Selasa, 10 September 2013 0 komentar

Kuliah Pertama di Tingkat Dua

Hari pertama kuliah, setelah lama liburan! Well, sebenernya aku berangkat kuliah udah dari tanggal 26 Agustus kemaren sih. Cuma waktu itu belum aktif kuliahnya. Jadi selama seminggu itu cuma ada pengarahan-pengarahan doang sih. Setelah seminggu free kuliah, kami libur selama seminggu, dan kemudian masuk hari Senin ini buat ngikutin kegiatan belajar mengajar kayak biasa.

Hmm.. Nggak kerasa deh, sekarang aku udah jadi mahasiswa tingkat dua. Padahal perasaan aku baru jadi mahasiswa kemaren-kemaren. Waktu tuh cepet banget ya larinya. Udah gitu makin kesini kayaknya makin berat aja gitu. Udah mah berangkatnya sore, pulang malem.. trus di tingkat dua ini, aku dan temen-temen juga dituntut buat magang. Yaahh.. sejauh ini sih aku belum magang, coz aku belum ngumpulin CV dan berkas lainnya. Tapi aku sempet nanya sih ke beberapa temenku yang udah magang. Kata mereka, magang tuh capek. Mulai kerja dari jam delapan pagi sampe jam lima sore, setelah itu langsung berangkat kuliah, tapi penghasilannya jauh dari yang diharapkan. Ya emang sih, namanya juga magang, wajar kalo dapet upah yang nggak sesuai harapan. Beda sama kerja. 

Hari pertama kuliah dibuka oleh mata kuliah Korespondensi Bisnis Bahasa Indonesia. Pada mata kuliah ini, aku dan temen-temen jurusan diperkenalkan oleh seorang dosen baru, namanya Pak Budi. Walau baru hari pertama ngajar, beliau udah bikin kami jatuh cinta lho. Bukan.. bukan karena kami naksir, tapi karena gaya ngajarnya yang asik dan nggak ngebosenin. Ngajarnya sambil diselingin cerita gitu deh. Selain itu beliau juga humoris, jadi nggak bikin ngantuk.

Tapiiii.. ada satu hal yang membebani aku di hari pertama kuliah ini. Pasalnya, aku dan temen-temen satu jurusan dikasih tugas presentasi gitu deh. Presentasinya perkelompok. Satu kelompok terdiri dari dua orang. Aku satu kelompok sama Aam. Ada delapan topik yang bakal jadi bahan presentasi itu. Tiap-tiap kelompok harus mempresentasikan satu dari delapan topik itu setiap minggunya. Topiknya ditentukan dengan cara diundi. Aku dan Aam dapet topik dengan nomor urut satu, yaitu mengenai Ejaan Yang Disempurnakan. Daaaann.. karena kami dapet topik dengan nomor urut satu, maka kami dituntut untuk tampil di minggu pertama, yaitu minggu depan. Huaaahh.. yang bener aja! Aku shocked lah. Tapi yang lebih shocking lagi adalah ketika aku harus menerima kenyataan bahwa minggu depan aku harus tampil presentasi sendirian!

Kenapa aku harus presentasi sendirian?
Gini.. presentasi itu dimulai jam lima sore. Sementara Aam kan udah magang. Dia baru keluar kantor jam lima, dan baru nyampe kampus sekitar jam setengah enam, atau lebih. Jadi kemungkinan dia nggak bakal tampil. Aaaahh.. yang bener ajaaaa..!! Ini parah. Udah tampil pertama, sendirian pula. Masa iya aku harus ngoceh sendirian didepan kelas dari jam lima sampe jam enam? Ngoceh didepan kelas lima menit aja udah bikin aku pengen semaput.. (=___=)

Oh ya, aku kesel nih, coz untuk sementara ini blog-ku ini nggak bisa dibaca sama orang dulu. Ini karena aku ganti alamat blog-ku dari www.lonelygirl-vidialesta.blogspot.com ke www.vidialesta.blogspot.com. Nah, karena alamatnya diganti, search engineer butuh waktu buat menyesuaikan alamat blog-ku yang baru. Jadi kalo ada orang yang nge-search blog-ku di Google, yang nongol itu masih alamat blog-ku yang lama. So, kalo mereka klik alamat itu, jelas nggak bakal nyambung lah. Ganti alamatnya sih udah dari beberapa hari yang lalu, tapi kok alamat yang barunya belum kedaftar di Google juga ya? Padahal aku udah daftar ke Bing juga. Hmm.. mudah-mudahan alamat blog-ku yang baru ini cepet kedaftar di Google deh. Coz sayang kalo viewer dan rating-nya jadi turun.. :P
Jumat, 06 September 2013 2 komentar

Who is My Only Exception?

When I was younger I saw my daddy cry
And curse at the wind.
He broke his own heart and I watched
As he tried to reassemble it.

And my momma swore
That she would never let herself forget
And that was the day that I promised
I'd never sing of love if it does not exist.

But darling,
You are the only exception
You are the only exception
You are the only exception
You are the only exception

Maybe I know somewhere deep in my soul
That love never lasts
And we've got to find other ways to make it alone
Or keep a straight face

And I've always lived like this
Keeping a comfortable distance
And up until now I have sworn to myself
That I'm content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

Well, you are the only exception
You are the only exception
You are the only exception
You are the only exception

I've got a tight grip on reality,
But I can't let go of what's in front of me here
I know you're leaving in the morning when you wake up
Leave me with some kind of proof it's not a dream

You are the only exception
You are the only exception
You are the only exception
You are the only exception

And I'm on my way to believing.
Oh, and I'm on my way to believing

***

Well, mungkin ini bisa dibilang cukup keterlaluan karena lewat tengah malam begini bukannya istirahat, aku malah bergentayangan di blog. Ya ini gara-gara aku denger lagu yang diatas itu tuh. Aku iseng dengerin lagu itu satu kali, eh setelah denger satu kali aku malah ketagihan buat memutarnya berulang-ulang. Dan gara-gara itu aku jadi teringat sesuatu hingga akhirnya aku terdorong untuk menulis entri yang satu ini. Ya, mungkin ini akan sedikit melankolis. Haha..

Sejak pertama kali aku denger lagu yang satu itu, aku langsung jatuh cinta sama lagu itu. The Only Exception, dari Paramore. Dan sampe sekarang aku nggak pernah bosen dengernya meskipun lagu itu aku puter berulang-ulang, puluhan kali. Well, dari semua lagu Paramore yang aku suka, lagu The Only Exception inilah yang menurut aku paling ngena.

Emang sih, lagu Paramore yang satu ini nggak bikin mata aku berkaca-kaca atau nangis setiap kali aku dengerin atau nyanyiin. Paling cuma merinding doang. Beda sama lagu My Heart yang beberapa kali bikin aku mewek baik itu pas dengerin ataupun nyanyiin. Tapi lagu The Only Exception tuh punya makna yang cukup dalem menurutku.

Lagu ini menceritakan seorang cewek yang mengalami broken home. Ibu dan bapaknya bercerai. Dan sejak saat itu dia hampir nggak percaya sama yang namanya cinta. Apalagi dia sering dipermainkan sama cowok-cowok gitu deh. Hal itu membuat si cewek berkesimpulan bahwa cinta itu nggak pernah berlangsung lama, dan ia memutuskan untuk hidup sendiri tanpa pasangan seumur hidupnya, hingga akhirnya seorang cowok datang padanya dan memberikan cinta yang tulus. Ya cowok itulah yang disebut sebagai the only exception alias satu-satunya pengecualian, karena cowok itu nggak kayak cowok-cowok lain yang cuma mempermainkan si cewek. Semua cowok mempermainkannya, kecuali cowok itu.

Ya itu cuma analisa aku aja sih. Aku nggak tau makna lagu itu benar demikian atau enggak. Tapi aku yakin sih kalo kurang lebih apa yang aku simpulkan mengenai makna lagu itu tuh bener demikian. Ah, so sweet lah..

Ngomong-ngomong tentang The Only Exception, aku jadi mikir, who is my only exception?

Seperti yang pernah aku katakan di salah satu postinganku, selama aku hidup didunia ini, hanya sedikit orang yang masuk ke kehidupanku, apalagi yang namanya cowok. Believe it or not, aku belum pernah pacaran. Kalo pun pernah, itu pun cuma didunia maya, dan tanpa diketahui sama ortu-ku.

Bagiku, pacar itu nggak lebih dari penyemangat dan motivator. Jujur aja, aku nggak begitu suka digombalin. Aku lebih suka dikasih kata-kata motivasi. Tapi nggak harus gitu juga sih. Tahun lalu, aku pernah menjalin hubungan sama seorang cowok yang diperkenalkan sama salah satu temen Facebook aku. Yah, sebut aja namanya Danger, coz itu emang julukan yang aku kasih buat dia. Dia emang lebih sering ngegombal ketimbang ngasih aku kata-kata motivasi, coz aku juga hampir nggak pernah curhat sama dia sih. Tapi ajaibnya, kehadiran dia di hidupku cukup berpengaruh buatku. Selama berhubungan sama dia, aku jadi lebih percaya diri. Bahkan aku yang biasanya berpenampilan tomboy jadi lebih tampil feminim. Dulu aku nggak suka pake lipgloss dan baju yang modelnya aneh-aneh. Dan semenjak sama dia, aku jadi suka pake lipgloss klo pergi, dan aku juga mulai suka pake baju yang modelnya cewek banget, walaupun aku belum suka pake rok. Haha..

Sayangnya dia udah ninggalin aku duluan tanpa ucapan selamat tinggal sebelum aku sempet bilang ke dia bahwa kehadiran dia membawa pengaruh baik buatku.

Di tahun yang sama, aku juga pernah menjalin hubungan sama seorang cowok yang sebut aja namanya Hujan. Aku emang nggak pernah memanggil dia dengan sebutan Hujan, tapi bagiku, dia itu kayak hujan. Kehadiran dia di hidupku pernah sangat berkesan. Aku dan dia punya cukup banyak kesamaan. Kami sama-sama suka kucing, sama-sama cinta alam, sama-sama suka menggambar, sama-sama suka melamun dan mengkhayal, dan anehnya, kami juga sama-sama suka hujan. Namun yang bikin kami deket adalah kesamaan masalah kami. Tapi meskipun kami punya masalah yang sama, dialah yang paling banyak memotivasiku. Aku selalu mengibaratkan kami itu kayak pohon dan hujan. Aku tuh ibarat pohon yang layu, yang down karena masalah. Sementara dia ibarat hujan yang datang dan menyirami si pohon, sehingga pohon itu kembali segar. Aku emang nggak pernah ngomong tentang pohon dan hujan ini ke dia, tapi dia sering manggil aku dengan sebutan "puTREE" (tree = pohon). Dan karena kebetulan-kebetulan itu, aku pernah berpikir bahwa dia adalah orang yang ditakdirkan Tuhan buat aku, my only exception. Tapi ternyata aku salah.

Dia ngilang lagi dari hidupku. Udah lama banget kami nggak berkomunikasi. Tapi meskipun perasaan aku sama dia udah nggak kayak dulu lagi, aku masih suka inget dia kalo denger lagu Efek Rumah Kaca yang judulnya Desember, coz dia pernah secara nggak langsung memperkenalkan lagu itu ke aku. Sebenernya sih aku nggak begitu suka sama lagunya. Aku cuma suka sama liriknya yang menggambarkan apa yang aku rasain dan aku harapkan, selalu ada yang bernyanyi dan berelegi dibalik awan hitam. semoga ada yang menerangi sisi gelap ini, menanti seperti pelangi setia menunggu hujan reda. Dan ya, aku masih suka hujan sampe sekarang. Bukan karena hujan mengingatkan aku kepada dia, tapi karena aku memang suka hujan. Suka banget..

Dan sekarang aku masih menunggu, siapa my only exception itu. Aku sering berharap bahwa my only exception itu adalah orang yang selama empat tahun ini stuck di hati dan pikiranku. Tapi aku pikir itu nggak mungkin. Dia terlalu perfect. Jadi aku pikir, hanya wanita perfect lah yang pantes dapetin dia, bukan aku yang sangat jauh dari kata perfect. So, aku nggak terlalu mengharapkan dia lagi sekarang. Aku udah ikhlas.

Well, kalo cinta itu bener-bener ada, aku yakin Tuhan udah menyiapkan seseorang buatku. Tapi kalo nggak ada, I promise I'll never sing of love if it does not exist..
Minggu, 01 September 2013 0 komentar

Aku Pengen Punya Sixthsense!

Ada satu keinginan yang dari dulu bikin aku penasaran setengah mati dan pengen banget aku wujudin. Aku pengen banget punya sixthsense!

Kayaknya asik dan enak aja gitu ya kalo kita bisa telepati, membaca pikiran orang, membaca aura, atau memiliki intuisi yang kuat. Selain itu, dengan memiliki sixthsense atau indera keenam, kita juga bisa merasakan dan melihat hal-hal yang berbau gaib gitu deh. Yak, dari dulu aku emang selalu tertarik sama hal-hal yang berbau metafisika. Aku paling suka nonton acara-acara yang menayangkan aksi hipnotis, astral projection, atau mind-reading. Aku juga paling suka nonton acara-acara berbau gaib macam Dunia Lain, Dua Dunia, atau Mister Tukul Jalan-Jalan versi misteri. Dan aku mengidolakan Citra Prima!

Awalnya, aku kira sixthsense hanya bisa didapatkan sejak lahir atau melalui warisan, jadi orang yang terlahir normal ya nggak akan punya sixthsense. Tapi ternyata aku salah. Sixthsense ternyata bisa dimiliki oleh semua orang dengan cara membuka mata batin.

Aku juga tau hal ini dari temenku sih, si Yuda. Dulu aku sempet mengira dia itu indigo. Coz jalan pikiran dia tuh udah jauh banget, nggak kayak anak-anak muda pada umumnya. Udah kayak orang yang dateng dari masa lalu deh pokoknya.. (sorry, Yud.. saya bawa-bawa kamu lagi di entri saya. saya tau kamu baca ini. mwahahaha..) :P

Tapi pas aku tanya, ternyata enggak. Hanya aja katanya dia pernah mempelajari metafisika gitu, makanya nggak jauh beda sama anak indigo. Aku rada surprised aja gitu waktu dia bilang kalo dia punya sixthsense. Berarti selama ini dia bisa baca pikiran aku.. (ー_ー")
Dan aku nggak nyangka kalo yang aku andai-andaikan dari dulu bisa bener-bener terwujud. Well, dari dulu aku selalu berandai-andai, seandainya aku bisa bertemen sama seseorang yang memiliki sixthsense. Kayaknya asik aja gitu kalo bisa ngomongin hal-hal berbau gaib dan supranatural sama temen kayak gitu. Eh, tanpa diduga, ternyata sosok temen yang aku andai-andaikan itu sebenernya udah ada dihadapan aku. Makanya aku selalu antusias tuh kalo dia ngomongin hal-hal yang berbau gaib gitu, walaupun kadang bikin takut juga sebenernya. Hahaha..

Mendengar bahwa sixthsense bisa diperoleh dengan membuka mata batin, aku jadi makin penasaran pengen coba. Tapi menurut Yuda dan menurut artikel yang aku baca, sebelum memutuskan untuk membuka mata batin, kita harus menyiapkan mental kita dulu. Mental kita harus kuat, coz setiap hari kita bakal menemui hal-hal gaib. Nggak cuma merasakan, tapi juga melihat dan mendengar. Kemana-kemana jadi nggak tenang, tidur juga nggak tenang, coz kita bisa denger suara-suara aneh gitu. Yuda aja lumayan sering cerita kalo dia sering nggak bisa tidur gara-gara denger suara aneh. Suara harimau lah, suara almarhum neneknya manggil-manggil dia.. Kan serem. Selain itu, sekali kita membuka mata batin kita, maka itu akan bersifat permanen. Dengan kata lain, mata batin kita yang udah terbuka nggak akan bisa ditutup lagi. Kalopun bisa ditutup, itu cuma sementara aja, coz bisa aja sewaktu-waktu mata batin itu bisa terbuka lagi dengan sendirinya. Makanya, meskipun penasaran setengah mati, tapi aku perlu berpikir 1000 kali dulu sebelum memutuskan itu.

Hmm.. sebenernya sih masalahnya cuma satu. Aku cuma nggak mau ngerasain, ngedenger, apalagi ngeliat adanya makhluk gaib. Cuma itu kelebihan yang nggak mau aku milikin. Ya emang sih, makhluk gaib itu nggak ada yang ngeganggu secara fisik, apalagi sampe ngebunuh, tapi tetep aja bentuknya serem.

Pernah waktu itu Yuda main kerumahku. Dia udah tiga kali main kerumahku. Waktu itu adalah kunjungannya yang kedua kali. Pas mau pulang, dia bilang ke aku kalo dibelakang halaman rumahku ada orang tinggi besar gitu. Setelah dia bilang gitu, emang sih aku nggak takut kalo ke belakang rumah siang-siang. Tapi kalo malem-malem ke kamer mandi, aku jadi merinding sendiri.

Lah, nggak kebayang kan kalo aku punya sixthsense jadinya kayak gimana? Bisa parno seumur hidup aku! Ngeri aja gitu ngebayangin ketemu sama makhluk gaib dimana-mana. Di jalan, di kamer, di ruang makan, di toilet.. Geli juga ngebayangin lagi mandi diliatin makhluk gaib. Lagi nabung di WC diliatin juga.. (>__<")

Aku pernah tuh mimpi bisa ngeliat makhluk gaib. Aku udah rada lupa sih mimpinya kayak gimana. Yang aku inget sih di mimpi itu aku merem, sementara badan aku melayang-layang gitu di udara. Pas lagi dalam keadaan kayak gitu, aku ngedenger bisikan gini, "Setelah membuka mata, kamu akan memiliki suatu kelebihan yang jarang orang lain punya.." Setelah itu, bisikan itu ilang, dan aku mendarat. Pas mendarat, aku membuka mata aku. Dan pas buka mata itu aku kaget, coz tiba-tiba aja aku ada didalem hutan gitu dengan makhluk-makluk gaib disekitar aku.

Sumpah, itu mimpi udah kayak nyata banget. Kalo aku punya sixthsense, mungkin kurang lebih gitu kali ya rasanya? Ah, kayaknya aku bener-bener harus menahan diri deh untuk nggak sembarangan memutuskan membuka mata batinku. Kalopun udah kebelet pengen ngelakuin itu, aku bener-bener harus menguatkan mental aku dulu, coz aku nggak mau lah ya kalo harus parno seumur hidup. Haha..


Jumat, 30 Agustus 2013 0 komentar

Captain Jack - Atas Nama Trauma

Bertahan untuk tetap waras
Tak semudah yang kubayangkan saat ini
Bertahan dimalam-malam menyakitkan
Tanpa harus menghabisi nyawaku sendiri

Tujuh puluh dua jam mataku tak terpejam
Tahun sudah berlalu dan masih menghantuiku
Hidup dengan kutukan yang masih kutunggu untuk berakhir
Entah sampai kapan..

Tak ada tempat sembunyi
Kemana aku harus lari dari trauma ini?
Tak ada yang bisa dipercaya
Semua orang menyeramkan
Tapi harus bertahan
Hingga suatu saat trauma kan pergi

Bertahan dari suara-suara
Dan bayangan yang menyakitkan setiap hari
Bertahan sekuat yang aku bisa
Agar ku tak mengakhiri hidupku disini

Lima hari berlalu tanpa bisa tertidur
Perang yang tak berhenti melawan diri sendiri
Semua yang menyakitkan datang silih berganti
Tak berakhir
Entah sampai kapan

Tak ada tempat sembunyi
Kemana aku harus lari dari trauma ini?
Tak ada yang bisa dipercaya
Semua orang menyeramkan
Tapi harus bertahan
Hingga suatu saat trauma kan pergi
Rabu, 28 Agustus 2013 0 komentar

Captain Jack - Postcard Untuk Tuhan

Mohon maafkan aku
Yang kulakukan hanya mengeluh
Hanya itu yang kubisa
Itu yang terasa
Untuk sesaat ini


Mungkin belum kucoba
Berusaha sekuat tenaga
Dan belum cukup bersabar
Berjiwa besar
Sekian tahun ini..


Aku telah coba
Sebaik dan sejujur yang kubisa
Namun orang-orang curang
Selalu keluar sebagai pemenang

Salahkah aku bertanya?
Salahkah jika berkata...

Tolonglah..
Aku mulai benci hidupku
Tolonglah..
Aku muak dengan duniaku


Dan bukan hanya aku
Yang merasa hidupnya tak adil
Semua semakin berat
Kami sekarat
Tanpa terhenti


Dan kami semakin terpuruk
Sulit tuk bedakan dosa dan bukan
Saat semua yang dilakukan
Hanya untuk bertahan hidup

Aku ingin menolong siapapun yang terjatuh
Siapapun mereka
Namun bahkan ku tak mampu
Menyelamatkan diriku sendiri


Salahkah aku bertanya?
Salahkah jika berkata...


Tolonglah..
Aku mulai benci hidupku
Tolonglah..
Aku muak dengan duniaku


Dan semua pertanyaan tak terjawab
Dan semua hal busuk yang telah kulihat

Tuhan, jawablah aku
Tuhan..

God, please help me
God, please help me
God, please help me

I'm falling..



***

Untuk Tuhan, dari hati yang paling dalam..

Total Tayangan Halaman

 
;