Senin, 23 September 2013 0 komentar

A Crazy Little Thing Called LOVE

Satu lagi film yang bikin aku termehek-mehek, A Crazy Little Thing Called Love. Aku baru aja nonton film ini. Download-nya udah lama sih. Kalo nggak salah downloadnya barengan sama film My True Friend, cuma aku baru sempet nonton sekarang aja. Itu juga karena aku lagi BT gara-gara modem-ku ilang sinyal. Jadi untuk menghilangkan BT, mending aku nonton aksi si ganteng bersuara cempreng aja di film ini. Yak, siapa lagi kalo bukan Mario Maurer! Mwahaha..



Film ini menceritakan tentang seorang cewek bernama Nam (diperankan oleh Pimchanok Lerwisetpibol. sumpah ini nama ribet amat) yang berpenampilan kurang menarik. Kulitnya gelap, berkacamata, norak, aneh pula. Diam-diam, Nam jatuh cinta pada Shone (diperankan oleh Mario Maurer) yang merupakan kakak kelasnya yang berbeda tiga tingkat. Nam di M1, sementara hone di M4. Berbanding terbalik dengan Nam, Shone adalah cowok populer, ganteng, berkulit putih, dan jadi idaman para cewek.

Mengetahui Nam diam-diam menyimpan perasaan terhadap Shone, tiga sahabatnya pun selalu memberi semangat dan memberikan tips-tips mendapatkan cowok idaman melalui buku yang mereka baca. Semua tips itu dijalani Nam meskipun usahanya itu terkadang gagal dan belum menampakkan hasil.

Suatu hari, Nam diminta gurunya untuk berperan menjadi Snow White dalam drama sekolah karena nilai pelajaran Bahasa Inggris-nya adalah yang terbaik di kelas. Mau nggak mau, Nam pun menerimanya. Untuk itu, teman-teman Nam pun membantu mendandani Nam. Dan setelah didandanin... tadaaaaa! Nam pun berubah menjadi Snow White yang cantik.

Semenjak acara drama sekolah tersebut, si bebek buruk rupa pun menjelma menjadi seekor angsa cantik. Nam pun benar-benar  menjadi seorang cewek yang cantik, sehingga banyak cowok yang naksir sama dia. Tapi meskipun begitu, Nam tetap mengunci hatinya, dan hanya membukanya untuk satu orang, Shone.




Suatu hari, salah seorang temen baik Shone yang bernama Top pindah dari sekolah lain ke sekolah dimana Shone dan Nam belajar. Top pun menyukai Nam. Apalagi ketika Nam terpilih menjadi mayoret yang membuatnya semakin keliatan cantik dimata siapapun yang ngeliat dia, Top semakin tergila-gila. Ia pun mengirim surat kepada Nam dengan memasukkan surat itu kedalam tas Nam secara sembunyi-sembunyi. Melalui surat itu, Top mengajak Nam untuk ketemuan di lantai tiga gedung sekolah. Nam bertanya-tanya dalam hati, siapa pengirim surat itu, coz surat itu nggak ada nama pengirimnya.

Esoknya, Nam memenuhi permintaan si pengirim surat. Ketika dia lagi nunggu si pengirim surat, Shone menghampirinya. Nam mengira pengirim surat itu adalah Shone. Eh, nggak taunya tiba-tiba Top dateng, dan tanpa diduga ia menyatakan cintanya pada Nam, didepan Shone.

Nam emang nggak ngejawab apakah dia bersedia atau enggak jadi pacar Top, tapi semenjak itu Top jadi lengket banget sama dia. Dia selalu mendekati Nam disaat Nam lagi menikmati saat-saat berdua bareng Shone. Bahkan di sebuah pesta, Top mencium Nam dengan tiba-tiba didepan Shone. Hal ini tentu aja membuat Nam kesal. Ya iyalah, pacar bukan, suami bukan, kok berani cium-cium.. didepan cowok yang ditaksir pula. Sepulang pesta, Nam mengutarakan kekesalannya itu pada Top dan meminta Top berhenti untuk mendekatinya.

Waktu semakin berjalan, hingga tibalah saatnya hari kelulusan. Dengan dukungan kuat dari teman-temannya, Nam yang masih menyimpan perasaannya pada Shone selama tiga tahun pun akhirnya memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya secara langsung kepada cowok itu. Ia menyatakan bahwa selama ini dia mengubah penampilan dan rela melakukan hal-hal aneh demi Shone. Shone pun tertegun mendengar pernyataan itu. Daaaann.. ini nih scene yang bikin nyesek. Mau nggak mau, Nam harus menerima kenyataan bahwa Shone baru aja jadian sama Pin seminggu yang lalu. Mendengar hal itu, Nam sangat terpukul, kemudian meninggalkan Shone yang masih menatapnya.

Ternyataaaaa... tanpa diduga, Shone pun sebenernya udah lama menyimpan perasaan terhadap Nam. Ia bahkan menyimpan foto-foto Nam yang merupakan hasil jepretannya sendiri, baik itu foto-foto Nam ketika belum berubah, maupun foto-foto ketika dia udah menjadi seorang cewek cantik. Sebenernya selama ini Shone selalu mencoba mendekati Nam dan mencoba memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya, tapi sayang, waktunya selalu nggak tepat, karena Top selalu mendahuluinya. Selain itu juga karena Shone ingin menjaga perasaan sahabatnya itu.

Hal ini pun menyebabkan kedua orang itu mengalami kegalauan (halahh..). Yang cewek galau karena harus menerima kenyataan cowok yang disukainya udah jadian sama cewek lain, yang cowok galau karena menyesal kenapa nggak menyatakan perasaannya dari dulu aja. Haaahh.. cinta terpendam memang menyakitkan!

Sumpah, mataku banjir pas nonton scene itu. Ikutan nyesek. Ya iyalah, gimana enggak? Nunggu seseorang yang dicintai selama tiga tahun itu bukan waktu yang sebentar lho. Apalagi tiga tahun itu disertai dengan usaha-usaha yang nggak mudah. Aku pernah ngerasain sendiri soalnya.. :P
Ya, cinta memang bisa membuat seseorang rela melakukan apa saja, meski itu adalah hal gila sekalipun.

Tapi film ini berakhir dengan happy ending kok. Bertahun-tahun kemudian, Nam dan Shone dipertemukan kembali di sebuah acara talk show. Saat itu Nam telah menjadi seorang designer terkenal, sedangkan Shone menjadi seorang fotografer profesional. Akhirnya mereka jadian deh.

Huaahh.. envyyyy..!! Gimana nggak envy? Seorang cewek berpenampilan pas-pasan bisa jadian sama cowok populer! Azzz.. kereeennn.. Well,  bisa dibilang, cerita semacam ini sebenernya udah pasaran banget, coz emang banyak banget cerita macam kayak gini dimana-mana. Di novel, di drama-drama FTV.. Film ini bisa jadi garing dan membosankan kalo sutradara, penulis script, editor, dan kru lainnya kurang pandai mengemas. Tapi untungnya kata garing dan membosankan sama sekali nggak berlaku untuk film ini.  Pokoknya bener-bener must watch movie deh! Cocok banget buat mereka yang ingin bernostalgia tentang cinta pertamanya, coz film ini emang diangkat dari kisah cinta pertama semua orang! Apalagi film ini didukung dengan pemain-pemain yang bikin seger mata. Mwahaha..

Anyway, ketika nonton film ini, aku sendiri memang jadi keinget kisah first love-ku dulu yang emang mirip-mirip kisah film ini. Kisah tentang seorang cewek berpenampilan pas-pasan yang mendambakan seorang kakak kelas yang populer di sekolah. Yap, aku juga pernah jatuh cinta sama seorang kakak kelas yang cukup populer di sekolah, dan perasaan itu bahkan masih ada sampe sekarang. Yang bener-bener kenal baik sama aku pasti tau deh siapa cowok itu. Haha.. :D
Cuma beda nasib aja ya. Nam yang berpenampilan pas-pasan kini udah berubah menjadi seorang wanita cantik yang anggun. Tapi aku dari dulu sampe sekarang masih gini-gini aja.

Selain itu orang yang aku suka itu bener-bener terlalu perfect. Jauh lebih perfect dari seorang Shone yang diperankan Mario Maurer itu. Mungkin Shone emang rupawan, populer, dan baik. Tapi orang yang aku suka itu nggak cuma rupawan dan populer pada masa itu. Sekarang dia juga udah menjelma menjadi seorang pria yang religius. Dan tentu aja dia sangat mendambakan pasangan yang berhijab, santun, dan berakhlak baik. Usahaku mungkin harus jauh lebih berat ketimbang usaha Nam. Lagian kalopun aku berusaha memperbaiki diri, apa mungkin kisahku bakalan berakhir sebahagia kisah Nam dan Shone?

Ah, entahlah. Kok aku jadi curhat gini yak? (=__=')
Ya udah deh, pokoknya yang belum nonton filmnya, nonton aja disini.

***

Oh ya, aku percaya nggak percaya deh kalo tokoh Nam itu hanya diperankan satu orang. Tapi ya kenyataannya memang demikian. Keren ya? Two thumbs up deh buat penata riasnya yang bisa membuat penampilan tokoh Nam yang berubah-ubah itu terlihat sangat natural. Liat aja perbandingan antara Nam yang buruk rupa di masa SMP dengan Nam yang sembilan tahun kemudian udah jadi seorang designer terkenal. Beda banget kan? Tapi masih orang yang sama. Keren! :D

BTW, soundtrack filmnya juga lumayan enak didenger. Liriknya pun dalem banget. Judulnya Someday, by Marisa Sukosol. Dibawah ini aku punya terjemahan liriknya..

***

Don't know how long is it
Tak tahu berapa lama
That I have to resist everything
Aku harus menahan semuanya
Hide all of the truth in my heart
Menyembunyikan semua kenyataan dalam hatiku

Everytime we meet
Setiap kali kita bertemu
Everytime you turn to me
Setiap kali kau melihatku
That I pretend to be still
Aku berpura-pura acuh
Do you know how much I have to force myself?
Tahukah kau betapa aku harus memaksa diri?

Can you hear that?
Bisakah kau dengar?
My heart is telling you I love you
Hatiku berkata bahwa aku mencintaimu
But I cannot reveal my true feeling to anyone
Tapi aku tak bisa menyatakan perasaan ini kepada siapapun
Can you hear that?
Bisakah kau dengar
My heart is waiting there for you to open
Hatiku menunggu terbuka untuk kamu
I can only hope you will know it
Aku hanya bisa berharap kau akan tahu itu
Someday...
Suatu hari nanti

Though I love you
Walau aku mencintaimu
Though I feel it
Walau aku merasakannya
But deep inside isn't brave enough
Namun jauh di lubuk hati aku tak berani

Everytime we meet
Setiap kali kita bertemu
Everytime you turn to me
Setiap kali kau melihatku
That I pretend to be still
Aku berpura-pura acuh
Do you know how much I have to force myself?
Tahukah kau berapa banyak aku harus memaksa diri?


Can you hear that?
Bisakah kau dengar?
My heart is telling you I love you
Hatiku berkata bahwa aku mencintaimu
But I cannot reveal my true feeling to anyone
Tapi aku tak bisa menyatakan perasaan ini kepada siapapun
Can you hear that?
Bisakah kau dengar
My heart is waiting there for you to open
Hatiku menunggu terbuka untuk kamu
I can only hope you will know it
Aku hanya bisa berharap kau akan tahu itu


Someday...
Suatu hari nanti
Minggu, 22 September 2013 0 komentar

Top 10 Jay Chou's Songs [Recommended Versi Saya]

Hollaaa.. Jay Chou's fans dan pembaca! Kali ini aku mau nge-share beberapa judul lagu Jay Chou favoritku. Lho, ngapain di-share? Emang penting gitu?
Yaaahh.. nggak penting-penting juga sih. Barangkali aja ada pembaca blog-ku (selain penggemar Jay Chou) yang penasaran sama lagu-lagu Jay Chou, mungkin beberapa judul lagu ini bisa jadi rekomendasi buat kamu, apalagi kamu-kamu yang suka sama lagu-lagu mellow dengan deep meaning.


  1. Feng (Maple)
    Ini nih, lagu yang belakangan ini lagi sering banget aku dengerin. Lagunya tuh emosional banget menurutku. Sebenernya ada sih lagu Jay Chou lainnya yang lebih emosional. Misalnya lagu The Longest Movie. Emosi Jay kentara banget di lagu itu. Tapi aku lebih suka sama lagu Feng ini. Waktu pertama kali denger sih rasanya biasa aja, tapi pas kesekian kalinya aku denger kok rasanya nusuk yak? Si Jay nyanyinya pake perasaan banget sih..
    Apalagi kalo dengerin lagunya sambil nonton video klipnya. Behh.. makin kerasa nusuknya. Gimana nggak? Video ini menceritakan tentang Jay yang berusaha merelakan kekasihnya pacaran sama sahabatnya sendiri. Parahnya, si cewek itu nggak inget kalo Jay adalah kekasihnya karena dia amnesia. Makanya cewek itu cuek-cuek aja mesra-mesraan sama sahabat Jay didepan Jay. Kebayang kan tuh gimana sakitnya? Huaahh.. pokoknya nggak bosen deh aku dengerin lagu ini. Aku kasih bintang lima! Buat yang penasaran sama video klipnya, klik disini.
  2. Bu Neng Shou De Mi Mi (Secret)
    Lagu ini adalah original soundtrack dari film yang disutradarai oleh Jay Chou sendiri yang berjudul sama, Secret. Sama kayak lagu Feng, lagu ini juga nggak bosen-bosen aku dengerin sejak pertama kali aku denger lagunya.
  3. Ai Qing Xuan Ya (Cliff of Love)
    Buat yang lagi galau, khususnya yang lagi patah hati dan ngalamin susah move on, lagu ini cocok banget nih buat bergalau-galau ria.. apalagi kalo didengerin sambil liatin ujan. Mwahaha.. okay, abaikan yang tadi! Selain lagunya, aku juga suka sama video klipnya, coz di video ini Jay keliatan cool banget, dan aku bisa puas-puasin liat dia main piano.. (^_^)
    Klik video klipnya disini.
  4. Ju Hua Tai (Chrysanthemum Flower Bed)
    Dari semua lagu Jay Chou yang ada di playlist-ku, menurutku lagu ini adalah lagu Jay yang paling enak buat jadi pengantar tidur. Dan biasanya aku nggak suka sama lagu tradisional Cina. Tapi beda sama lagu ini. Lagu ini enak banget buat didengerin.
  5. An Jing (Silence)
    Sumpah, ini bukan lagu yang menceritakan tentang seekor binatang mamalia berkaki empat yang hobi melet-melet dan menggonggong. Mwahaha.. Tapi ini adalah lagu galau yang menceritakan tentang seseorang yang berusaha mengikhlaskan orang yang dia cintain yang udah ninggalin dia.
  6. Qing Tian (Clear Sky)
    Lagu yang menceritakan tentang seseorang yang mengenang masa lalunya bersama orang yang dia cintain. Aku masih suka dengerin lagu ini sejak jaman aku SMP sampe sekarang. Kalo dulu, aku cuma bisa dengerin lagu ini di warnet, sambil Friendster-an, coz dulu aku belum punya laptop ataupun HP yang bisa nyimpen banyak lagu. Sekarang sih aku bisa dengerin lagu ini kapan aja aku mau.
  7. Ye Qu (Nocturne)
    Satu lagi lagu galau dari Jay. Lagu yang berasal dari album November's Chopin ini menceritakan tentang kematian seorang kekasih. Entah kenapa aku suka banget sama musik di lagu ini, khususnya suara piano dan gitar akustiknya.
  8. Cai Hong (Rainbow)
    Sebuah lagu yang easy listening dan sempat populer pada tahun 2007 (waktu itu aku belum kenal Jay Chou itu siapa. wahaha..). Liriknya puitis banget. Tentang perpisahan gitu deh.
  9. Qian Li Zhi Wai (Far Away)
    Lagi-lagi ini lagu Jay Chou yang bergaya tradisional Cina. Dan didalam lagu ini, Jay Chou berduet sama Fei Yu Ching, penyanyi jazz asal Taiwan. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang merelakan pasangannya pergi demi impian pasangannya tersebut.
  10. Zhou Da Xia (Chevalier Chou)
    Udahan ah rekomendasiin lagu-lagu mellow-nya. Kali ini aku rekomendasiin salah satu lagu nge-beat milik Jay Chou yang paling aku suka sekaligus lagu Jay Chou yang pertama kali aku denger. Yap! Lagu ini adalah original soundtrack film yang dibintangi oleh Jay sendiri, Kung Fu Dunk. Setiap kali aku denger lagu ini, aku selalu inget adegan dimana Jay yang berperan sebagai Fang Shi Jie berantem di night club gitu pake jurus-jurus kungfu-nya. Ah, keren pokoknya. Liat video-nya disini.
Well, itulah top ten lagu-lagu Jay Chou favoritku yang aku rekomendasiin buat kamu. Tapiiii.. lagu-lagu tadi nggak berdasarkan urutan lho ya. Coz yang namanya lagu favorit kan tergantung sama selera dan mood kita saat dengerinnya. Kalo ada yang mau nambahin, silahkan :)
Senin, 16 September 2013 0 komentar

Seharusnya Tak Ada yang Perlu Ditakutkan

Haaahh.. Alhamdulillah. Akhirnya berakhir juga tugas presentasi yang memusingkan itu. Sebelum berangkat kampus, aku tuh bener-bener takut dan pesimis banget kalo aku bisa menampilkan presentasi itu dengan baik. Tapi hari ini aku nggak jadi tampil sendirian, coz partner-aku, si Aminah bela-belain izin dari tempat magangnya buat berangkat ke kampus lebih awal.

Karena nggak mempersiapkan presentasi itu berdua, kami jadi bingung juga membagi materinya, yang mana yang mau disampein aku, dan yang mana yang mau disampein Aminah. Coz selama beberapa hari ini kan cuma aku sendiri yang mempersiapkan materi presentasi itu, sementara Aminah hanya berbekal buku miliknya, itupun dia mengaku bahwa dia nggak cukup memahaminya. Akhirnya kami presentasi sekenanya aja. Haha..

Tapi untungnya aku bisa menyampaikan materi dengan sedikit lancar dari yang ditakutkan. Hehe..
Cuma agak kecewa juga sih, coz sebenernya aku udah mempersiapkan contoh-contoh dari materi presentasi itu. Tapi karena beberapa materi itu disampaikan oleh Aminah, contoh-contoh yang udah aku siapin itu jadi nggak tersampaikan. Ya udahlah.. seenggaknya presentasi hari ini nggak seserem yang aku takutin. Aku udah cukup bersyukur untuk ini. Harusnya kemaren-kemaren itu aku nggak perlu setakut dan se-stress itu ya. Haha..

Dan nggak tau kenapa hari ini rasanya aku tuh excited banget. Mungkin karena presentasi hari ini yang aku sampaikan dengan cukup baik dari yang aku takutkan, dan mungkin juga karena mata kuliah hari ini yang menarik. Ya, aku tuh lagi semangat banget ngikutin mata kuliahnya Pak Budi. Ini kedua kalinya aku dan temen-temen jurusan ngikutin kuliah beliau. Seperti yang udah aku tuliskan di entri aku hari Senin yang lalu, aku tuh suka banget sama cara ngajarnya Pak Budi. Nggak ngebosenin, dan nggak bikin ngantuk. Selain itu juga mungkin karena belakangan ini aku lagi tertarik sama sastra, dan bahan pembicaraan Pak Budi tuh selalu nggak jauh-jauh dari yang namanya sastra, jadi nggak heran kalo aku antusias banget ngikutin kuliah beliau.

Berbanding terbalik dengan aku, temen aku si Mella malah ngantuk ngikutin mata kuliah ini. Menurutnya, cara ngajar beliau tuh memusingkan dan bikin stress, coz beliau seringkali ngajak para mahasiswanya buat berdebat. Tapi bagiku, justru itu yang bikin aku antusias. Walaupun aku lebih sering nyimak ketimbang ikutan debat, tapi statement-statement brilian beliau tuh selalu nambah pengetahuan buat kami. Asik deh pokoknya.

Hari ini juga entah kenapa aku merasa lebih percaya diri dari biasanya, dan aku sangat merasakan bagaimana nikmatnya menjadi orang yang percaya diri itu. Hmm.. coba aja kalo rasa ini bisa aku rasain setiap hari dan setiap waktu.. :)

***

Oh ya, hari ini keluarga yang ngontrak disebelah rumahku itu udah pindah. Kata ibu aku sih katanya mereka udah punya rumah sendiri gitu deh. Huh, aku kira mereka tersinggung gara-gara kemaren aku terganggu sama lagu Kangen Band yang mereka play (lah, emangnya mereka tau?)

Ah, padahal sebenernya aku rada sedih juga sih mereka pindah rumah. Bukan.. bukan karena aku pengen selalu denger mereka nge-play lagu Kangen Band, tapi aku tuh suka sama dua anak cowoknya yang lucu-lucu itu. Ngegemesin gimana gitu. Apalagi anaknya yang paling kecil. Gendut, trus suka jalan kesana-kesini. Maklum, anak seumuran mereka itu kan lagi lucu-lucunya. Coba kalo umurnya udah diatas lima tahun, hadeeeehh.. pasti nyebelin. Nah, sekarang aku nggak bisa ketemu mereka lagi, coz pindahnya lumayan jauh. Hmm.. I'll be miss you, De..


Minggu, 15 September 2013 0 komentar

Tentang Presentasi Bahasa Indonesia Besok

Aku tersadar dari tidurku di pagi hari. Masih kerasa betapa sakitnya seluruh badanku, mulai dari kepala, tangan, punggung, sampe kaki. Semua ini karena usaha keras semalam. Aku begadang sampe jam setengah tiga dini hari buat ngerjain bahan presentasi yang bakal aku presentasikan besok didepan kelas. Itupun belum selesai. Begitu sadar dari tidur, aku ngeliat jam.. udah jam tujuh pagi. Itu artinya aku ngelewatin sholat Subuh. Haaahh.. saking capek dan ngantuknya, aku nggak denger alarm subuh yang udah aku set deh.

Sebenernya pagi itu aku masih ngantuk. Kalo aja pagi itu aku nggak dibangunkan oleh suara itu, mungkin tidur aku nggak akan terpotong pada saat itu juga. Suara yang sangat menyebalkan dan paling aku benci. Suara Andhika Kangen Band! Ya.. aku sama sekali nggak bercanda. Aku dibangunkan oleh suara Andhika Kangen Band.

Ini gara-gara orang yang tinggal di rumah kontrakan ortu-ku tuh, nge-play musik dengan volume keras banget. Rumahku sama rumah yang dia kontrak kan jaraknya deket banget. Paling cuma sekitar satu meteran doang. Jadi kalo dia nge-play musik sekeras itu tuh rasanya aku kayak lagi ada di pasar malem atau di sekitar tukang jualan kaset gitu deh. Aku udah berusaha nutup kupingku, tapi lagu itu tetep aja kedengeran, "Aku mohooooon mengertilaaaahh.. kita jangan bertengkar lagiiii.." Hadeeeehh.. tuh orang bener-bener nggak tau orang lagi stress. Minggu ini tuh aku lagi stress gara-gara kuliah yang makin kesini semakin terasa memuakkan dan nggak menyenangkan. Eh, dia malah bikin aku makin stress dengan memperdengarkan suara beracun itu! (=__=')

Aku pikir sih kayaknya dia penggemarnya Kangen Band deh. Coz aku sering banget denger dia nge-play lagu mereka. Padahal apa enaknya sih? Heran.. Mendingan dengerin dangdut atau lagu India deh..

Sekarang tugasku mempersiapkan bahan buat presentasi besok udah selesai. Tinggal memperdalam materinya aja, biar bisa ngomong didepan. Harapanku nggak banyak kok. Aku cuma berharap Allah ngasih aku kepercayaan diri, itu aja. Coz hanya dengan kepercayaan diripun, insya Allah aku bisa dapetin apa yang aku mau, yakni ngomong didepan kelas dengan lancar karena aku udah hampir menguasai materinya; tampil tanpa melakukan hal bodoh atau sesuatu yang bikin awkward; dan nilai baik tentunya. Hanya dengan kepercayaan diri aja. Hanya itu.

Semoga Allah denger doa aku. Aamiin..


Sabtu, 14 September 2013 0 komentar

Under Pressure

Under pressure adalah ketika kita dituntut untuk melakukan sesuatu yang kurang kita senangi. Yak, itulah yang aku rasain sekarang-sekarang ini. Aku makin ngerasa tertekan aja sama tugasku sebagai mahasiswa semester tiga jurusan Sekretaris. Aku nggak punya penampilan yang cukup menarik, tapi dituntut untuk selalu tampil cantik layaknya sekretaris pada umumnya. Aku nggak suka dandan berlebihan, tapi dituntut untuk pake berbagai macam make up. Aku lebih suka pake sepatu sport, tapi dituntut untuk pake high heels. Aku nggak punya cukup kepercayaan diri, tapi dituntut untuk selalu tampil didepan publik. Aku nggak punya bakat berkomunikasi dengan baik, tapi dituntut untuk terampil bicara. Aku tertekan. Tertekan banget. Aku merasa bahwa aku yang di kampus itu bukan aku. Semuanya terasa flat dan memuakkan. Aku kayak di penjara, nggak bebas mengekspresikan diri.

Andai bukan karena sebuah tuntutan, aku pengen banget kuliah jurusan seni. Seperti yang udah aku utarakan di entriku kemaren, aku tertarik sama seni Sastra. Aku pikir mungkin kuliah di jurusan seni Sastra bakalan jauh lebih menyenangkan ketimbang disini. Nggak perlu banyak tuntutan ini itu. Mahasiswa jurusan Sastra nggak akan dituntut untuk tampil menarik, nggak akan dituntut untuk pake make up, nggak akan dituntut untuk pake high heels, dan nggak akan dituntut untuk terampil berkomunikasi didepan umum, coz mahasiswa seni sastra umumnya dilahirkan untuk menjadi sastrawan, orang yang bekerja dalam ketenangan, yang menuangkan isi pikiran dan hati mereka dalam sebuah tulisan. Aku suka itu.

Tapi semua itu cuma sebatas angan-anganku aja. Aku nggak mungkin menghentikan kuliahku sampe disini. Kasian juga orangtuaku yang udah ngeluarin biaya banyak. So, mau nggak mau aku harus tetep ngadepin apa yang ada didepanku ini. Tapi apa bisa aku bertahan sama tekanan-tekanan yang aku hadapin hampir setiap harinya?

Well, aku cuma bisa berharap Allah melancarkan jalanku dan memberi kekuatan kepadaku buat ngadepin semuanya.

Total Tayangan Halaman

 
;