Senin, 03 Maret 2014 5 komentar

Sinopsis Film Remaja Jepang Romantis : I GIVE MY FIRST LOVE TO YOU

Kali ini aku mau nge-share sinopsis dari salah satu film remaja Jepang yang berjudul I Give My First Love to You (Boku no Hatsukoi o Kimi ni Sasagu). Film ini diadaptasi dari manga alias komik yang berjudul sama yang ditulis oleh Kotomi Aoki. Well, sebenernya ini film lama sih, sekitar tahun 2009. Hahaha.. telat banget ya aku nge-share-nya, coz aku baru nonton film ini dua hari yang lalu.

Tapi buat yang belum nonton, film ini recommended banget buat kamu, apalagi yang suka film-film romantis dan mengharukan gitu deh..

***

Film ini menceritakan tentang seorang cowok bernama Takuma yang memiliki penyakit jantung sejak ia masih kecil. Ia memiliki seorang sahabat bernama Mayu yang merupakan putri dari Mr Taneda, dokter yang merawatnya. Mereka bersahabat sejak usia mereka sama-sama 8 tahun.

Suatu hari saat Takuma dan Mayu kecil sedang main bareng, mereka melihat kembang api di langit. Mereka takjub. Takuma berlari ke ruang dokter buat memberi tahu kedua orangtuanya. Didepan ruang dokter itulah ia mendengar percakapan Mr Taneda dengan kedua orang tuanya. Mr Taneda mengatakan bahwa usia Takuma nggak akan melebihi usia 20 tahun karena kondisi kesehatannya. Mendengar hal itu, tentu aja Takuma sedih. Tanpa diduga, ternyata Mayu pun mendengar hal itu. Dia pun nangis (mataku ikut basah di scene ini. hiks..)

Ternyata, Takuma dan Mayu kecil telah menyukai satu sama lain. Ketika mereka bermain bersama di taman, mereka saling mengikat janji bahwa mereka akan terus bersama dan menikah pada saat mereka dewasa nanti.

Beberapa tahun kemudian, Takuma (diperankan oleh Masaki Okada) dan Mayu (diperankan oleh Mao Inoue) benar-benar menjadi sepasang kekasih. Mereka bersekolah di SMP yang sama dan kelas yang sama pula. Duduknya juga sebelahan gitu deh. Hanya aja di sekolah itu Takuma dikenal sebagai siswa yang cerdas, berbeda dengan Mayu yang malas dan selalu bergantung sama dia. Tapi Mayu pintar dalam bidang olahraga, berbeda dengan Takuma yang hanya bisa menonton temen-temennya main.. coz dia nggak boleh terlalu capek karena melakukan hal-hal berat.

Suatu hari setelah jam olahraga, tiga orang cowok iseng menyiram Mayu sampe basah kuyup. Dan karena kaos olahraga yang dikenakan Mayu berwarna putih, kaos itu menjadi agak transparan sehingga memperlihatkan warna bra yang dikenakannya. Cowok-cowok itu pun mengejeknya, sementara Mayu yang malu berusaha menutupi dadanya. Takuma yang melihat kejadian itu pun menghampirinya. Ia menutupi tubuh Mayu dengan jas almamaternya, kemudian menghajar cowok-cowok iseng itu. Namun Mayu melerainya, kemudian membawa Takuma ke ruang kesehatan untuk beristirahat.

Takuma menyadari bahwa beberapa tahun lagi dia bakal meninggal sehingga menyebabkan Mayu sedih. Oleh karena itu, sebelum ia membuat Mayu sedih lebih dalam lagi, ia berniat meninggalkan Mayu terlebih dahulu dengan memilih melanjutkan sekolah ke SMA yang letaknya jauh ketika lulus nanti, yaitu SMA Shido, sebuah sekolah unggulan di Jepang dimana seluruh siswanya adalah siswa-siswi yang cerdas. Takuma yakin bahwa Mayu nggak akan mampu mengikutinya bersekolah di SMA itu karena kemampuan akademik Mayu yang kurang. Dengan begitu, Takuma bisa terlepas dari Mayu.

Di hari pertama sekolah di SMA, pada acara perkenalan, pembawa acara mempersilahkan perwakilan dari siswa baru untuk memberikan sambutan.. dan nama dari perwakilan siswa baru itu adalah Mayu Taneda. Takuma shock ketika mengetahui bahwa ternyata Mayu mendaftar masuk ke sekolah itu juga. Bagaimana bisa siswi dengan kemampuan akademik seperti dia mampu masuk ke sekolah unggulan itu?

Mayu naik ke podium. Disana matanya mencari Takuma. Ketika ia melihat Takuma, ia mencerca Takuma habis-habisan didepan ratusan siswa baru dan guru. Ternyata Mayu tau bahwa Takuma mendaftar ke SMA Shido karena ingin menyingkirkan Mayu dari hidupnya. Oleh karena itu, Mayu belajar keras demi bisa ikut masuk ke sekolah unggulan itu, hingga akhirnya dia berhasil menjadi murid dengan nilai terbaik. Mayu terus mencerca Takuma hingga akhirnya beberapa orang guru menyeretnya turun dari podium. Dan akibat hal itu, seisi sekolah mengetahui hubungan mereka dan mereka berdua jadi terkenal di sekolah.

Di sekolah, Mayu ditaksir Kou (diperankan oleh Yoshihiko Hosoda), seorang cowok populer di sekolah itu. Kou seringkali merayu Mayu. Tapi Mayu nggak tertarik sama sekali dengan Kou, padahal banyak banget cewek yang naksir sama cowok itu. Mayu cuma setia sama Takuma. Oleh karena itu, Mayu selalu bersikap dingin pada Kou yang selalu berusaha ngedeketin dia.

Kou kecewa karena cintanya ditolak Mayu. Ia lantas meminta Takuma buat berbicara empat mata. Kou yang tau tentang penyakit Takuma meminta Takuma buat ninggalin Mayu. Ia berkata pada Takuma bahwa jika hubungan mereka berdua diteruskan, maka Mayu bakal sedih dan menderita setelah Takuma meninggal. Perkataan Kou itu membuat Takuma kepikiran.

Suatu hari disekolah, Takuma menantang Kou buat bertanding lari 100 meter. Takuma bertaruh bahwa jika ia kalah, maka Mayu akan menjadi milik Kou. Namun jika Kou yang kalah, maka Kou harus berjanji bahwa ia nggak akan ngedeketin Mayu lagi. Pertandingan pun dimulai, dan tanpa diduga Takuma menang!

Sejak saat itu, Kou bener-bener berhenti ngedeketin Mayu. Bahkan pada saat Takuma dan Mayu akan melompat dari pagar sekolah, Kou menegur mereka. Ia mengajak mereka berdua buat berteman. Ia juga mengatakan bahwa ia udah punya pacar di luar sekolah. Mereka bertiga melompat dari pagar sekolah. Takuma dan Mayu mengunjungi makam Teru, teman sependerita Takuma. Sedangkan Kou menemui ceweknya, namun tanpa diduga Kou kecelakaan sepulang dari rumah ceweknya sehingga menyebabkan dia koma.

Ternyataaaa.. walaupun Kou itu sedikit jahat karena pernah berusaha memisahkan hubungan Mayu dan Takuma, tapi sebenernya dia itu baik lho. Coz ternyata diem-diem dia nyimpen kartu donor jantung di sakunya. Dia memiliki niat mendonorkan jantungnya kepada siapapun yang ngebutuhin ketika dia meninggal nanti.

Di rumah sakit, Mr Taneda memberi tau Takuma dan kedua orangtuanya bahwa ada korban kecelakaan yang memiliki kartu donor jantung. Namun Mr Taneda merahasiakan siapa nama calon pendonor itu. Takuma menangis senang. Kedua ortunya dan Mayu juga senang. Namun ketika Takuma nggak sengaja mengetahui bahwa calon pendonor itu adalah Kou, Takuma menolak untuk transplantasi jantung. Apalagi dia tau bahwa Kou masih dalam keadaan koma dan belum meninggal. Dia nggak mau mengambil kehidupan temennya sendiri demi menyelamatkan dirinya sendiri. Apalagi ibu dan kakek Kou juga nggak setuju kalo jantung Kou didonorkan sebelum Kou meninggal.

Akhirnya Takuma pun pulang dari rumah sakit. Tapi malemnya, kondisinya mendadak kritis. Ia kembali dilarikan kerumah sakit. Dia nggak sadarkan diri. Mayu nangis ngeliat kondisi Takuma. Dia bahkan sampe bersimpuh dan memohon-mohon kepada ibu dan kakek Kou agar  mereka bersedia mendonorkan jantung Kou untuk Takuma. Tapi mereka berdua tetep nggak bersedia, , coz mereka percaya Kou bakal kembali sehat walau kondisinya sekarang sedang koma. Akhirnya mereka berdua cuma menghibur Mayu dan mengatakan bahwa keajaiban itu pasti ada.

Di koridor rumah sakit, Mayu nangis sendirian. Dan pas dia kembali ke ruang rawat Takuma, Mayu nggak menemukan Takuma di tempat tidurnya. Tiba-tiba Takuma keluar dari kamer mandi. Dia memakai jaketnya, kemudian mengajak Mayu pergi. Mayu mengikuti ajakan Takuma dengan heran. Gimana nggak heran? Orang tadinya kondisinya kritis, eh pas sadar udah langsung keliatan kayak orang sehat dan ngajak pergi jalan-jalan gitu. Mereka pergi ke taman hiburan dan menikmati permainan-permainan yang ekstrim, termasuk roller coaster.

Setelah main-main di taman hiburan, mereka pergi dan main-main di pantai, desak-desakan di bus (so sweet lho.. Takuma ngelindungin Mayu biar nggak kedesak-desak sama orang gitu..), dan duduk-duduk di bukit. Pokoknya seharian itu mereka nikmati berdua. Di bukit itu, Takuma ngeluarin sebuah amplop dari sakunya dan menyerahkannya pada Mayu.

Di rumah sakit, kondisi Takuma kembali memburuk, hingga akhirnya ia meninggal dunia. Mayu ngerasa terpukul. Dia keluar dari ruang rawat Takuma dan menyendiri. Dia membuka amplop yang Takuma kasih ke dia. Didalemnya ada sebuah kertas bergambar dua anak dan setangkai daun semanggi berdaun empat, serta tulisan yang berbunyi, untuk orang-orang yang kucintai.. berbahagialah, bahkan ketika aku sudah pergi.

Akhir cerita, Mayu mewujudkan mimpi yang dulu pernah ia dan Takuma ikrarkan. Menikah. Di dalem gereja, Mayu mengenakan pakaian pengantin sambil memeluk toples berisi abu Takuma, dan Mayu sama sekali nggak menyesal.

***

Huaaahh.. keren kan. Yaaahh.. kalo boleh dibilang sih drama Sky of Love (Koizora) masih lebih keren lagi ketimbang ini. Tapi mwnurutku film ini juga keren kok. Buat yang mau nonton filmnya, klik disini.
Jumat, 28 Februari 2014 0 komentar

Table Manner Training LP3I at Bentani Hotel

Tau apa itu table manner? Yap, table manner adalah sikap seseorang dalam mengikuti suatu jamuan makan dengan mengikuti tata cara dan etika sopan santun. Dan tata cara makan ini awalnya berasal dan berkembang di negara-negara Eropa, khususnya Prancis.

Nah hari ini, aku dan temen-temen kampus dari jurusan Sekretaris, Business Administration, dan Office Management menghadiri Table Manner Training yang  diadakan pihak kampus di Hotel Bentani, jalan Siliwangi. Mantep deh acaranya! Kami dapet pelatihan table manner dan sertifikat, plus makan gratis di hotel pula. Mwahahaha.. :P

Sebenernya acara ini (harusnya) dimulai jam satu siang. Tapi aku dateng rada telat gitu deh, yakni jam setengah dua, coz ada beberapa kendala yang aku hadepin dirumah. Karena letak hotelnya nggak begitu jauh dari rumahku, aku kesana dengan menumpang kendaraan roda tiga, atau bahasa kerennya adalah BECAK.

Sesampainya didepan hotel, aku nggak menemukan satu bijipun mahasiswa atau mahasiswi kampusku disana. Pas aku mau nge-SMS temen aku gitu, seorang karyawan hotel nanya ke aku, "Mbak, dari LP3I ya?"
"Iya," jawabku. Well, udah pasti dia tau itu dari seragam yang aku pake.
Trus dia ngasih tau aku kalo anak-anak LP3I kumpul di aula lantai dua. Akhirnya aku masuk deh.

Eh, ternyata temen-temenku belum pada masuk ke aula gitu. Mereka masih duduk-duduk didepan restoran Korea yang ada disana, Arirang Resto. Ada anak-anak dari jurusan lain juga disana. Akhirnya aku gabung deh sama mereka. Setelah pada kumpul, kami menandatangani buku absen, kemudian memasuki aula dimana Table Manner Training dilaksanakan.

Tentu aja aula itu udah diatur. Ada banyak meja dan kursi. Aku nggak ngitung kursi dan mejanya ada berapa di ruangan itu. Yang pasti satu meja yang bentuknya bunder itu dikelilingi sama lima buah kursi. Aku menempati meja paling depan bersama Eni dan Mbak Erna. Di atas meja itu udah ada beberapa peralatan makan yang biasa digunakan dalam jamuan makan formal. Satu orang mendapat selembar serbet putih, sebuah piring seukuran lingkaran mug sup, sebuah garpu ukuran sedang, sebuah garpu ukuran besar (bukan garpu sampah lho ya! itu mah beda lagi), sendok kecil (sendok teh), sendok besar (sendok sup), pisau makan kecil, pisau makan besar, dan sebuah water goblet (gelas berkaki) yang udah terisi air putih (sorry, air bening maksudnya).

Jangan kira begitu masuk lantas kami langsung makan, tapi kami diajak keliling-keliling dulu sama salah satu pegawai hotel itu, namanya Mrs Cici. Karena pesertanya banyak, acara keliling-keliling hotel pun dibagi menjadi dua gelombang. Aku ikut gelombang kedua. Waktu itu waktu nunjukin sekitar jam setengah tiga. Kami keliling-keliling hotel sambil dengerin penjelasan dari Mrs Cici tentang ruangan-ruangan yang kami lewati beserta fasilitasnya. Ada arena gym, ruangan spa, resto Korean food, resto Japanese food, resto Western food, beberapa pub/lounge, business center, kolam renang, dan arena BBQ. Yah, mungkin ada banyak fasilitas lainnya sih. Tapi karena aku bukan karyawan situ, jadi yang aku tau dan aku inget ya cuma itu aja. Hahahaha..

Anyway, aku suka sih sama suasana dan view hotelnya. Well, aku selalu suka sama tempat yang keliatan natural gitu deh. Yang ada tamannya, trus tamannya itu didominasi sama warna-warna dan motif kayu asli, batu-batuan, dan tumbuhan-tumbuhan disekelilingnya.. trus ada kolam dan air mancurnya gitu. Ah, bikin mata jadi seger gimana gitu. Aku jadi ngebayangin betapa enaknya tinggal ditempat kayak gitu.. duduk di taman atau berdiri di balkon sambil nikmatin angin sejuk atau liatin hujan sambil denger musik. Huaaaahh..

Setelah keliling hotel, kami pun kembali ke aula dan memulai acara Table Manner Training. Pembicara dalam acara itu adalah Bapak Andre, dan Ibu Paulin sebagai peraga. Bapak Andre ngasih arahan tentang apa-apa aja yang harus diperhatikan kalo kita menghadiri acara jamuan makan :
  • Gunakan pakaian yang sesuai dengan acara jamuan, dan periksa penampilan sebelum tiba di acara tersebut
  • Tamu pria nggak boleh duduk dulu sebelum semua tamu wanita duduk. Ladies first gitu lho..
  • Kalo mau duduk, diharuskan masuk dari sebelah kiri. Duduknya nggak boleh terlalu deket ataupun terlalu jauh dari meja. Punggung harus tegak dan bersandar pada kursi, tapi nggak tegang
  • Tangan nggak boleh bertumpu di meja makan
  • Nggak boleh berisik saat makan. Misalnya suara berisik piring, atau suara ngunyah
  • Nggak boleh berbicara dengan suara keras, apalagi ketawa sampe ngakak. Kalo ngobrol suaranya rendah aja, tapi sebelum itu abisin dulu makanan yang dimulut. Jangan ngunyah sambil ngobrol, nanti muncrat
  • Nggak boleh bersendawa
  • Nggak boleh ngomongin orang, apalagi sampe ngeliat atau nunjuk orangnya. Lebih parah lagi kalo nunjuknya pake alat makan.. pisau misalnya. Nanti dikira kita mau nusuk dia
  • Jangan bawa tas yang terlalu gede. Lagian ngapain bawa tas gede? Mau ngantongin makanannya apa? Hahaha..
  • Buat cewek, usahain pake lipstik yang nggak nimbulin bekas di bibir gelas kalo habis minum. Emang ada lipstik yang kayak gitu ya? Nggak tau ah, nggak ngerti!
  • Jangan benerin rambut, riasan, atau lipstik di sekitar meja makan. Kalo mau beresin penampilan, di toilet aja. Tapi sebelum itu permisi dulu sama temen satu meja
  • Jangan nerima telepon atau SMS saat jamuan makan berlangsung
  • Nggak boleh merokok. Nggak sopan
  • Tutup mulut pake sapu tangan saat bersin atau batuk. Jangan lupa kepalanya ditolehkan, jangan bersin atau batuk pas banget didepan meja
  • Kalo ada makanan yang nyangkut di gigi, gunakan tusuk gigi, tutupin mulutnya pake tisu atau sapu tangan. Nggak enak kan kalo keliatan nyengir-nyengir atau mangap-mangap didepan tamu sambil ngutek-ngutek gigi? Hahaha..
  • Kalo udah selesai makan, letakkan garpu secara terbuka disebelah kiri dan pisau disebelah kanan yang bagian tajamnya menghadap kedalam. Keduanya diletakkan bersama-sama membentuk arah jam 5 diatas piring. Ini menunjukkan bahwa kita udah selesai makan.
Setelah beliau menyampaikan arahan-arahan tersebut (dan arahan-arahan lainnya yang nggak mungkin aku sebutin disini karena bakal bikin tulisan ini jadi panjang, plus karena aku lupa. haha..), dimulailah acara makannya. Cold appetizer alias makanan pembukanya adalah garden salad. Tapi sebelum itu kami disuguhin dinner roll dulu, yaitu roti yang bentuknya bunder mirip roti burger, tapi ukurannya lebih kecil. Pelayan menaruh roti itu diatas piring kecil yang udah ada diatas meja bersama satu cup kecil butter alias mentega. Kami dipersilahkan membuka cup mentega itu, kemudian diarahkan gimana cara makannya. Pertama-tama.. kita pegang rotinya pake tangan kiri, lalu sobek sesuai suapan mulut kita pake tangan kanan, taruh lagi roti yang bagian besar ke atas piring, pindahin roti yang hasil sobekan itu ke tangan kiri sementara tangan kanan megang pisau kecil. Oleskan mentega dengan pisau itu ke roti yang kita pegang, lalu taruh pisaunya diatas piring. Setelah itu pindahin roti yang udah dioles itu dari tangan kiri ke tangan kanan, lalu suapin ke mulut. Ulangin tahap itu sampe rotinya abis. Ribet, bukan? Makan roti aja kok tahapnya seribet itu. Padahal aku kalo makan roti biasanya ya cuma ambil roti pake tangan kiri, olesin selai pake tangan kanan, pindahin roti ke tangan kanan, trus makan.. nggak perlu dicuil-cuil.. (=__=')

dinner roll

Setelah itu, baru deh pelayan meletakkan piring berisi garden salad dihadapan kami. And honestly.. aku nggak suka salaaadd..!! Eny juga mengeluh demikian. Tapi ini kan table manner. Mau nggak mau, kami wajib makan itu walaupun sedikit. Salad itu terdiri dari potongan tomat, mentimun, daun selada, paprika ijo, dan butiran jagung yang disiram dengan mayonaise. Aku makan hampir semua jenis sayuran yang ada disitu, tapi nggak abis.. cuma beberapa potong. Cara makannya yaitu dengan menusuk bagian yang mau kita makan dengan garpu ukuran sedang yang kita pegang sebelah kiri, lalu memotongnya dengan pisau makan ukuran sedang yang kita pegang disebelah kanan, baru potongan itu disuapkan ke mulut. Cara megang garpu dan pisaunya yaitu sama seperti kita kalo megang raket badminton.

garden salad

Selesai menikmati cold appetizer, kami pun disuguhi menu soup yang berupa cream soup of corn, yaitu sup kental berwarna putih susu yang berisi butiran jagung. Jujur, aku juga kurang suka menu ini. Rasanya aneh aja gitu menurutku. Manis gimana gitu. Alhasil, aku cuma makan beberapa suapan kecil aja dari sup ini. Cara makan sup yaitu dengan menyendokkan sup ke arah luar. Maksudnya untuk menghindari jika terjadi tumpahan, makanan itu nggak ngotorin pakaian kita. Setelah disendokkan, masukin perlahan-lahan sendok sup ke mulut kita dari arah samping kiri sendok. Kalo sup-nya masih panas, tunggu sampe dingin, atau boleh diaduk-aduk. Cara ngaduknya sama seperti nyendokin tadi, ke arah luar. Dilarang banget tuh yang namanya niup-niup makanan didepan tamu. Nggak sopan. Posisi duduk kita juga harus tetep tegak. Nggak boleh membungkuk pas nyuapin makanan ke mulut. Makanan yang nyamperin mulut kita, bukan mulut kita yang nyamperin makanan. Aiiihh.. ribet yaaa..

cream soup of corn
Nah, setelah menikmati menu soup, barulah kami menikmati main course alias hidangan utama yang berupa chicken steak. Siapa sih yang nggak tau chicken steak alias stik ayam? Menu fillet dada ayam goreng dengan siraman saus steak ini disajikan bersama beberapa potong kentang goreng, wortel, kacang panjang, dan kubis. Cara makan menu ini sama dengan cara makan salad, yaitu dengan menusuk bagian yang mau kita makan dengan garpu ukuran besar yang kita pegang dengan tangan kiri, lalu memotongnya dengan pisau makan ukuran besar yang kita pegang dengan tangan kanan, kemudian suapkan ke mulut. Well, sebenernya aku bisa aja ngabisin menu yang satu ini sampe abis (kecuali potongan sayurannya). Tapi karena aku nggak ngerasa nyaman sama cara makannya yang terlalu ribet itu, alhasil aku cuma makan steaknya doang. I'm sorry, kentang goreng..

chicken steak
Main course abis? Giliran menu dessert alias makanan penutup yang disajikan. Dessert-nya yaitu puding coklat dengan siraman saus vla putih dan sepotong stroberi diatasnya. Nah, kalo makan ini sih nggak begitu ribet. Kita tinggal nyendok pudingnya pake tangan kanan dengan menggunakan sendok kecil, trus suapkan ke mulut.

pudding

Anyway, jangan kira disana kami cuma dikasih makan dan ilmu table manner doang lho ya. Tapi disana juga kami dikasih kuis gitu. Pertanyaannya tentu aja seputar Hotel Bentani dan table manner. Hadiahnya yaitu berupa voucher gratis fasilitas hotel seperti BBQ dan pub untuk couple, serta potongan diskon dari resto Arirang. Selain itu juga ada kuliah singkat tentang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di akhir acara.

***

Nah, itulah pengalaman dan ilmu yang aku dapet dari acara Table Manner Training hari ini. Buatku sih cara makan kayak gitu meskipun rapi, tapi ribet. Makanan seenak apapun, tapi kalo cara makannya kayak gitu ya kurang nikmat menurutku. Apalagi buat orang yang biasa makan dengan menggila.. HAWKK! KRAUS KRAUS KRAUS!! (NOTICE : itu bukan cara makanku lho ya!). Maklum aja sih ya, coz selain tata cara makan kayak gitu bukan budaya orang Indonesia juga karena aku nggak biasa makan dengan cara kayak gitu. Buatku, cara makan paling enak ya langsung pake tangan. Aku yakin sebagian besar orang khususnya orang Indonesia juga pasti berpendapat demikian. Yaaahh.. entah apa yang ada dipikiran orang Eropa yang menciptakan aturan table manner ini. Kenapa sih harus aturan makan mereka yang dipake? Kenapa nggak aturan orang Indonesia aja yang dipake? Kalopun harus aturan mereka yang dipake, kenapa harus seribet itu?

Yaaah.. sudahlah. Toh aku banyak ngedumel disini juga nggak akan menyelesaikan masalah kan ya. Aturan table manner itu toh pasti akan terus diterapkan juga.. (=__=')

***

Kami keluar dari Hotel Bentani sekitar jam setengah enam sore. Aku keluar dari hotel bersama tiga temenku, yakni Nur Wakhidah, Sherly, dan Ayu. Pas kami keluar dari hotel, gerimis kecil turun. Kami mampir dulu ke mess tempat bapaknya Sherly tinggal yang letaknya nggak jauh dari hotel. Kayaknya Sherly ada perlu gitu sama bapaknya. Setelah selesai, kami jalan kaki sampe jalan Krucuk, kemudian naik angkot D2 menuju kampus.

Di perjalanan menuju kampus, hujan turun makin gede, sampe akhirnya kami keujanan. Kami lari-lari ke kost-an Sherly. Aku mampir juga kesitu. Di kost-an, kami bingung mau berangkat kuliah atau nggak, coz hujannya lumayan gede plus kilat yang nyamber-nyamber.. serem.

Setelah magrib, hujan agak reda. Kami berangkat ke kampus. Karena seragam dan kerudungku basah, aku pinjem kaos dan kerudung punya Sherly. Pas nyampe kampus, ternyata dosen yang ngajar kelas kami belum dateng. Kami hubungin deh. Eh, ternyata beliau ijin nggak ngajar sore itu. Huaaahh.. kalo tau gitu mah mending aku pulang dari tadi deh. Ngapain coba ke kampus dulu?

Sekitar jam setengah delapan malem, aku pulang.. dan aku kehujanan lagi.. (=__=')
Senin, 10 Februari 2014 0 komentar

Balada Sunatan Rizky dan Grand Final The Next Mentalist

Tiga hari ini aku, ibu, dan adik aku stay dirumah nenekku.. coz bibiku ngadain syukuran khitanan anaknya, Rizky, sepupuku yang paling kecil.

Aku, ibu, dan adikku dateng ke kediaman nenekku pada hari Jumat. Aku ijin nggak berangkat kuliah. Hari itu aku menghabiskan waktu bersama sodara-sodaraku. Yaaahh.. ngobrol-ngobrol, nonton TV, dan ngeliatin adikku dan Rizky yang lagi main game GTA di laptop. Pengen ikutan sih, coz kayaknya seru gitu. Tapi masalahnya selain karena aku nggak punya kesempatan buat minjem juga karena aku nggak ngerti gimana cara mainnya. Maklum, aku kan bukan gamer. Mwahaha..

Selain itu, aku dan sodara-sodaraku juga ngegodain Rizky yang bakal disunat. Beruntunglah Rizky.. coz kami, sodara-sodaranya ini walaupun iseng ngegodain dia juga nggak sekejem Raditya Dika yang ngegodain adiknya dengan nakut-nakutin bahwa orang yang disunat tuh otongnya bakal disetrika, dilindes pake gerobak, disetrum, kemudian diledakin pake petasan. Nggak, nggak. Kami nggak sekejem itu. Palingan kami ngegodainnya dengan nanya-nanya aja.. apakah dia takut disunat atau nggak; duit sunatnya buat dibeliin apa; dan nyuruh dia buat banyak-banyak istirahat dan nggak banyak jelalatan. Adikku malah koplak. Dia nyuruh Rizky buat nyium otongnya, sebagai tanda perpisahan katanya. Mwahaha.. Udah gitu, kami kan tau kalo Rizky tuh suka banget sama kulit goreng. Nah, adik aku nyaranin agar kulit hasil sunat Rizky digoreng trus dimakan sendiri. Awwrr.. that's so ieeewwwhh.. *muntah ditempat*

Pas hari H-nya, tepatnya hari Minggu ini (9 Februari 2014), aku kira Rizky bakalan cemas gitu. Tapi kenyataannya dia tenang-tenang aja, nggak keliatan takut gitu. Tapiii.. keadaan berubah ketika Om Agus yang bertindak sebagai dokter sunat dateng. Raut muka Rizky jadi lucu gitu gara-gara ketakutan. Wakakak..

Kami perlu ngebujuk Rizky beberapa kali biar dia mau disuruh tiduran sambil narik sarungnya keatas. Aku, sodara-sodaraku, dan beberapa orang tetangga mengerumuninya.. penasaran dengan prosesi sunatan itu. Om Agus duduk didepan kaki Rizky, ibu dan bapak aku duduk disebelah kiri Rizky sambil nenangin dia. Saking takutnya, Rizky sampe nangis gitu. Dia nutupin mukanya pake peci, sambil sesekali nengok otongnya yang dipegang-pegang sama Om Agus. Well, mungkin dia takut otongnya ilang.

Aku yang nonton prosesi sunat itu bersama sepupuku, Gege, ketawa-ketawa aja. Geli ngeliat prosesi sunatnya, sekaligus ngerasa lucu denger Rizky yang teriak-teriak. Baru disuntik obat bius aja dia udah teriak, "UDAH BELUUUUM..??"
Om Agus jawab, "Belum atuh. Baru disuntik, belum apa-apa."
"HUAAA.. TAKUUUUTT!! JANGAN PAKE GUNTIIIINNGG..!!"
"Enggaa.. nggak pake gunting," jawab Om Agus tenang.
Setelah dibius, Om Agus ngeluarin sebuah alat berbentuk gunting, tapi bukan gunting. Penjepit, maybe. Pas beliau ngeluarin alat itu, Rizky setengah bangun sambil teriak, "TUUUH KAAAAN PAKE GUNTIIIINGG.."
"Bukan. Ini bukan gunting."

Kemudian, beliau narik kulit otongnya Rizky, kemudian menjepitnya dengan alat itu. Rizky ngoceh lagi sambil nangis, "Huaaa.. itu lagi diapaiiiiinn..??" Kami ngakak aja dengernya.
Lalu setelah itu, Om Agus nyalain laser dan memotong kulit yang dijepit itu. SREEEETT..

Sumpah, tegang banget aku waktu Om Agus motong kulit itu. Ngeri aja gitu kalo sampe beliau salah potong. Bukannya aku mikir aneh-aneh nih ya.. coz aku sering ngeliat di berita-berita yang ngeliput kasus dokter sunat yang salah motong. Tapi alhamdulillah, sunat Rizky berjalan dengan lancar tanpa masalah. Kami sempet ngakak juga waktu ngeliat hasil sunat itu, coz otong Rizky jadi keliatan imut-imut botak gitu. Mwahaha..
Bapak aku nyeletuk, "Kayak biji melinjo.."
Adik aku nggak mau kalah, "Itu cindil!"
Setelah motong kulit otong Rizky, Om Agus ngolesin otong yang udah botak itu dengan salep. Well, setelah tadi otong Rizky dibilang mirip melinjo dan cindil sama bapak dan adik aku, kali ini setelah diolesin salep, otong itu tampak seperti sosis campur mayonaise. Gyahaha..

***

Aku baru aja nonton Grand Final The Next Mentalist. Sayangnya aku nonton telat, coz aku baru pulang dari rumah nenek aku sekitar jam sembilan malem. Padahal The Next Mentalist kan mulainya sekitar jam delapan. Untungnya aku masih sempet nonton performance keduanya Russell dan Riana.

Haaahh.. nggak salah pilih deh aku. Sejak awal aku nonton The Next mentalist, aku emang dukung mereka berdua, coz aksi mereka selalu bikin aku mangap. Selain itu, dari tampilan fisik juga mereka udah oke lah. Russell ganteng. Dia punya senyuman yang menurut aku kayak ada sihirnya gitu. Sekali dia ngelempar senyuman itu.. wusss.. langsung bikin cewek kelepek-kelepek. Well, sebutan The Sorcerer kayaknya emang pas banget buat dia. Coz selain karena aksi-aksinya yang mirip tukang sihir, juga karena dia punya senyuman yang menyihir. Mwahaha..

Kalo Riana? Tampilan gelapnya itu yang aku suka! Well, aku selalu menyukai orang yang misterius. Yaaa walaupun aku udah tau sih kalo kemisteriusan Riana itu dibuat-buat, tapi aku tetep suka sama penampilan dia yang kayak gitu. Nggak heran kalo dia disebut The Sacred (BUKAN The Scared, atau The Secret yaaa.. aku sering denger orang-orang salah nyebut julukannya), coz selain penampilannya yang misterius, dia juga sering memainkan permainan yang bertema mistis seolah-olah dia menggunakan kemampuan gaib. Padahal sebenernya dia kan cuma pake teknik ilusi, sama sekali nggak ada hubungannya sama makhluk-makhluk gaib.


Setelah kedua grand finalist tersebut menampilkan aksi-aksi terbaiknya, tibalah saatnya pengumuman pemenang. Daaaaaannn pemenangnya adalaaaaahhh..

RUSSELL RICH

Sumpaaaahh.. aku nggak nyangka kalo bakal dia yang menang. Padahal selama aku nonton acara ini, aku pikir Riana yang bakal jadi pemenang. Gimana nggak? Dia kan udah beberapa kali dapet predikat sebagai The Best Performer. Bahkan Om Deddy sendiri memilih Riana sebagai peserta favoritnya sejak awal The Next Mentalist berlangsung. Sementara Russell justru merupakan peserta yang nggak disukai sama Om Deddy, coz menurut dia, trik-trik sulap yang dipake Russell itu terlalu klasik. Dipandang sebelah mata gitu deh..

Tapi hebatnya, Russell bisa ngebuktiin kalo dia bisa jadi yang terbaik, bahkan mengalahkan finalist yang jadi favoritnya Om Deddy. Keren ya. Bener-bener from zero to hero. Dia bener-bener jadi contoh positif buat generasi muda nih, coz meskipun orang lain memandang dia sebelah mata, semangatnya nggak pernah kendor. Bahkan dia semakin gigih bertahan dan berpikir keras untuk bisa menampilkan aksi yang lebih baik lagi dari sebelumnya, hingga akhirnya kerja kerasnya itu berbuah manis.. Di umurnya yang masih sangat muda (20 tahun, boo.. beda satu tahun sama aku!) dia bisa meraih gelar sebagai The Next Mentalist 2014.

Selain ditetapkan sebagai The Next Mentalist 2014, Russell juga memperoleh hadiah berupa Trophy The Next Mentalist, cincin emas, giant check senilai 60 juta rupiah, dan sertifikat dari The Society of American Magicians. Keren! Sementara Riana mendapatkan cincin perak dan giant check senilai 40 juta rupiah.

Well, siapapun juaranya.. mau Russell kek, mau Riana, buat aku nggak masalah, kan aku dukung dua-duanya. Hahaha.. congratulations deh buat Russell Rich, semoga bisa membuat seni sulap di Indonesia menjadi lebih baik lagi.


Rabu, 22 Januari 2014 0 komentar

Resignation

Hola, Blogger! I'm back! Kayaknya lumayan lama juga aku nggak nge-blog. Terakhir aku posting entri di awal Januari, sekarang udah menjelang akhir Januari. Maklumlah, sibuk magang, plus sibuk mempersiapkan diri buat UAS. Mwehehehe..

Hari ini adalah hari terakhir aku dan temen-temen kampus ngadepin UAS di semester tiga ini, sekaligus hari terakhir pula bagi aku, Eny dan Sherly magang di pabrik rotan yang pernah aku ceritain di postingan aku yang tanggal 20 Desember itu. Well, harusnya kami magang selama tiga bulan disana, sementara aku dan Eny baru sebulan lebih beberapa hari. Sedangkan Sherly baru sekitar sebulan lebih dua minggu. Kami berhenti magang bukan tanpa alasan. Masalahnya kami kecewa karena kami nggak dapet apa-apa dari apa yang kami lakuin disana (selain pengalaman kerja dan sedikit ilmu). Nasib kami berbeda banget sama mahasiswa-mahasiswa yang pernah magang disitu sebelum kami. Mereka magang dan digaji, sedangkan kami enggak.

Yaaahh.. sebenernya kami nggak begitu mengharapkan upah yang kami dapetin itu sebesar yang didapetin sama mahasiswa-mahasiswa magang sebelum kami. Seenggaknya ongkos dan uang makan deh, tapi ini kok nggak dapet sama sekali. Kami sih mikirnya, ngapain capek-capek magang disana dan nggak dapet apa-apa? Mendingan langsung aja ngelamar kerja, capek-capek pun dapet hasil. Udah gitu yang bikin kami makin gondok adalah karena sebelumnya kami dapet false hope gitu deh. Kami beberapa kali dijanjiin bakal dapet uang makan dari sana. Kalo gitu kan kami jadi ngarep-ngarep dan nungguin. Eh, udah diharapin dan ditungguin, akhirnya malah nggak dapet apa-apa. Hadeeehh.. sumpah, kecewa banget kami di-PHP-in sama perusahaan itu! Kalo nggak niat ngasih ya nggak usah ngasih harapan napa.. (=__=') *ngunyah baut*

Suasana di tempat magang di hari terakhir kami magang itu kerasa beda banget, aku rasa. Para karyawan logistik keliatan santai, nggak sesibuk biasanya. Sampe-sampe Mbak Hanna sempet bercerita panjang tentang bosnya yang baik banget ditempat kerjanya dulu. Pak Manager juga nggak bolak-balik buat ngasih tugas gitu. Ketika istirahat, kami duduk-duduk di mushalla. Aku dan Sherly belajar TOEIC, sementara Eny sibuk sama tabletnya. Sekitar jam satu siang, Pak Manager nyamperin kami bertiga. Kami ngobrol-ngobrol sebentar. Beliau minta maaf karena nggak bisa berbuat apa-apa biar atasannya mengerti apa yang kami inginkan. Tapi beliau bersedia ngebantu kami nyelesein laporan buat tugas akhir kampus. Sekitar jam dua siang, kami pulang. Kami pun pamit sama Mbak Hanna, Mas Soiman, dan Mbak Wielis. Yaahh.. besok-besok aku nggak bisa dengerin celotehan-celotehan gokil para karyawan logistik lagi deh. Ya sudahlah..

Jam lima sorenya, aku berangkat ke kampus buat ngadepin UAS terakhir, TOEIC!

Awalnya aku berniat duduk di kursi kedua paling depan, biar part listening-nya kedengeran jelas gitu. Eh, nggak taunya tempat yang tadinya mau aku dudukin itu udah di-booking sama Mbak Erna.  Aku pengen duduk di kursi paling depan, tapi takut dibilang sok. Akhirnya aku ngalah deh, duduk di kursi paling belakang disebelah Aam.

Seperti biasa, kami menghadapi 200 soal. Kertas soalnya tebel banget, udah kayak novel aja. Tapi soalnya nggak jauh beda sih sama soal-soal TOEIC yang pernah aku hadapin sebelumnya. Ada yang soalnya sama gitu. Awalnya sih aku bisa dengan tenang gitu ngerjain soal-soal itu. Sampe akhirnya menjelang jam-jam terakhir pengerjaan, aku dikeroyok sama pertanyaan dari temen-temenku. Huaaahh.. (=__=')

Yah, pokoknya syukur deh UAS-nya udah selesai. Aku yakin sih kalo tes TOEIC yang udah aku hadapin hari ini hasilnya bakal lumayan. Begitu juga dengan hasil UAS Human Resource Management, Typing Test, Bahasa Jepang, dan Korespondensi Bisnis. Tapiiii.. kalo untuk mata kuliah Secretary Practice dan Filing Management.. hadeeeehh.. pasrah deh aku. UAS Secretary Practice udah ketauan gimana ancurnya. Aku juga dapet teguran dari Mrs Lilis. gara-gara hasil UAS Secretary Practice aku yang jauh dari kata memuaskan.

Ini gara-gara aku nggak bisa ngerjain laporan keuangan dan ittenerarry perjalanan dinas dengan baik. Ya sudahlah.. Dunia kesekretarisan emang bukan duniaku sih.. (=__=)

Harapanku sih IPK aku nggak jatoh di semester ini. Hopefully..
Rabu, 01 Januari 2014 0 komentar

My New Year : 2014

I can't believe it's the first day and the first month in 2014! Yayy! Happy new year, Readers! :D

Well, seperti tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya, Matabar alias malem tahun baru selalu aku lewatkan bersama keluarga besar dari ibu aku. Kalo biasanya Matabar diselenggarakan dirumah nenek, kali ini diselenggarakan dirumah Bibi Cicih yang letaknya cuma beberapa meter doang dari rumah nenek. Tapi sayangnya, ternyata acara nggak seasik yang diharapkan. Apalagi Gege, sepupu aku yang paling deket lebih milih ngelewatin Matabar bareng cowoknya ketimbang sama kami. Jadi rada sepi gimana gitu..

Akhirnya kemaren malem itu aku cuma makan jagung rebus sambil nonton sodara-sodara aku main gaple, main game Need For Speed di laptop sepupu, dan.. tidur! Aku BT berat, makanya ngantuk. Jadi mending tidur aja lah.. (=__=)

Sekitar jam dua belas malem, aku bangun. Aku, ibu dan adik aku beserta para bibi, om, dan sepupuku keluar rumah, nontonin orang-orang yang lagi pada bakar duit (nyalain kembang api maksudnya). Aku nggak nonton lama-lama. Aku masuk lagi ke ruang tamu bibi aku dan ngelanjutin acara tidurku di sofa.

Tidurku nggak sepules sebelumnya. Aku dibangunin buat makan malem bareng. Menunya adalah ikan bakar, menu yang sama seperti menu Matabar yang sebelum-sebelumnya. Tapi kali ini ada sate ayam juga.

Setelah makan, aku OL sampe sekitar jam tiga dini hari di ruang tamu Bibi. Aku nggak sendirian. Ada adik aku dan Fahrul juga yang lagi main game. Setelah itu, baru aku tidur di ruang tengah rumah itu.

Nah, besoknya, tepatnya siang ini.. aku, ibu, nenek, dan adik aku, beserta para bibi, om, dan sepupu aku jalan-jalan ke Sidomba dengan dianter supir pribadi kami yang setia (baca : supir angkot kepercayaan keluarga kami) :P
Kami berangkat sekitar jam dua belas siang. Perjalanan kami nggak lancar- lancar banget karena macet di beberapa tempat. Untungnya kami nggak sampe kejebak.

Disana kami jalan-jalan, liat-liat hewan gitu deh. Ada kambing, berbagai jenis burung, dan monyet. You know what? Ada sepasang monyet yang hobi banget kawin. Beberapa kali mereka ngelakuin aksi kawinnya itu didepan para pengunjung yang ngeliat mereka. WTF!! Walau cuma hewan, tapi itu kan hal yang lumayan vulgar buat diliat, apalagi banyak anak kecil disitu. Mana mereka ketawa-ketawa lagi liatnya. Aku jadi mikir, mereka ketawa karena mereka pikir adegan itu lucu atau mereka ketawa karena mereka ngerti apa yang sepasang monyet itu lakuin? (=__=')

Kami nggak lama-lama hewan-hewan itu, coz selain karena nggak nyaman sama bau kotoran hewannya, kami juga udah laper. Apalagi capek juga harus jalan naik turun, coz jalanan disitu kan nanjak gitu. Akhirnya kami pun menggelar alas duduk dan makan bersama :D

Enak banget rasanya makan bersama di alam terbuka kayak gitu. Udaranya sejuk banget, pohon-pohon ijo dimana-mana. Huaaahh.. pokoknya paru-paru dan mata jadi seger deh. Well, sebenernya ini bukan pertama kalinya aku ke tempat itu. Pertama kali aku ke Sidomba tuh sekitar tujuh tahun yang lalu, tepatnya pas perpisahan SD. Lama nggak kesitu, tempat itu cukup banyak berubah.

Aku suka tempat itu. Tapi cuma satu yang aku sayangkan.. BANYAK SAMPAH! Ini nih yang bikin aku gemes sama masyarakat Indonesia. Kenapa sih pada nggak bisa jaga kebersihan? Padahal apa susahnya coba buang sampah di tempat sampah? Miris aku liat tempat sampah pada kosong, tapi sampah berserakan dimana-mana. Padahal kalo lingkungan bersih kan mereka juga yang ngerasa nyaman. Ini malah dikotorin. Nggak pada ngotak emang!  Rasanya aku pengen lempar muka mereka pake sampah! Coba deh liat tempat-tempat wisata di luar negeri, bersih! Pengunjungnya pada tertib, pada ngerti cara buang sampah. Kalo mereka bisa kayak gitu, kenapa kita enggak? Bangsa kita udah kelewat males apa yak? Sampe-sampe buat jalan ke tempat sampah aja nggak mau. Pantesan Indonesia dikasih banjir terus, masyarakatnya pada nggak sadar sih. Sadar dong, woy!!

Anyway, kenapa aku jadi ngomel-ngomel yak? Haaahh.. maklum, aku emang paling risih kalo liat orang buang atau naro sampah sembarangan.

Setelah makan bersama, aku dan Bibi Elly beserta sepupu-sepupu aku jalan-jalan ke curug. Tangganya banyak banget. Capek naik turunnya. Tapi ini masih mending ketimbang tujuh tahun lalu, coz waktu itu aku naik turun tangga sambil bawa ransel, kali ini nggak. Kami foto-foto juga disana :D

Setelah jalan-jalan di sekitar curug, kami pun lanjut jalan-jalan di sekitar Masjid At-Tien Sidomba. Ini aku dan sepupu aku pas lagi foto-foto disana.. 

Nah, menjelang pulang, kami mengelilingi area Sidomba dengan menaiki mobil yang bentuknya kayak domba gitu. Satu orang dikenakan ongkos goceng untuk bisa naik mobil ini. Seru banget. Apalagi pas mobil itu menuruni jalan yang miring.. rasanya dikit-dikit mirip naik Alap-Alap di Dufan. Mwahaha..

Padahal aku pengen banget coba naik ATV. Itu loh, motor roda tiga yang bisa dikendarain di segala medan. Kayaknya seru. Tapi sayang banget, waktunya udah sore. Kami harus pulang. Rada kecewa sih, tapi kami cukup puas sama acara jalan-jalan kami hari ini :D

Well, sekali lagi aku ucapin.. HAPPY NEW YEAR, EVERYBODY!! :D

Total Tayangan Halaman

 
;