Minggu, 29 Juli 2012 1 komentar

Fakta Andy Biersack

WARNING!
Kalo mau copy-paste, tolong cantumin link sumber atau nama blog ini ya.
Thank you :)


Nama asli Andy Biersack (dulu biasa dikenal dengan nama Andy Six) adalah Andrew Dennis Biersack

Andy lahir di Winconsin, Milwaukee, AS pada tanggal 26 Desember 1990.
Namun ia pindah ke Cincinnati, Ohio ketika ia masih kelas 6 SD

Andy adalah anak tunggal dari pasangan bernama Amy dan Chris ‘Brock’ Biersack

Andy terlahir sebagai seorang umat kristiani. Ia dibesarkan di sebuah rumah Katholik Roma. Tapi setelah dewasa, ia memutuskan untuk menjadi seorang Atheis

Pada umur 14 tahun, Andy memiliki sebuah band yang diberi nama Biersack. Band ini banyak men-cover lagu-lagu milik Alkaline Trio dan The Misfits

Dulunya Andy Biersack adalah seorang model. Pada tahun 2005, ia pindah ke Burbank, California untuk memulai akting. Ia telah membintangi beberapa buah iklan, diantaranya adalah AT&T dan Montana Meth

Tahun 2006, ia kembali ke Cincinnati untuk memulai Black Veil Brides

Andy mendirikan Black Veil Brides pada tahun 2006. Band ini mengeluarkan debut albumnya pada tahun 2010

Black Veil Brides telah beberapa kali kehilangan personil dan berubah formasi. Andy adalah satu-satunya personil asli BVB yang masih bertahan

Selain menyanyi, Andy juga dapat bermain bass dan berakting. Ia juga ahli bermain hockey

6 adalah angka keberuntungan Andy Biersack. Itulah kenapa dia menyelipkan kata ‘Six’ dibelakang nama panggilannya. Banyak orang yang salah dalam mengeja namanya dengan double X. Maka sekarang ia memutuskan untuk menggunakan nama aslinya

Dennis Westower is Andy Biersack's pornstar name. Well, dia emang bukan bintang porno. Tapi dalam sebuah wawancara, dia mengatakan bahwa seandainya dia adalah seorang bintang porno, maka dia akan menggunakan nama itu

Warna mata Andy adalah biru

Warna favorit Andy Biersack adalah hitam dan merah

Andy Biersack sebenarnya berambut pirang

Rambut Andy sebenarnya agak ikal

Andy sering menulis puisi

Andy menderita ADD (Attention Deficiency Disorder)

Andy memiliki tinggi badan 6 kaki 2 inchi (sekitar 188 cm)

Ketika kecil, Andy mengalami kelebihan berat badan. Hal ini membuat ia dianggap aneh oleh teman-temannya. Pada umur 13 tahun, Andy memutuskan untuk mengurangi berat badannya

Ketika kecil, Andy juga sering dijuluki ‘emo’ dan ‘fag’ oleh teman-temannya

Video klip Knives And Pens adalah video klip yang memiliki arti penting. Video ini menggambarkan masa lalu Andy Biersack. Poster ‘fag’ dan ‘emo’ yang ditempel di loker sekolah dalam video klip itu benar-benar terjadi pada Andy di masa lalunya

Kebanyakan lagu yang dia ciptakan terinspirasi dari pengalamannya di-bully ketika dia masih kecil

Andy mengecat salah satu kuku di jari tangan kanannya dengan warna merah untuk memberinya kekuatan dan kepercayaan diri

Matt Good adalah teman baik Andy

Batman adalah tokoh favorit Andy

Andy mengidolakan Alkaline Trio

Andy memiliki tato Azrial Batman di lengan kanannya, sementara di lengan kirinya ia memiliki tato hati Alkaline Trio beserta inisial nama mantan pacarnya (Scout Taylor Compton), bunga prosesi pemakaman, dan tengkorak Misfits

Andy mendapatkan tato pertamanya diusia 15 tahun

Andy Biersack pernah menjalin asmara selama kurang lebih enam tahun dengan Scout Taylor Compton yang merupakan seorang aktris. Tahun 2010, Andy berkenalan dengan seorang model bernama Hanna Beth. Sejak itu, hubungan mereka semakin dekat.
Sebenarnya, sebelum Hanna berkenalan dengan Andy, ia telah memiliki pacar bernama Trace Cyrus. Kedekatan Hanna dan Andy diketahui oleh pacar Hanna. Hal ini membuat Hanna putus dengan pacarnya. Kedekatan Hanna dan Andy juga diketahui oleh Scout, dan akhirnya pada tahun 2010, Andy dan Scout mengakhiri hubungan mereka.
Hubungan Andy dan Hanna juga nggak berjalan lama. Mereka hanya menjalin hubungan selama tiga minggu.
Dan sekarang Andy Biersack berpacaran dengan Juliet Simms, vokalis Automatic Loveletter

Andy adalah penyayang binatang

Andy adalah seorang pecandu rokok, namun ia bukan pecandu narkoba.
Tapi dia (dan juga tiga personil BVB yang lain) nggak berani merokok didepan Ashley, karena Ashley akan menceramahi mereka habis-habisan

Kebiasaan aneh Andy yaitu menatap matanya sendiri didepan cermin dan mencoba menghipnotis dirinya sendiri (aku pernah ngelakuin ini beberapa kali, tapi nggak jadi kebiasaan juga kali.. haha.. koplak juga nih orang..)

Kalo soal makanan dan minuman, Andy suka strawberry milk, keju, egg nog, dan spicy pumpkin

Like this Facebook fanpage if you don't mind www.facebook.com/AndyBiersackAndJamesCheal. Thank you :)

*Dari berbagai sumber*
Kamis, 19 Juli 2012 0 komentar

Acara Pembinaan Kader Remaja Oleh Dinas Kesehatan

Aku nggak percaya, aku bisa ikut dalam acara Pembinaan Kader Remaja yang dilaksanain sama Dinas Kesehatan di kotaku. Sebenernya aku nggak mau ikut acara beginian, mengingat aku susah banget buat bersosialisasi dan beradaptasi di lingkungan baru. Tapi ibuku yang merupakan salah satu kader di RW aku, maksa aku buat ikut. Begitu juga dengan bapakku. Katanya aku harus latihan bersosialisasi dan beradaptasi di masyarakat dan lingkungan baru. Akhirnya dengan terpaksa aku ikut, mewakili RW 09 di kelurahanku. Jadi selama tanggal 16 sampe tanggal 18 kemaren, tepatnya hari Senin sampe Rabu, aku ikut acara itu bareng Mbak Tiyas, yang juga mewakili RW 09.

Acara itu dilaksanain di hotel baru. Namanya Hotel Bagus Inn. Aku kira cuma remaja doang yang ikut acara ini, tapi ternyata ada ibu-ibu juga. Selama ikut acara itu, para peserta pembinaan dibina untuk menjadi kader yang baik. Kami juga dikasih penjelasan mengenai berbagai macam masalah kesehatan, seperti bahaya merokok dan narkoba, masalah gizi, masalah kesehatan reproduksi.. macem-macem deh. Ada tiga buah materi yang disampaikan tiap harinya. Selama ngikutin acara itu, aku berasa kayak orang penting yang ngadain meeting-meeting gitu. Hahaha..

Di hari pertama, aku ngerasa enjoy aja, walaupun aku cuma duduk dan ngedengerin orang-orang dari Dinas Kesehatan itu ngomong sambil sesekali mencatat hal-hal penting aja. Tapi di hari kedua, munculah masalah itu. Disalah satu materi, para peserta diharuskan berdiskusi. Tapi sebelum itu, kami diharuskan membentuk kelompok yang terdiri dari sepuluh orang per kelompoknya.
Pembentukan kelompok itu dilakukan dengan cara menghitung. Kebetulan hitungan sepuluh jatuh di Mbak Tiyas. Otomatis aku harus terpisah dari dia. Damn! Padahal satu-satunya orang yang aku kenal disana cuma dia. Dan kelompok aku waktu itu isinya ibu-ibu dan anak-anak cowok. Parah! Parah banget!

Aku nggak ngerti kenapa itu terjadi sama aku. Kenapa ini kayak udah diatur? Kenapa harus aku yang dipisah sama orang yang aku kenal? Mood aku langsung berantakan seketika itu juga. Aku ngerasa Tuhan sengaja bikin aku bad mood. Dia tau aku nggak bisa bersosialisasi, Dia tau bahwa aku paling payah dalam kerja kelompok, makanya Dia pisahin aku dari Mbak Tiyas dan masukin aku ke kelompok yang semuanya ibu-ibu dan anak-anak cowok. Aku jadi inget waktu aku jadi peserta English Debate Competition dua tahun lalu.

Waktu temen-temen satu tim aku nyampein argumen, nggak ada yang menginterupsi atau mengajukan pertanyaan. Giliran aku yang nyampein argumen, aku malah dilempar pertanyaan. Aku yang gampang nervous nggak bisa menangkap apa yang ditanyakan, dan akhirnya aku nggak bisa jawab. Itu parah banget!

Kenapa itu semua bisa kebetulan terjadi pada aku? Udah kayak adegan di film-film aja.
Itulah kenapa, aku bilang bahwa Tuhan sengaja bikin aku bad mood.

Selama acara diskusi, aku cuma duduk manis di kursiku. Aku nggak tau gimana harus berkomunikasi sama anggota-anggota kelompok aku yang usianya jauh lebih tua dari aku itu. Aku cuma terkagum-kagum aja sama para peserta lain yang bicara didepan buat menyampaikan argumen kelompoknya.
Malu banget aku. Aku ngerasa nggak berguna. Tapi gimana dong. Nggak mudah bagi aku buat beradaptasi, apalagi aku baru berkunjung ke tempat itu dua kali. Nggak bisa aku beradaptasi dalam waktu sesingkat itu.

Ah.. bener-bener nggak bisa diungkapin dengan kata-kata perasaan aku waktu itu. Aku udah kayak anak ilang aja. Rasanya aku pengen ngikutin kata-katanya Bang Raditya Dika, "PURA-PURA MATI!" -__-

Di hari ketiga, baru deh aku enjoy lagi. Malah di hari ketiga ini aku lebih ngerasa seneng dibanding hari-hari sebelumnya. Apalagi materi terakhir disampein sama seorang psikolog. Dari dulu, aku kagum banget sama yang namanya psikolog. So, walaupun dia ngobrol panjang lebar selama kurang lebih dua jam, aku nggak bosen atau ngantuk dengernya.

Sebelum pulang, di hari terakhir itu aku dan para peserta pembinaan berfoto bareng. Kami juga dikasih uang saku. Nggak lebih dari 50 ribu sih, tapi lumayanlah. Selama tiga hari itu kami dapet makan siang, dapet snack, dapet tas, dapet block note, dapet pensil, dapet pulpen, dapet duit, dapet pengalaman, dan yang paling penting dapet ilmunya. Hehe..


Kamis, 12 Juli 2012 0 komentar

Addicted to Death Note


Mungkin aku telat nonton film yang satu ini, Death Note. Film Jepang yang muncul sekitar tahun 2006 ini baru aku tonton baru-baru ini.
Sebenernya aku tertarik sama film ini sejak tahun 2009. Waktu itu sodaraku ngirimin aku tema bergambar Death Note buat diaplikasikan ke HP Nokia-ku waktu itu. Begitu liat gambarnya, aku langsung suka. Tapi karena waktu itu aku belom punya notebook, aku belom bisa download filmnya.

Sekitar bulan Maret 2012, ortu-ku baru beliin notebook buat aku dan sekitar bulan Mei aku baru unduh tuh film dari Youtube. Awalnya aku ngerasa biasa aja, sampe akhirnya aku dibuat tertarik sama salah satu tokoh dalam film itu, Ryuzaki atau L (diperankan oleh Matsuyama Kenichi).

Kesan yang pertama aku tangkap dari sosok L adalah aneh dan misterius.
Tubuhnya kurus tinggi dibalut kaos putih polos panjang dan celana jeans. Dia selalu pake pakaian yang sama setiap harinya. Well, mungkin dia nggak pernah mandi. Hahaha..
Kulitnya putih pucat, dengan lingkaran hitam di bawah mata. Sikapnya aneh. Dia selalu duduk dengan posisi jongkok dan tangan megang lutut. Kadang meletakkan telunjuk atau ibu jarinya di bibir. Dia juga biasa megang sesuatu dengan ujung telunjuk dan ibu jarinya. Kalo berdiri, punggungnya bungkuk dan tangannya dimasukin ke kedua saku celananya. Kadang sikapnya kayak anak kecil. Selain itu dia selalu makan makanan manis. Tapi selebihnya, dia adalah seorang cowok cute dan seksi dimataku.

Siapa sangka, dibalik penampilan dan sikapnya yang aneh dan kayak orang abnormal, tapi dia punya otak yang luar biasa cerdas. Walau mukanya kayak orang bego *oh I'm so sorry for saying it* tapi dia adalah seorang detektif muda kelas dunia. Dialah orang yang mengungkapkan siapa ‘Kira’ sebenarnya dan memecahkan misteri Death Note.

Dari informasi yang aku peroleh, dia duduk dengan posisi jongkok karena dengan posisi seperti itu, dia bisa lebih berkonsentrasi. Kalo dia duduk normal, tingkat konsentrasinya berkurang sekitar 40%. Dan makanan manis yang dia konsumsi bisa memperkuat daya ingatnya. Itulah kenapa aku tertarik sama tokoh yang satu ini. Entah kenapa aku selalu tertarik dan penasaran sama cowok smart, cool, dan misterius. Ketiga karakter itu ada di sosok L. Selain itu karena dia cakep. Hahaha..
Sekilas aku liat dia mirip Kevin Aprilio. Tapi L lebih keren, of course :D




Sebenernya Light atau Kira (diperankan oleh Tatsuya Fujiwara), tokoh utama yang lainnya juga nggak kalah awesome sih. Dia juga keren. Kecerdasannya pun setara sama L. Hanya aja dia normal, nggak aneh dan kekanak-kanakan kayak L. Tapi entah kenapa aku lebih interest sama L. Kemisteriusannya selalu bikin aku penasaran dan mendorongku buat mencari tau lebih banyak hal tentang dia.

Sampe saat ini, aku udah nonton Death Note (movie), Death Note 2 : The Last Name (movie), Death Note (anime), dan Death Note 3 : L Change the World.
Aku sempet merinding liat ending cerita Death Note 2. Tragis banget, coz kedua tokoh favoritku mati di akhir cerita. Sedangkan di Death note 3, aku dibuat terkagum-kagum sama aksi L menyelamatkan kedua anak kecil bernama Boy dan Maki. Jealous juga aku waktu liat adegan Maki nyenderin kepalanya di bahu L. Ada juga adegan di pesawat pas L meluk kepala Maki. Gila, kok rasanya nyesek ya. Emangnya dia siapa aku coba? Mhuahahaha..

Walau agak kurang ngerti apa hubungan Death Note dan Death Note 2 dengan Death Note 3, tapi aku acungin empat jempolku buat film-film ini. Sumpah, aku speechless nonton keseluruhan filmnya. Selain karena ceritanya yang seru, aku juga kagum sama tokoh-tokohnya. Aku kagum setengah mati sama kecerdasan Light dan L yang luar biasa. Pengen banget aku punya otak seencer mereka. Aku juga kagum sama ayah Light yang seorang kepala polisi itu. Sebagai seorang kepala polisi, dia bijaksana dan tegas banget. Walau anaknya sendiri adalah seorang pembunuh, tapi dia tetep tegas dan nggak pandang bulu dalam menegakkan hukum dan keadilan. Andai polisi di Indonesia kayak gitu ya.. Haha.. :P

Ah, yang jelas akhir-akhir ini aku lagi terobsesi sama tokoh L.
Aku pengen banget jadi detektif sehebat dia. Kayaknya seru aja kalo memecahkan misteri kayak gitu. Tapi apakah bisa orang kayak aku ini jadi detektif? Kayaknya nggak mungkin banget deh ya.. xP

Aahh.. L.. I can't stop to shout 'omaigaaawwdd' when I see you.. ^^



Minggu, 17 Juni 2012 0 komentar

About My Dream and Failure

Well, ternyata bukan cuma melamar pekerjaan yang menuntut banyak syarat, tapi juga mendaftar ke Perguruan Tinggi. Hal ini aku alamin tiga hari yang lalu.

Kamis, 14 Juni aku mendaftarkan diri ke salah satu Perguruan Tinggi Kesehatan di kota aku. Ada tiga pilihan  jurusan di Perguruan Tinggi itu, ada Kebidanan, ada Keperawatan, dan ada Gizi. Aku ambil jurusan Gizi. Sebenernya aku agak pesimis sih. Untuk masuk ke Perguruan Tinggi itu, tentu aja kita aku harus menghadapi tes tertulis dulu. Dan pelajaran yang di-tes-kan adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA Terpadu. Well, kalo mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris mah aku optimis bisa menghadapinya. Tapi yang jadi masalah aku adalah, aku lemah dalam pelajaran Matematika dan IPA. Apalagi aku bukan berasal dari kelas IPA, tapi aku dari kelas IPS.

Tapi meskipun rasa pesimis itu ada, aku nggak mau nyerah gitu aja. Aku janji aku bakal belajar sebagai persiapan buat menghadapi tes itu. Lagian aku juga nggak bego-bego amat tuh. Haha..

Kamis siang, aku dan ibu mendatangi Perguruan Tinggi itu. Kami tiba disana sekitar jam setengah satu siang. Tapi ternyata kami nggak bisa langsung mendaftar. Siang itu para panitia pendaftaran lagi istirahat. So, kami nunggu dulu bareng para pendaftar lainnya.

Sekitar jam satu lebih, pendaftaran kembali dibuka. Kami pun menghadap panitia pendaftaran.
Ketika giliran aku, Bapak Panitia itu mempersilahkan aku untuk diukur tinggi badannya. Deg-degan banget aku waktu itu. Aku takut tinggi badan aku nggak memenuhi syarat. Dan ternyata apa yang aku khawatirkan itu bener juga. Bapak Panitia itu nyamperin ibu, trus ngomongin sesuatu yang nggak bisa aku denger. Bukan karena aku budeg, tapi karena tuh bapak suaranya kecil banget waktu ngomong sama ibu aku, seolah nggak mau didenger sama orang-orang disekitarnya. Tapi feeling aku udah mengatakan bahwa ada yang nggak beres.
Aku langsung samperin ibu aku, trus nanya, "Nggak bisa masuk ya?"
Kemudian Bapak Panitia itu bilang, "Maaf ya, De.."

JLEB! Cuma tiga kata, "Maaf ya, De.." tapi tuh kata serasa nusuk banget sampe ke ulu hati. Jleb banget sumpeh ditolak kayak gitu. Konyol banget kan, alasan aku ditolak di Perguruan Tinggi itu hanya karena aku kurang tinggi! Daaamn.. ternyata aku lebih pendek dari yang aku duga. Aku kira tinggi badan aku nyampe 148-150 cm, tapi ternyata kurang dari itu! Konyol! Konyol banget!
Perasaan aku campur aduk. Rasanya aku pengen nangis dan teriak sambil ketawa. Batin aku teriak, "Ya Allah.. perlukah saya makan tiang biar badan saya tinggi..?!!"

Bukan cuma alasan ditolak doang yang bikin aku nyesek, tapi juga aku nggak suka sama tatapan orang-orang yang waktu itu ada disana. Kok kayaknya mereka ngeliat aku dengan tatapan mengejek gitu. Gimana aku nggak makin down? Bener deh ya. Andai aku adalah seorang psikopat yang nggak peduli sama hukum, mungkin aku udah gorok mereka semua, atau aku bom sekalian tempat itu. Hahahaha.. *evil laugh*

Bener deh, aku nggak habis pikir. Kenapa ya sekarang-sekarang ini nggak kerja, nggak kuliah.. semuanya menuntut tinggi badan. Selalu tinggi badan yang diutamakan. Kenapa bukan skill?
Sumpah, ini nggak adil buat orang pendek kayak aku. Tapi ya sudahlah. Mungkin ini emang yang terbaik buat aku. Nggak ada gunanya aku nyalah-nyalahin diri sendiri yang emang udah pendek dari sananya. Lagian aku juga harusnya bersyukur sih dikasih tinggi badan yang normal meskipun nggak tinggi-tinggi banget. Masih banyak orang yang jauh lebih pendek dari aku.

Well, sebenernya sekolah di Perguruan Tinggi Kesehatan itu juga bukan keinginan aku sendiri sih, tapi keinginan ortu aku. Sebenernya aku pengen banget masuk jurusan Psikologi, secara dari dulu aku tertarik banget sama ilmu kejiwaan. Tapi ortu aku nggak setuju. Makanya aku mutusin buat belajar sendiri dengan baca-baca berbagai macam artikel. Untuk saat ini aku lagi tertarik banget mencari tau informasi tentang masalah Kepribadian Ganda dan Psikopat.

Aku pengen banget tuh punya novel Sybil yang best seller itu. Udah lama aku cari tuh novel, tapi di toko buku yang biasa aku kunjungin ngga ada. Padahal aku penasaran banget tuh sama kisah nyata tentang seorang cewek yang punya 16 kepribadian berbeda itu.

Aku pengen banget ya, suatu saat nanti aku bisa jadi seorang ahli Psikologi. Yah, mudah-mudahan Allah ngasih aku kemudahan buat mencapai mimpi aku itu. Semoga..


Sabtu, 26 Mei 2012 0 komentar

Graduation Day

Hari ini adalah hari yang paling dinantikan sekaligus menegangkan bagi sebagian besar pelajar SMA/SMK/MA di tanah air, termasuk aku. Yap, hari ini adalah hari dimana hasil kelulusan diumumkan. Jujur aku takut. Berbagai pemikiran negatif muncul di otakku. Takut beginilah, takut begitulah. Tapi aku coba buat tetep tenang.

Aku ke sekolah sekitar jam 9, pake seragam batik. Ternyata disana udah lumayan rame. Begitu dateng, aku langsung disambut sama pertanyaan salah satu temenku dari kelas sebelah, si Marla.
Dia nanya, "Eh, kamu nge-post postingan tentang perpisahan sekolah ya di blog? Yang namanya Vidialesta itu.."
Aku jawab, "Iya"
Didalem hati, aku lumayan surprised dan excited juga sih. Ternyata ada juga temenku yang baca blogku ini. Haha.. :P

Disekolah, entah kenapa aku seneng banget. Rasanya aku seneng bisa kumpul-kumpul lagi sama temen-temen setelah sekian lama kami nggak saling ketemu. Jujur, aku kangen banget sama saat-saat bareng mereka.

Sebelum pengumuman kelulusan, kami disuruh masuk ke kelas masing-masing. Disana kami dikasih pengarahan-pengarahan sama wali kelas. Setelah dikasih pengarahan, baru deh kami disuruh keluar dari kelas dan kumpul dilapangan buat dengerin arahan-arahan dari Bapak Kepala Sekolah dan menerima hasil keputusan kelulusan.

Kami berbaris dilapangan seperti ketika kami melaksanakan upacara bendera. Disana kami dikasih wejangan-wejangan dari Bapak Kepala Sekolah. Setelah beliau bicara, Pak Dedi maju. Beliau mengatakan beberapa hal. Aku nggak begitu memperhatikan. Yang ada dipikiranku adalah, apakah aku bisa lulus? apa yang bakal aku lakuin setelah ini? Apakah setelah ini aku masih bisa ketemu sama temen-temen dan guru-guruku?

Nggak tau kenapa aku jadi pengen nangis. Belom apa-apa aku udah pengen nangis!
Aku nengok temen-temen disekitarku. Mereka keliatan cemas. Mungkin apa yang mereka rasain sama seperti apa yang aku rasain.

Kemudian wali kelas masing-masing membagikan satu buah amplop kecil ke masing-masing siswa. Ketika nerima amplop itu, entah kenapa aku jadi deg-degan.
Pak Dedi mengarahkan kami untuk mengangkat amplop itu tinggi-tinggi dengan tangan kanan.
Kemudian beliau memberi kami aba-aba. Ketika beliau berseru, "BUKA!!", serentak kami membuka amplop itu dan mengeluarkan isinya.

Aku buka amplop itu dengan mengucapkan "Subhanallah" beberapa kali. Ketika aku buka, didalam amplop yang aku pegang terdapat secarik kertas bertuliskan HOREEEE.. GUE LULUS CUY...



Spontan aku langsung ngucapin "alhamdulillah". Aku peluk Rohayati, temen sebangkuku, yang ada disebelahku. Temen-temenku berpelukan. Suara jerit dan tangis kebahagiaan memenuhi lapangan sekolah. Yak! SMA Widya Utama Cirebon lulus 100%

Aku sujud syukur di lapangan itu. Aku juga menyalami guru-guru dan temen-temenku.
Aku sempet meneteskan air mata. Nggak banyak, tapi sesungguhnya apa yang aku rasain lebih dari tetesan air mata itu. Aku seneng karena aku lulus, aku seneng karena temen-temenku lulus semua, tapi disamping itu aku juga sedih karena aku takut setelah ini aku nggak bisa ketemu lagi sama temen-temenku. Kalopun ketemu, atmosfernya juga pasti bakal beda banget. Ah, andai mereka tau.. Rasanya aku pengen banget meluk mereka satu persatu.

Suasana bahagia dan haru memenuhi lapangan SMA Widya Utama pagi itu. Beberapa murid dan guru saling bersalaman dan berpelukan. Sementara Pak Kohar menyiram-nyiramkan air ke arah kami sampe kami basah kuyup. Well, kalo selama ini acara kelulusan identik dengan euforia berlebihan kayak coret-coret baju seragam dan sebagainya, aku dan temen-temen sepakat untuk nggak ngelakuin itu. Coz kasian juga kan kalo ada temen kita dari sekolah lain yang nggak lulus. Dia pasti bakal semakin sedih kalo ngeliat kami bereuforia kayak gitu. Sama aja kan kita berbahagia diatas penderitaan orang lain. Makanya kami sepakat buat nggak ngelakuin aksi coret-coret seragam dan sebagainya.

Oh ya, aku juga turut prihatin atas kejadian yang menimpa dua orang temenku, Riska dan Euis. Mereka kecelakaan ditengah perjalanan menuju ke sekolah. Entah gimana keadaan mereka, sampe ketika aku nulis entri ini aku belum tau kabar tentang mereka. Jujur, aku khawatir juga sama mereka. Coz meskipun berbeda kelas, tapi mereka juga temen baik aku.

Setelah pengumuman kelulusan, kami disuruh kembali lagi ke kelas. Disana wali kelas kami, Ibu Marfuati membagikan sebuah amplop yang lebih panjang. Amplop itu dibagikan ke masing-masing anak. Ternyata isinya adalah secarik ketas berisi keterangan kelulusan yang lebih resmi.


Well, meskipun aku belom nerima nilai-nilai Ujian Nasional-ku, tapi dengan lulus pun aku udah cukup bahagia. Sekarang saatnya menentukan masa depan.. dan aku masih bingung..


*                                           *                                           *

Kita Untuk Selamanya by Bondan feat. Fade2Black

It's not the end.. It's just beginning..

Ok.. detak detik tirai mulai menutup panggung
Tanda skenario baru mulai diusung
Lembaran kertas barupun terbuka
Tinggalkan yang lama, biarkan sang pena berlaga
Kita pernah sebut itu kenangan tempo dulu
Pernah juga hilang atau takkan pernah berlalu
Masa jaya putih biru atau abu-abu
Memori cerita cinta aku, dia dan kamu

Saat dia masuki alam pikiran
Ilmu bumi dan sekitarnya jadi kudapan
Cinta masa sekolah yang pernah terjadi
That was the moment a part of sweet memory
Kita membumi, melangkah berdua
Kita ciptakan hangat sebuah cerita
Mulai dewasa, cemburu dan bungah
Finally now, it's our time to make a history

Bergegaslah, kawan.. sambut masa depan
Tetap berpegang tangan, saling berpelukan
Berikan senyuman tuk sebuah perpisahan
Kenanglah sahabat.. kita untuk selamanya

Satu alasan kenapa kau kurekam dalam memori
Satu cerita teringat didalam hati
Karena kau berharga dalam hidupku, teman
Untuk satu pijakan menuju masa depan

Saat duka bersama, tawa bersama
Berpacu dalam prestasi hal yang biasa
Satu persatu memori terekam
Didalam api semangat yang tak mudah padam
Kuyakin kau pasti sama dengan diriku
Pernah berharap agar waktu ini tak berlalu
Kawan.. kau tahu, kawan? Kau tahu kan?
Beri pupuk terbaik untuk bunga yang kau simpan


Congratulations to our graduation, guys!

Sukses buat kita semua. Aamiin.. ;)

Total Tayangan Halaman

 
;