann.. sugar glider tampaknya bener-bener memiliki daya tarik yang sangat kuat. Banyak pengunjung yang tertarik buat ngeliat, ngelus-ngelus dan berfoto bareng. Aku sempet ngelus-ngelus sugar glider milik temennya Yuda. Bulunya halus banget.. Gemes.. ε(- ^____^ -)з‎‎‎‎ Kalo aja tuh sugar glider punya aku, udah aku gigit kali tuh, sama seperti apa yang aku lakuin ke ayam-ayam kecil peliharaanku pas jaman SD dulu. Mwahahahaha..

Aku rada canggung juga disana. Coz, nggak ada yang aku kenal selain Yuda sendiri. Selain itu, kebanyakan member komunitas yang dateng adalah cowok. Aku nyari Maella dan Ayu yang katanya mau dateng, tapi mereka nggak nongol-nongol juga. Hadeeehh..

Oh ya, disana aku sempet ketemu salah satu seniorku di kampus, namanya Kak Tyas. Aku duga sih kayaknya dia member komunitas pecinta kucing. Aku pengen nyapa, tapi malu. Takutnya dia nggak ngenalin. Nanti aku dikira sok kenal lagi.. :P

Dan tadi juga sugar glidernya si Yuda sempet kabur gitu. Mana licin lagi.. susah ditangkepnya. Untung aja dia berhasil ditangkep. Ngeri aja gitu ngebayangin hewan sekecil itu keinjek pas dikejer, atau dia lari kejalan trus kelindes mobil.. Haduh.. . (¬_¬") Selain itu, pas dimasukin ke kantong, si SG nya nggak mau diem. Kayak gelisah gitu deh. Well, kayaknya dia galau kali ya liat banyak orang. Mungkin juga dia nervous karena banyak yang pengen ngelus-ngelus dan berfoto bareng sama dia.

Akhirnya karena SG nya rewel, kami pun meninggalkan kampus itu. Bukan karena SG nya rewel juga sih, tapi juga karena hari udah mendung banget dan mulai gerimis. Eh, pas udah masuk angkot, SG itu malah diem, nggak gelisah lagi. Hahaha.. Bener kata aku kayaknya. SG nya galau liat banyak orang.. :D
Senin, 06 Mei 2013 0 komentar

Level A Break Up

Seperti biasa, hari Senin adalah hari dimana aku dan temen-temenku menghadapi mata kuliah English Conversation. Tapi hari ini, kelas level A, alias kelas Platinum terpaksa harus dibagi menjadi dua kelompok dan ditempatkan ke kelas level B1 dan B2.

Kebijakan ini terpaksa dilakukan oleh Mr Rudy karena kelas level A nggak punya dosen, lantaran dosennya, Mr Furqon nggak ngajar lagi. Tentu aja para penghuni kelas level A keberatan dengan keputusan ini. Mereka nggak mau dibagi ke kelas B1 ataupun B2. Kalopun mau dipisah, mereka maunya gabung ke kelas pilihan mereka sendiri. Si Mitro contohnya. Dia terus ngerengek-rengek ke Mr Rudy biar diijinin gabung ke kelas C4. Bahkan si Ita yang disuruh gabung ke kelas B2 aja sampe nangis segala gara-gara nggak mau pisah sama soulmate nya, Dwi yang disuruh gabung ke B1. Aku jadi ngerasa kami tuh kayak anak-anak yang baru aja kehilangan orangtua dan menolak buat diadopsi sama orangtua baru. Hahaha.. :P
Tapi kebijakan itu nggak bisa diganggu gugat. Mau nggak mau, kami harus menaati kebijakan itu.

Tapi tampaknya dari semua mahasiswa dan mahasiswi dikelas level A, kayaknya cuman aku doang deh yang nggak keberatan dengan keputusan Mr Rudy itu. Yah, ya know lah.. sampe sekarang kelas level A belum bisa bikin aku ngerasa nyaman. Tapi yang aku sayangkan adalah, kenapa aku harus dioper ke kelas level B2? Kenapa aku nggak dioper ke kelas aku yang lama aja? Kelas B1, alias kelas Golden One. Tapi ya udahlah.. seenggaknya di B2 aku bisa ketemu Nia, Sherly, dan Ayu. Mereka bertiga friendly kok sama aku :D

Cuma aku rada geli deh sama temen-temenku dari level A. Menurutku, mereka tuh terlalu berlebihan dalam menghadapi masalah ini. "Masa kelas platinum bubar sih? Yang bener aja. Tragis banget level A dibubarkan.." kata mereka. Udah gitu, pas gabung sama level B1 dan B2, mereka juga terkesan gengsi gitu deh. Yah, kesannya mereka tuh seolah terlalu membanggakan level mereka gitu. Aku sendiri sih ngerasa biasa aja tuh. Coz menurutku, level A nggak jauh beda sama level B1 maupun B2. Meskipun terdaftar dalam student list kelas Platinum, tapi kalo menterjemahkan suatu teks aja masih ngandelin Google Translate, menurutku itu belum bisa dibanggakan.

Selain itu, walaupun level kelas B1 dan B2 ada dibawah level kelas A, tapi aku pikir bukan berarti anak-anak kelas B1 dan B2 punya English skill yang lebih rendah daripada anak-anak kelas A. Aku yakin ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi dari kelas level B1 dan B2 yang kemampuannya setara dengan kelas level A, cuma nggak keliatan aja. Gisna contohnya. Dia menduduki kursi di kelas level B1, tapi aku pikir dia pantes kok masuk ke kelas level A. Bisa dibilang Gisna ini rival Bahasa Inggris aku di kelas Junior Secretary. Nilai Bahasa Inggrisku kejer-kejeran terus sama dia. Itulah kenapa aku bilang bahwa dia pantes untuk menduduki kursi dikelas Platinum.

Ya udahlah.. intinya mulai minggu ini sampe beberapa minggu berikutnya, aku dan beberapa temen dari kelas level A bakal diajar sama Mr Rudy dikelas Golden 2, alias kelas level B2. Well, tadi siang itu Mr Rudy ngasih kami tontonan film pendek berjudul Hariel Potter (plesetan dari Harry Potter) dan The Dark Knight. Filmnya asli, tapi dialognya itu loh yang beda, pake dubbing bahasa Jawa. Film-film dubbing Jawa itu adalah karya dari para mahasiswa UNS Solo yang tergabung dalam ASRIKA. Gokil deh pokoknya. Yang belum tau, ini dia link dari dua film pendek karya ASRIKA yang aku tonton di kampus tadi siang :

Salut deh sama kreativitas mereka bikin film pendek kayak gitu :D
Aku dan temen-temen disuruh Mr Rudy bikin film sejenis itu. Cuma, dubbingnya pake bahasa Inggris. Tapi sampe sekarang aku dan temen-temen kelompokku masih bingung mau nge-dubbing film apaan. Haaahh.. nggak ada inspirasi nih.. (#__#)

Total Tayangan Halaman

 
;